CIMAHI, — Komandan Sektor 21 Kol Inf. Yusep Sudrajat secara tegas mengemukakan, hanya TNI yang mengetahui kondisi di lapangan. Pernyataannya ini dipertegas bahwa kenyataannya hanya TNI yang bisa bekerja 24 jam. Namun demikian ia mengapresiasi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam program Citarum Harum.
Penegasan Kolonel Yusep ini disampaikan Rabu (20/02/2019) pada acara Forum Sinergi Pentahelix Sinergi Industri Bersih Kota Cimahi yang diadakan oleh Citarum Institute di ruang Rektorat IKIP Siliwangi Jl. Terusan Jenderal Sudirman Cimahi.
Kolonel Yusep pun memberi gambaran, bukan saatnya lagi berteori dan berdiskusi. “Saat ini, katanya, butuh action yang lebih nyata. Kami yang diturunkan berdasar Perpres No. 15 tahun 2018 yang ditandatangi Presiden RI Ir. Joko Widodo menjadi tanda bahwa Citarum dalam kondisi darurat.”
Ia menyebutkan, tidak akan ada TNI dalam mewujudkan Citarum Harum jika semua unsur terkait dengan lingkungan melakukan hal yang benar. Ini dapat dilihat kondisi di lapangan banyak kerancuan dan kenakalan yang dilakukan beberapa pihak.
“Kondisi seperti itu yang seharusnya diperhatikan dan menjadi fokus program. Intinya, program Citarum harus berdasarkan kerja bakti agar tidak ada kenakalan dalam menegakkan aturan,” tegasnya.
SUDAH ADA KOMITMEN
Sementara Rektor IKIP Siliwangi, Dr. H. Heris Hendriana MPd mengemukakan tentang pembahasan ini dari masing-masing pihak sudah ada komitmen untuk melakukan pekerjaan bersama dalam konteks Pentahelix.
Rektor berharap semua pihak akan menghilangkan egosentris yang kini lebih muncul di antara semua pihak. Kondisi ini hendaknya bisa melebur dan bersinergi demi tercapainya target kerja yang maksimal.
SIAP DIPECAT
Di lain pihal Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Cimahi, Ronny mengakui hingga saat ini masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan kerja terkait lingkungan hidup di Kota Cimahi.
Namun demikian, Dinasnya masih bisa mengangkat 5 ton sampah per hari dari 350 ton sampah yang dihasilkan oleh masyarakat untuk dibuang ke TPA. Setiap bulan dana yang dikeluarkan per bulan mencapai Rp. 45 miliar.
Ia pun siap dipecat dari jabatannya jika tidak ada kemajuan dalam kinerjanya dan kondisi seperti ini tidak akan menyurutkan pemerintah untuk terus meningkatkan kinerjanya.
Mansyur dari APINDO menyatakan penghargaannya terlaksananya acara ini dan untuk itu, dibutuhkan sarana pendidikan yang dapat mendidik masyarakat dapat menciptakan konsep pentahelix dalam dunia industri hingga industri akan benar-benar mampu menjaga lingkungannya.
Panitia Forum ini menjelaskan, acara ini sebagai awal terwujudnya MoU dan program kerja dalam konsep pentahelix yang akan dilakukan beberapa pihak.
Elly












