• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Dansektor 21: 10 Bulan Program Citarum Sudah Menampakkan Hasilnya

Dansektor 21: 10 Bulan Program Citarum Sudah Menampakkan Hasilnya

cyber by cyber
Januari 30, 2019
in Featured, Regional
0
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG, — Salahsatu penyebab kerusakan DAS atau Daerah Aliran Sungai  Citarum adalah pembuangan limbah pabrik langsung ke sungai.

Demikian disampaikan Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf.  Yosep Sudrajat saat melakukan sidak ke PT. Tastek Jl. Raya Rancaekek Km 26,5 Kabupaten Bandung, Selasa (29/1/2019).

Program Citarum Harum saat ini sudah berjalan 10 bulan, sungai- sungai sudah mulai bersih,  pencemarannya sudah jauh menurun tebukti dengan adanya beberapa aktifitas masyarakat,” tegas Dansektor 21.

Salahsatunya menurut Dansektor 21 anak-anak mulai berani mandi,  berenang di anak sungai DAS Citarum.

Program Citarum Harum saat ini sudah berjalan 10 bulan,  sungai- sungai sudah mulai bersih,  pencemarannya sudah jauh menurun terbukti dengan adanya beberapa aktifitas masyarakat,” tegas Dansektor 21.

Pabrik PT memproduksi kain berupa handuk dengan jumlah produksi  4 ribu ton/hari, menghasilkan limbah yang dibuang ke DAS Citarum 400- 500 m3/hari.

Limbah-limbah yang keluar dari pabrik apapun, kata Dansektor 21, mau pabrk tekstil,  pabrik makanan, semua harus dalam keadaan clear tidak boleh merusak atau membunuh biota yang ada di DAS Citarum .

“Untuk PT Tastek ini Kita lihat tadi hasilnya masih kurang bening,  suhunya masih ada hangat dan belum ada ikan hidup di dalam outlet yang ada di  parameter kita, walaupun demikian sektor 21 mengucapkan terima kasih untuk usaha  PT ini membenahi IPAL, walaupun belum maksimal,” tegas Dansektor 21.

Kita lihat di belakang tadi ada  penambahan fasilitas IPAL untuk memproses air limbah supaya sesuai dengan parameter yang kita harapkan.

Baca juga :  Kang Yana Lantik 24 Pejabat Fungsional

Sehingga, timpal Dansektor 21 pada hari ini saya selaku Dansektor 21 memberikan waktu 15 hari  untuk mengelola IPAL dengan baik.

“Nanti kita datang lagi kesini harus ada ikan yang masih hidup,  airnya sudah bening untuk dibuang ke sungai Citarum, mudah- mudahan dalam 15 hari ini ada perubahan yang baik,  tapi kalau 15 hari kita kesini tidak ada perubahan,  tetap seperti ini, kita tutup lubang pembuangan limbahnya,” tegas Dansektor 21.

Untuk subsektor 01 Rancaekek yang dipimpin oleh Kapten Ujang, tegas Dansektor 21, segera bina pabrik yang ada disini tiap hari, cek jangan sampai dibiarkan pabrik membuang limbah kotor.

Sementara itu Manager Produksi PT. Tastek Shermin Liandy mengaku selalu siap untuk menjaga lingkungan,  karena  komitmen tersebut,  sehingga pihaknya mau menjalankan semaksimal mungkin.

“Kita adakan perubahan, kita akan usahakan, terima kasih atas bimbingan Satgas,  jadi kita makin hari makin tau kekurangan setiap hari, maka dalam waktu 15 hari yang diberikan sama bapak komandan tadi, kita akan kerjakan agar tidak ada limbah berbahaya, ” tandas Shermin.

Shermin mengaku sudah mengadakan penambahan fasilitas alat alat pengolah limbah.

“Akan kita optimalkan terus kekurangannya seperti air yang masih hangat dan belum adanya ikan koi yang hidup di outlet pembuangan akhir,” ucap Shermin.

Pengecekan dilanjut ke PT. Agung Budi Sentosa untuk melihat sejauh mana perkembangan pengelolaan IPAL di pabrik ini, ternyata luar biasa,  disana sini terlihat ada perkembangan IPAL,  ada sekitar 1 hektar lebih dengan infestasi 5 miliar rupiah.

Baca juga :  Polsek Gununghalu Polres Cimahi Polda Jawa Barat Ciptakan Lingkungan yang Aman

Hasilnya sudah bening,  ikan hidup di outlet, artinya air limbah yang ada walaupun dalam keadaan darurat, sudah layak dibuang ke DAS Citarum dan tidak lagi membahayakan biota sungai di DAS Citarum.

Perpres ini berlaku 7 tahun, namun sebelum 7 tahun,  berharap air  sungai yang ada di DAS Citarum  sudah ada ikan hidup termasuk tanaman bisa kembali ditanam di Rancaekek.

“Kita menghimbau semua pabrik yang mengeluarkan limbah dikelola dengan baik, ” tandas Yusep.

Sementara itu Direktur PT. Agung Budi Sentosa Hayun Bashar mengaku proses IPALnya mengunakan sistem kimia.

“Kami di PT Budi Sentosa, selama ini mengoprasionalkan pabrik IPAL dengan sistim kimia dan berusaha mengolah buangan  sebaik mungkin agar seperti yang dikatakan Dansektor 21,  tidak merugikan terutama masyarakat yang memakai sungai ini,” katanya.

Kami di PT Budi Sentosa, selama ini mengoprasionalkan pabrik IPAL dengan sistim kimia dan berusaha mengolah buangan  sebaik mungkin agar seperti yang dikatakan Dansektor 21,  tidak merugikan terutama masyarakat yang memakai sungai ini,” kata Bashar.

Terutama, timpal Bashar anak cucu dimasa depan jangan sampai dirugikan dengan adanya industri yang kurang baik mengolah limbahnya.

“Kami menghimbau kepada rekan-rekan pengusaha pabrik yang lain terutama pabrik yang mengeluarkan limbah, agar bisa mengelola IPAL dengan baik agar layak buang, tidak merugikan masyarakat dan ekosistem DAS Citarum.

Elly

Previous Post

Melalui Tasyakur Binni’mah, Kabid Humas: Dit Reskrimsus Polda Jabar Lebih Amanah dan Barokah dalam Pelaksanaan Tugas

Next Post

Program Rutin Polres Sumedang, Masyarakat di Bunderan Binokasi Cek Kesehatan Gratis

BeritaTerkait

Featured

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026
Ekonomi

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026
Featured

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026
Featured

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026
Featured

Ditemukan Peredaran Sabu, Ketua Ormas LBI Apresiasi Kapolrestabes Bandung Berani Berantas Saritem

Oktober 16, 2026
Featured

Rancangan APBD Tanah Bumbu 2027 Capai Rp2,88 Triliun, Fokus Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Oktober 16, 2026
Next Post
Sejumlah masyarakat di Bunderan Binokasi, Kab. Sumedang rela antre untuk bisa cek kesehatan gratis yang diselenggarakan Polres Sumedang dan Dinkes Sumedang, Rabu (30/1/2019)

Program Rutin Polres Sumedang, Masyarakat di Bunderan Binokasi Cek Kesehatan Gratis

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi SP4N LAPOR! di Sekolah, Aduan Masyarakat Wajib Ditindaklanjuti Maksimal Tiga Hari

Oktober 17, 2026

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026

Dari Sampah Menjadi Rupiah, USB YPKP Perkuat Ekonomi Sirkular Warga Padasuka

Oktober 16, 2026

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC