• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 30, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Elton: Program Kerja Dinas, Diukur Bagaimana Dampak yang Terjadi di Masyarakat

Elton: Program Kerja Dinas, Diukur Bagaimana Dampak yang Terjadi di Masyarakat

red cyber by red cyber
Agustus 31, 2026
in Featured, PARLEMEN
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Elton Agus Marjan mendorong agar berbagai program kesehatan di Kota Bandung tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan atau seremonial semata. Setiap program harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Elton saat menghadiri Lokakarya Mini Kesehatan 2026 di Aula Kecamatan Bandung Wetan, Bandung, Kamis, 27 Agustus 2026.

Elthon mengatakan, DPRD Kota Bandung memiliki tiga fungsi utama yang berkaitan erat dengan pembangunan kesehatan, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Fungsi penganggaran adalah memastikan APBD Kota Bandung signifikan dan berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Di antaranya terkait Cek Kesehatan Gratis (CKG), stunting, serta HIV/AIDS,” ujarnya.

Ia menyontohkan, komitmen Pemkot dan DPRD Kota Bandung dalam mempertahankan program Universal Health Coverage (UHC). Anggaran UHC Kota Bandung mencapai sekitar Rp320 miliar setiap tahun.

Elton mengatakan, sebelumnya terdapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, ketika dukungan tersebut dihentikan, Pemkot dan DPRD Kota Bandung tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan.

“Ini salah satu fungsi DPRD, yaitu menganggarkan APBD Kota Bandung untuk kepentingan masyarakat, termasuk memenuhi kebutuhan dasar di bidang kesehatan,” katanya.

Selain penganggaran, Elton menilai fungsi pengawasan menjadi sangat penting. Sebab, keberhasilan program kesehatan tidak cukup hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga harus dilihat dari output dan outcome yang dihasilkan.

Baca juga :  Mencegah Aksi Kejahatan Jalanan Polsek Cipatat Tingkatkan Patroli Malam

“Kita harus melihat output-nya seperti apa, outcome-nya seperti apa, supaya program tersebut benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elton secara khusus menyoroti pelaksanaan program CKG. Ia berharap pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya berakhir ketika masyarakat menerima hasil pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan pemetaan kondisi kesehatan dan intervensi bagi warga yang memiliki risiko penyakit.

Ia berkaca pada pengalaman mengikuti general check-up yang hasilnya diberikan tanpa penjelasan lebih lanjut. Masyarakat yang bukan berlatar belakang tenaga medis tentu membutuhkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

“Kalau hanya sebatas diperiksa saja, sayang. Kita mengeluarkan anggaran, diperiksa, setelah itu dibiarkan. Harapan saya program ini tidak hanya berhenti di pemeriksaan, tetapi ada tindak lanjutnya seperti apa,” kata Elton.

Oleh karena itu, ia mendorong agar data hasil CKG di tingkat kecamatan dan puskesmas dapat dipetakan secara lebih detail. Misalnya, dari jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan, diketahui berapa orang yang memiliki potensi penyakit dan berapa yang telah mendapatkan tindak lanjut.

Data tersebut penting bagi DPRD untuk menentukan kebijakan dan penganggaran berikutnya. Jika ditemukan angka risiko penyakit yang cukup tinggi, pemerintah bersama DPRD dapat segera menyusun program intervensi yang lebih tepat sasaran.

Baca juga :  Biofarma Group Beberkan Inovasi Transformasi Digital di AIPF 2023

“Kalau kegiatan-kegiatannya tidak hanya sebagai seremonial, setelah tindak lanjut harus ada dampak yang terjadi pada masyarakat. Ketika kita mengetahui berapa banyak warga yang memiliki potensi penyakit, pemerintah bisa bergerak cepat membuat program dan penganggaran,” katanya.

