CIAMIS,- Pemberitaan berjudul “Pemkab Ciamis Terkesan Tutup Mata Abaikan Keselamatan Masyarakat” pada koran SKI Patroli edisi 378, yakni membahas terkait jalur jalan alternatif milik Pemkab Ciamis yang menghubungkan Desa Panawangan-Dusun Cangkir Manis Cinyasag via Jagabaya dan Desa Pamengker, Kec. Panawangan.
Diwartakan, jalan tersebut rusak parah, bahkan nyaris terputus, tepatnya di Dusun Cicariu, wilayah Desa Panawangan, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat.
Pemberitaan tersebut mengundang reaksi dari Kuwu Panawangan, Asep Bonar. Kamis (6/7/2018) malam Asep Bonar menghubungi Jurnalis SKI Patroli dengan nada geram.
“Jujur, saya tidak terima disebut-sebut dalam pemberitaan. Tapi apalah dikata karena itu semua adalah konsekwensi pemegang jabatan,” ungkapnya.
Dikatakan, masyarakat se Kec. Panawangan agar mengetahui bahwa jalan alternatif tersebut bukan tanggung jawab Pemdes Panwangan, melainkan tanggung jawab Pemkab Ciamis.
“Dampak dari rusak parahnya jalur alternatif, hingga ada jalan yang nyaris terputus di wilayah Desa Panawangan, tepatnya di Dusun Cicariu. Pemdes Panawangan hanya kebagian imbasnya saja,” ungkap Asep Bonar.
Dia mengakui, banyak yang menyoroti Pemdes Panawangan ihwal pemberitaan yang menurutnya terkesan memojokokan.
“Pemdes Panawangan dianggap tak bisa kerja. Kami menyadarinya. Semua itu adalah bagian dari resiko pemangku jabatan,” kata dia.
Pihaknya menyesalkan sikap dan kinerja Dinas PU wilayah Kecamatan Panawangan pimpinan Muhdin, MM dan Kabidnya Hendra berikut Camat Panawangan, Ono Rohana SE., MM selaku fungsi pengawasan.
“Menurut kami, mereka semua kurang perhatianya terhadap kebutuhan masyarakat. Fakta di lapangan, jalur alternatif milik Pemda Ciamis yang mengubungan Desa Panawangan dengan Cinyasag hingga saat ini sama selali tidak tersentuh. Buktinya nol besar. Entah bagaimana cara kerjanya, kami nggak ngerti,” urai Asep Bonar.
Asal Pilih Penyedia Jasa
Dia berharap, dinas terkait yang membidanginya, untuk pengerjaan proyek jalur alternatif tidak asal pilih penyedia jasa. “Pilihlah penyedia jasa yang mengedepankan kualitas, tidak hanya hanya cari untung saja,” kata dia.
Salah satu contoh, lanjut dia, CV Adikarya dibawah pimpinan Dedi mengerjakan proyek Bronjong jalan alternatif di Dusun Cicariu, di mana adanya titik longsor. Dalam pengerjaan proyeknya, diduga telah keluar dari site plan dan tidak sesuai bestek.
“Masa ngaboronjong di tempat longsor. Ah ada-ada saja CV. Adikarta ini,” ujarnya.
Ilegal
Selain itu, katanya, CV Adikarya ini seperti perusahaan ilegal. Di mana dalam pengerjaan proyek di Desa Panawangan pun tidak ada pemberitahuan SP2 kepada pihak pemdes. “Lalu, apa namanya kalau pimpinan proyek seperti itu? Apa tidak mau dipantau oleh kuwu atau karena takut tidak dapat untung besar,” ucap Asep Bonar.
Sementara itu, Kepala Dinas PU wilayah Panawangan, Muhdin dan Hendra kabidnya, Rabu (11/7/2018) mengatakan, tahapan prosedural sudah ditempuh pihaknya.
“Semua sudah dilaporkan ke Dinas PU Ciamis. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Dan jika kurang percaya, silahkan datang pertanyakan ke kantor Dinas PU Cuamis,” imbuh Muhdin.
Warga Kecewa
Warga Panawangan, utamanya warga Dusun Cicariu, Sudimara dan Lebak Jero menyelsalkan sikap dan kinerja para pejabat publik, khususnya Pemdes Panawangan, Camat Panawangan juga dinas PU yang membidanginya.
“Pejabat ini kami lihat kurang kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Yang ada justru silih teumbleukeun (saling menyalahkan, red). Kami tahu, jalan alternatif adalah tanggung jawab Pemkab Ciamis. Kami juga tahu Pemkab Ciamis sangat kurang memperhatikan ke wilayah Ciamis Utara. ini sesuai buktinya,” ucap salah seorang tokoh masyarakat Panawangan.
Dia berharap para pejabat tersebut bersinergi agar harapan masyarakat dapat terwujud.
“Masyarakat setuju dengan apa yang disampaikan Asep Bonar, bahwa Pemkab Ciamis masih juga belum mengerjakan proyek itu, Pemdes Panawangan akan membeli lahan untuk memindahkan jalan longsor tersebut guna mengantisipsi terjadinya hal yang tidak diharapkan. Selamat untuk Kades Panawangan, kami mendukung konsep anda,” pungkasnya
Tim










