BANDUNG, eljabar.com — Menyikapi hasil audensi dengan komisi 4 DPRD Kabupaten Bandung Barat. Komisi 4 menghimbau kepada KONI segera membayar kepada cabor dan atlet sesuai dengan apa yang nenjadi tuntutan 6 cabor kepada 59 cabor terkait.
“Pada akhir bulan Agustus terjadi transfer ke 6 cabor, berupa dana operasional, namun nilainya tidak sesuai dengan dan tidak sepadan dengan anggaran yang diterima KONI. Sedangkan 56 cabor lainya belum mendapat transfer. yang menjadi pertanyaan kenapa hanya 6 cabor yang di transper, muncul ada anggapan ada keiistimewaan,” ujar Dadang Kardus Ketua Cabor Gantole Kabupaten Bandung Barat kepada wartawan di Bandung, Rabu (02/09/2020).
Menurut Dadang, adanya transfer kepada 6 cabor kemungkinan hanya untuk meredam kegaduhan, dan dianggap permasalahan akan selesai.
“Padahal dengan pencairan kepada 6 cabor menjadi bumeráng pada cabor lain. Cabor saat ini, butuh dana operasional karena pembinaan saat ini menggunakan uang saku pribadi, “kata Dadang.
Dadang berharap permasalahan ini harus segera diselesaikan karena, tanpa disadari akan berdampak pada hasil prestasi atlet yang sedang mempersiapkan Porprop 2022.
“Kabupaten Bandung Barat pada Porda Jabar di Bogor peringkatnya melorot, untuk itu saya untuk memaksimalkan persiapan harus segera diselesaikan,” harap Dadang.
Dadang menilai permasalahan antara KONI KBB dengan atlet dan cabor dianggap sepele oleh pengurus KONI, seharusnya KONI mengumpulkan seluruh cabor untuk membahas permasalahan. Namun semua itu, tidak dilakukan.
“Kesalahan Pengurus KONI membiarkan cabor menjadi bola liar yang tidak terkendali yang akan berdampak pelik bagi pengurus KONI sendiri. Saat ini kewajiban cabor seluruhnya sudah dipenuhi apa yang diminta oleh pengurus KONI, mulai dari pembukaan rekening, LPJ, skep pengurus sesuai dengan yang diminta. Tetapi tetap belum dipenuhi kewajibannya oleh KONI,” tandas Dadang. **