Elton juga menyoroti persoalan stunting yang menurutnya membutuhkan strategi penanganan secara menyeluruh. Upaya penurunan stunting, kata dia, harus mengedepankan deteksi dini sekaligus kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk perangkat daerah terkait, kecamatan, kelurahan, puskesmas, serta elemen masyarakat.

“Penanganan stunting perlu kolaborasi. Kita harus berkoordinasi antara Dinas Kesehatan, DPPKB, kecamatan, lurah dan unsur lainnya untuk bersama-sama menurunkan angka stunting,” tuturnya.

Elton juga mengingatkan masih adanya kemungkinan orang tua yang enggan memeriksakan anaknya karena khawatir mendapat stigma ketika anak dinyatakan mengalami stunting. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Ia berharap Lokakarya Mini Kesehatan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan program kesehatan di tingkat kecamatan benar-benar menghasilkan perubahan bagi masyarakat.

“Ukuran kami di DPRD Kota Bandung ketika membuat program adalah dampaknya seperti apa. Jadi bukan hanya berapa kegiatan yang dilaksanakan, tetapi bagaimana dampak yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.**

Tags: Dinkes Kota Bandungdprd kota bandungElton
Previous Post

Jembatan Gantung Pongpet Anjlok Saat Rombongan Pejabat Melintas, Aparat Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Next Post

bank bjb Dukung Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Kemajuan Daerah

BeritaTerkait

Featured

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026
Featured

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026
Featured

BaraJP: Gibran Jadi Korban Perundungan Politik Brutal, Lawan!

Oktober 28, 2026
Featured

Bandung Digital Safety Forum 2026, Kamis 29 Oktober Siap Digelar

Oktober 28, 2026
Featured

Pleno BaraJP Tegaskan Satu Komando! Ketum Sebut Belum Ada Arahan Lain Selain Kawal Prabowo-Gibran JAKARTA,– Rapat Pleno ke-3 DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/10), menetapkan sikap politik tegas: satu komando di garis Jokowi. Pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP BaraJP, Willem Frans Ansanay tersebut menjadi penegas bahwa BaraJP tetap solid dan tidak terpecah. “Belum ada arahan lain selain tetap mendukung penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami tetap komit mendukung selama belum ada arahan baru dari Bapak Jokowi,” ujar Willem, dengan tegas. Willem menjelaskan, sikap ini diambil untuk menjawab spekulasi liar di luar yang mencoba membenturkan relawan Jokowi dengan pemerintah. Ia memastikan BaraJP tidak akan kemana-mana dan tidak ada manuver politik lain di luar arahan Jokowi. “BaraJP memastikan relawan Jokowi tetap satu barisan mengawal pemerintahan hasil perjuangan bersama. Ini adalah pemerintahan yang kita perjuangkan bersama Bapak Jokowi. Jadi kewajiban kita untuk kawal sampai tuntas,” lanjutnya. Lebih jauh, pleno menginstruksikan kepada seluruh DPD dan DPC BaraJP di seluruh Indonesia untuk tetap merapatkan barisan dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan, bukan terpancing isu-isu yang memecah belah. “BaraJP tetap dukung pemerintah, tetap di garis Jokowi, tidak ada manuver lain. Kami satu komando,” pungkasnya. (Ist)

Oktober 28, 2026
Featured

Bupati Sumedang Apresiasi PLN, Jaga Pasokan Listrik Pilkades Digital Tetap Aman

Oktober 28, 2026
Next Post

bank bjb Dukung Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Kemajuan Daerah

No Result
View All Result

Berita Terkini

Pangdam Kosasih: Saung Satuan Bukan Sekadar Tempat Istirahat, tetapi Perekat Kebersamaan

Oktober 30, 2026

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026

YBM BRILiaN Region 9 Bandung Gulirkan Program Ketahanan Pangan bagi Lansia dan Keluarga Prasejahtera

Oktober 29, 2026

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026

BaraJP: Gibran Jadi Korban Perundungan Politik Brutal, Lawan!

Oktober 28, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC