• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » “Rakyat Mencekik Dahaga, Carnaval Menggema: Bupati Pangandaran Citra Dipertanyakan Soal Prioritas!”

“Rakyat Mencekik Dahaga, Carnaval Menggema: Bupati Pangandaran Citra Dipertanyakan Soal Prioritas!”

red cyber by red cyber
Oktober 8, 2026
in Uncategorized
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Pangandaran – Ketika warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih, panggung pesta justru dipersiapkan. Ketika kekeringan melanda sembilan kecamatan, rencana Bupati Citra terkait Carnaval Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran kembali menyulut kecaman, membuat kemarahan rakyat semakin mendidih.

Polemik penyelenggaraan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran belum juga mereda. Setelah sebelumnya publik dibuat gaduh oleh surat imbauan pengumpulan infak dan sedekah kepada ASN dengan nominal “serba 14”, mulai Rp14 ribu hingga Rp1,4 juta, kini rencana rangkaian Carnaval kembali memantik pertanyaan: di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi kekeringan, mana yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah?

Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor B/000/3056/SETDA/2026 tertanggal 24 September 2026 memang mencantumkan pilihan nominal infak mulai Rp14.000, Rp140.000 hingga Rp1.400.000. Pemkab dan panitia kemudian menjelaskan bahwa dana tersebut ditujukan untuk kegiatan sosial dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk membiayai acara Milangkala.

Namun, polemik tersebut belum selesai. Aliansi Aktivis Jawa Barat dan DPRD Pangandaran bahkan ikut menyoroti mekanisme penghimpunan dana dan meminta kejelasan mengenai surat tersebut.

Kini, sorotan bergeser kepada rencana Bupati Citra Pitriyami terkait kemeriahan Milangkala, termasuk Carnaval. Di tengah situasi itu, suara kritik keras datang dari tokoh nomor satu di Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dengan ribuan pendukungnya, ia mempertanyakan urgensi penyelenggaraan pesta ketika masyarakat di sejumlah wilayah justru sedang berhadapan dengan persoalan kebutuhan dasar.

“Terkait membuat pesta carnaval uang dari mana? Dinas-dinas katanya efisiensi anggaran, terus desa-desa juga uang dari mana? Kalaupun ada uang, mendingan buat menanggulangi kepentingan rakyat yang terkena dampak kekeringan.” Pernyataan tersebut disampaikan Jeje saat dimintai tanggapan media, Kamis (8/10/2026).

Kekeringan Meluas, Air Bersih Menjadi Persoalan!

Kritik Jeje bukan muncul tanpa konteks. Namun didukung oleh BPBD Kabupaten Pangandaran yang menyebut disejumlah wilayah memang tengah menghadapi kondisi siaga kekeringan akibat musim kemarau panjang. Laporan terbaru juga menyebut masyarakat di sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Menurut Jeje, pemerintah daerah seharusnya terlebih dahulu memastikan langkah penanganan kekeringan berjalan maksimal. “Sampai sejauh ini saya belum mendengar ada Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan kekeringan,” ungkapnya.

Baca juga :  Tinjau Pabrik Masker, Erwan Minta Kabupaten Sumedang Diprioritaskan

Ia juga menyoroti kondisi pasokan air bersih yang menurut informasi mulai terbatas. Dalam penelusurannya, PDAM di Pangandaran juga mulai kekurangan air. “Artinya, suplai air bersih terbatas. Dan menurut informasi dikhawatirkan kemarau akan panjang sampai November hingga Desember,” katanya.

Bagi Jeje, situasi tersebut harus dibaca sebagai persoalan serius yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. “Ini adalah krisis. Kenapa harus ada pesta yang berpotensi menghabiskan uang banyak?” tegasnya.

9 Kecamatan Terdampak, Puluhan Ribu Jiwa Sudah Disuplai Air!

Data BPBD Kabupaten Pangandaran memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan bukan sekadar isu di atas kertas. Sembilan kecamatan dilaporkan terdampak, yakni: Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, saat di konfirmasi Jayantara-News melalui sambungan WhatsApp, menyebut distribusi air bersih telah dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak. “Hingga hari ini kami telah menyuplai air kepada 27.000 jiwa yang terbagi di 9.494 KK, sembilan kecamatan,” terang Dodo.

Angka itu bukan sekadar statistik. Di balik 27.000 jiwa tersebut ada rumah tangga yang harus menunggu kiriman air. Ada warga yang harus mencari sumber air lebih jauh. Ada kebutuhan mandi, memasak, minum, dan kebutuhan dasar lainnya yang tidak bisa ditunda hanya karena pemerintah sedang menyiapkan agenda seremonial.

Pertanyaannya  Sederhana: Pesta Atau Air Bersih?

Pemerintah Kabupaten Pangandaran sendiri sebelumnya telah memberikan penjelasan bahwa perayaan Milangkala ke-14 tidak akan membebani APBD dalam jumlah besar. Bupati Citra Pitriyami juga membantah kabar mengenai anggaran Rp2 miliar untuk Milangkala dan menyatakan kondisi keuangan daerah tengah mengalami defisit. Menurut penjelasan Pemkab, sejumlah kegiatan hiburan mendapat dukungan pihak ketiga.

