CINUNUK,- Menghadapi arus mudik dan libur Lebaran 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama jajaran terkait (Dinas Terhubung) memastikan kesiapan penuh personel dan sarana prasarana.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar ST., M.T., usai memimpin gelar Apel Kesiapsiagaan Lintas Sektor dalam Mewujudkan Angkutan Lebaran 2026 yang Aman, Nyaman dan Berkeselamatan di Graha Perhubungan, Cinunuk, Bandung, Senin (9/3/2026) pagi.
Operasi gabungan yang akan berlangsung mulai 15 Maret hingga 29 Maret 2026 ini akan melibatkan ribuan personel Dinas Perhubungan yang disebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Fokus utama operasi adalah untuk mengawal, mengamankan, dan memberi rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, berwisata, maupun berlibur.

“Tadi pagi kami telah melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk memastikan seluruh personel di Dinas Perhubungan, baik dari Provinsi, Kabupaten, maupun Kota, siap melaksanakan tugas. Kurang lebih ada 4.200 personel gabungan yang akan kami tempatkan di seluruh Jawa Barat, terutama di lokasi-lokasi yang berpotensi rawan,” ujar Dhani.
Titik-titik yang menjadi perhatian utama meliputi tiga kategori kerawanan:
1. Potensi Kemacetan: Jalur-jalur utama dan arteri yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan.
2. Rawan Kecelakaan: Lokasi-lokasi yang dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu lintas (black spot).
3. Rawan Bencana: Mengingat kondisi cuaca saat ini masih berada di puncak musim hujan dengan curah hujan cukup tinggi, personel juga akan bersiaga di area-area yang memiliki potensi kebencanaan seperti longsor atau banjir.
Pengawasan Tarif dan Simpul Transportasi
Dalam kesempatan tersebut, Kadishub juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap angkutan umum. Pihaknya akan melakukan pemantauan intensif tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di seluruh simpul transportasi, termasuk terminal-terminal. Hal ini untuk memastikan tidak ada pelanggaran tarif yang merugikan masyarakat.
“Terkait tarif (TUSLA), sesuai aturan dari Kementerian, ada ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Salah satu pemantauan yang kami lakukan adalah di seluruh simpul transportasi termasuk terminal,” jelas Dhani.
Dhani mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan. “Kami mohon bantuan kepada masyarakat, apabila ada oknum yang memberikan tarif di atas ketentuan, segera laporkan. Kami telah menempatkan petugas di sana untuk melakukan monitoring langsung dan akan menindak secara tegas,” tegasnya.
63 Bus Disiapkan untuk Mudik Gratis
Untuk membantu kelancaran dan mengurangi kepadatan arus mudik, Dishub Jabar berkolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas dalam menyelenggarakan program mudik gratis. Sebanyak 63 unit bus telah disiapkan untuk mengangkut para pemudik.
“Kita ada kerja sama dengan jasa rakyat. Insya Allah, pemberangkatan akan kita lakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Maret dari Terminal Leuwi Panjang dan beberapa terminal lainnya. Selain menyediakan keberangkatan dari Jabar, warga jabar yang diluar, seperti Yogyakarta akan diberangkatkan dari Terminal Giwangan (Jogja),” pungkas Kadishub Jabar, Dhani.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Dishub Jabar berharap arus mudik Lebaran tahun 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memanfaatkan layanan mudik gratis yang telah disediakan. **












