SUMEDANG,– Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang melaporkan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 tertanggal 25 April 2020 di Kabupaten Sumedang. Dimana dinilai masih perlu lebih diwaspadai.
Jumlah pasien positif COVID-19 Kabupaten Sumedang berdasarkan Polymerase Chain Reaction (Swab) masih berjumlah 5 orang, diantaranya asal Kecamatan Sumedang Selatan satu orang, Jatinangor tiga orang dan Cimanggung satu orang.
“Sebelumnya jumlah positif COVID-19 ada enam orang, namun satu orang sudah sembuh, ia adalah pasien asal Kecamatan Darmaraja,” jelas Kepala Diskipas Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri, melalui siaran persnya, Sabtu (25/4/2020).
Lebih jauh ia menjelaskan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 10 orang dengan rincian satu orang pasien asal Kecamatan Sumedang Selatan, Kecamatan Jatinangor tiga orang, Cimanggung satu orang, Cimalaka satu orang, Darmaraja satu orang, Wado satu orang, Conggeang satu orang dan Cileunyi Kabupaten Bandung satu orang.
“Kemudian dari total 44 PDP, 34 orang diantaranya telah pulang atau sembuh. Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 80 orang dari total 864 ODP, dimana 784 orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan,” katanya.
Sementara Orang Dalam Risiko (ODR) berjumlah 6.182 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 6.361 orang. Lalu Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 41 orang.
“PDP yaitu orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala. ODP yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia. ODR yaitu orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun. OTG yaitu orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.,” paparnya.
Disebutkan, ODR yang sebelumnya beristilah ODP berisiko atas konsolidasi data para pemudik yang dikoordinasikan oleh aparatur wilayah (Camat dan Kepala Desa/Lurah), dibanding hasil kemarin, saat ini berdasarkan data tanggal 25 April 2020, hingga Pukul 15.00 WIB jumlah ODR mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 179 orang.
“Saat ini warga masyarakat pemudik dimaksud diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas, diminta segera menghubungi 119 atau kontak Puskesmas terdekat,” tambah Iwa.
Iwa juga menjelaskan, Hasil Rapid Test sampai dengan tanggal 25 April 2020 antara lain selesai Rapid Test sebanyak 1.634 orang dan selesai rapid tes ulang 85 orang.
“Terhadap semua ODP yang telah melakukan rapid test tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing dan akan dilakukan rapid test ulang 10 hari kemudian,” pungkasnya. (bn/bs)