Namun, justru di sinilah pertanyaan publik menjadi semakin penting. Jika bukan soal besar-kecilnya anggaran, lalu bagaimana pemerintah memastikan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia benar-benar diarahkan terlebih dahulu kepada persoalan yang paling mendesak? Sebab, persoalannya bukan semata-mata apakah Carnaval boleh digelar atau tidak. Persoalannya adalah prioritas.

Baca juga :  Maulid Nabi, Desa Cileunyi Wetan Santuni Anak Yatim & Dhuafa

Ketika sebagian masyarakat membutuhkan air bersih, pemerintah dituntut menunjukkan keberpihakan yang nyata. Ketika BPBD harus mendistribusikan air ke sembilan kecamatan, koordinasi lintas sektor semestinya menjadi perhatian utama.

Pangandaran boleh merayakan hari jadinya, pangandaran boleh mengangkat budaya lokal, pangandaran boleh membangun kebanggaan daerah, tetapi jangan sampai gemerlap panggung lebih terang daripada persoalan rakyat yang sedang meminta air.

Jangan sampai suara musik Carnaval lebih terdengar daripada suara warga yang menunggu tangki air datang. Dan jangan sampai kemeriahan Milangkala justru membuat pemerintah kehilangan fokus terhadap keadaan darurat yang sedang berlangsung.

Saatnya Bupati Citra Membuka Kartu!

Di tengah polemik ini, publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang-benderang: Berapa sebenarnya anggaran yang bersumber dari APBD? Berapa yang berasal dari sponsor atau pihak ketiga? Apa saja kegiatan yang menggunakan fasilitas dan sumber daya pemerintah? Bagaimana strategi penanganan kekeringan? Berapa kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih?

Dan yang paling penting: apakah pemerintah daerah telah memiliki skenario penanganan apabila kekeringan terus berlangsung hingga November bahkan Desember?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar memperdebatkan apakah Carnaval harus meriah atau tidak. Sebab pemerintahan bukan hanya soal panggung, baliho, seremoni dan tepuk tangan.

Pemerintahan diuji ketika rakyat berada dalam kesulitan!

Di saat seperti inilah keberpihakan pemerintah terlihat, bukan dari seberapa meriah pesta digelar, melainkan dari seberapa cepat kebutuhan rakyat ditangani. Karena itu, suara Jeje dan keresahan publik patut dijawab bukan dengan seremoni, melainkan dengan data, transparansi, koordinasi, dan tindakan nyata.

Jika memang kondisi kekeringan sudah memasuki level yang membutuhkan penanganan serius, maka konsolidasi lintas perangkat daerah harus segera dilakukan. Air bersih harus menjadi prioritas, penanganan kekeringan harus diperkuat, rakyat jangan dibiarkan menunggu.

Dan jika pemerintah tetap memilih menggelar pesta, maka publik berhak meminta satu hal yang sederhana: jelaskan kepada rakyat, uangnya dari mana, untuk apa, dan mengapa prioritas tersebut dipilih ketika sebagian warga sedang berjuang mendapatkan air.**

 

Previous Post

Pemkab Tanah Bumbu Setujui Substansi Dua Raperda Inisiatif DPRD, Fokus pada Kemiskinan dan Pengembangan SDM

Next Post

Babak Baru Korupsi PT SDI Rp81,85 Miliar! Enam Saksi Buka Tabir Transaksi dengan PT ENM

BeritaTerkait

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., menghadiri peluncuran aplikasi INTI KRESNA, di Aula Polrestabes Bandung, Kamis, 8 Oktober 2026.
Uncategorized

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Inovasi INTI Kresna Polrestabes

Oktober 11, 2026
Uncategorized

Pansus 16 DPRD Kota Bandung Melakukan Pendalaman Terhadap Materi Raperda Pengelolaan Sampah

Oktober 8, 2026
Uncategorized

Dari Posko Citarum Harum, Pangdam III/Siliwangi Serukan Kolaborasi dan Disiplin

Oktober 2, 2026
Pemerintahan

Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Rakoor Pengaturan dan Pengawasan Ketersediaan BBM Bersubsidi

Oktober 2, 2026
Uncategorized

Lapas Ciamis Luruskan Informasi, Novel The Advokat Ditulis Manual Selama Tiga Bulan

Oktober 1, 2026
Uncategorized

Bantu Ringankan Beban Pengayuh, Bupati Pangandaran Serahkan 240 Becak Listrik Bantuan Presiden

September 28, 2026
Next Post

Babak Baru Korupsi PT SDI Rp81,85 Miliar! Enam Saksi Buka Tabir Transaksi dengan PT ENM

No Result
View All Result

Berita Terkini

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026

Dari Sampah Menjadi Rupiah, USB YPKP Perkuat Ekonomi Sirkular Warga Padasuka

Oktober 16, 2026

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026

Paguyuban Jurnalis Cileunyi Bersama Rumah Zakat Salurkan Paket Sembako

Oktober 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC