• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 26, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Kontrasepsi Bisa Cegah Sunting

Kontrasepsi Bisa Cegah Sunting

Dalam rangka memperingati hari kontrasepsi sedunia

red cyber by red cyber
September 29, 2021
in Featured, Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Eti Marliati, SPD

Pada tanggal 26 September selalu diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia.
dengan diperingatinya hari kontrasepsi Dunia, Semoga dapat meningkatkan kesadaran akan penggunaan kontrasepsi & memberikan pilihan untuk Pasangan Usia Subur  dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan tentang metode pengendalian kelahiran yang tersedia bagi perempuan dan pasangannya, sehingga memungkinkan mereka menyiapkan dan merencanakan kehamilan, serta juga mendorong pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih baik.

Layanan Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, bebas dari paksaan / tdk Menghalangi, merupakan komponen hak atas kesehatan, karena realisasi hak perempuan atas kesetaraan dan non-diskriminasi, hak hidup, hak kesehatan seksual, dan reproduksi dan hak asasi manusia lainnya.

Setiap perempuan dan remaja putri berhak mengakses layanan kontrasepsi dan KB, informasi dan pendidikan remaja menjadi prasyarat penentu dalam memetik bonus demografi, bila masih ada yang kawin muda, putus sekolah atau hamil berulang, hamil terlalu muda, hamil terlalu banyak, pastilah stunting tinggi. Disinilah peran keluarga berencana, bagaimana merencanakan keluarga, jarak kelahiran direncanakan sehingga tidak ada kehamilan yang tidak diinginkan, tidak ada anak yang tidak diinginkan.

Inilah kunci bagaimana hubungan keluarga berencana yang didalamnya ada kontrasepsi menjadi penentu adanya stunting, kemudian menentukan generasi emas di masa depan, Anak yang stunting (gagal tumbuh) bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, serta produktivitas dan kreativitas di usia produktif.

Kontrasepsi ini harus mendapatkan keamanan dan kenyamanan bagi para Akseptor. Penggunaan alat kontrasepsi itu sangat penting  dan Cegah stunting itu penting (karena Stunting menjadi ancaman cukup serius bagi anak-anak Indonesia) ini adalah bentuk investasi untuk generasi kita kedepan, Adanya peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia berfungsi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.

Baca juga :  Jaga Kamtibmas, Anggota Kompi 3 Yon A Pelopor Rutin Patroli

Selain itu, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual.

Kontrasepsi adalah cara atau alat yang digunakan untuk menunda kehamilan dan mencegah Stunting.

Di masyarakat Indonesia masih banyak golongan yang belum mengerti pentingnya penggunaan alat kontrasepsi bisa mencegah Stunting.

Menghindari kasus kehamilan yang tidak diinginkan

Di Indonesia sendiri, angka kasus kehamilan yang tidak diinginkan masih cukup banyak, dikarenakan melahirkan terlalu muda menandakan bahwa hal tersebut sering terjadi di masyarakat. Padahal, dari kasus kehamilan yang tidak diinginkan bisa berdampak pada kesehatan ibu, khususnya jika terjadi tindakan aborsi.

Terdapat tiga determinan yang dapat mempengaruhi kejadian stunting. Tiga determinan tersebut diantaranya adalah asupan protein kepada bayi, riwayat penyakit diare bayi, dan usia melahirkanyang terlalu muda.

BKKBN selalu mensosialisasikan  4T yaitu melahirkan Terlalu Muda, Terlalu Banyak (anak), Terlalu Rapat (jarak kelahiran) dan Terlalu Tua.

Pencapaian kesehatan reproduksi melalui pendekatan 4T ini selalu disosialisasikan oleh pemerintah bersama dengan BKKBN, untuk menciptakan penduduk berkualitas dalam program Kampung KB. Terlalu Muda misalnya ibu hamil pertama usia kurang dari 21 tahun secara fisik kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal. Terlalu Tua misalnya ibu hamil pertama pada usia kurang lebih 35 tahun dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayinya. Terlalu Rapat yang dimaksud di sini jarak antara kehamilan pertama dengan berikutnya kurang dari 2 tahun yang menyebabkan dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak, dan posisi janin.

Terlalu Banyak Anak misalnya ibu pernah hamil dan melahirkan lebih dari 2 kali yang menyebabkan dapat menghambat proses persalinan, seperti gangguan kontraksi, kelainan letak dan posisi janin, dan perdarahan pasca persalinan.

Maka dari itu, disarankan menggunakan alat kontrasepsi yang bisa menjadi solusi untuk mengatur jarak kelahiran. Penggunaan alat kontrasepsi juga berfungsi untuk meminimalisir terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca juga :  Gubernur Jakarta Berharap Fasilitas Pendidikan Setara Jadi Eskalator Sosial

Upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga

Kontrasepsi berfungsi untuk menjaga jarak kehamilan, karena terlalu sering melahirkan  merupakan salah 1 faktor terjadinya stunting dan alat kontrasepsi juga berguna untuk mengurangi risiko kematian ibu dan bayi.

Jarak dan stunting itu menjadi satu sebab akibat. Mereka yang pengaturan jaraknya bagus / jarak antara hamil dan melahirkan atau melahirkan dengan melahirkan yang jaraknya lebih dari 3 tahun terbukti tidak stunting. Berbeda halnya dengan jaraknya yang kurang dari 2 tahun, hampir dua kali lipat kejadian stuntingnya.

Inilah makanya jarak antara kehamilan dan kehamilan berikutnya atau kelahiran dengan kelahiran berikutnya sangat berpengaruh pada kejadian stunting,
Tidak hanya itu, mengatur jarak atau jumlah kelahiran anak juga sebagai upaya untuk menunjukkan kualitas keluarga, khususnya pada sektor ekonomi.

Membantu tumbuh kembang anak

Tumbuh kembang anak dapat dibantu dengan perencanaan kehamilan yang baik. Maksudnya, dengan perencanaan kehamilan yang baik anak bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian baik gizi maupun kesehatanya lebih banyak dari kedua orangtuanya. Yang harus dilakukan orang tua selama 1.000 HPK yaitu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal empat kali selama kehamilan.

Ibu juga dapat memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif yang lebih maksimal kepada buah hatinya, karena gizi yang terkandung dalam ASI sangat bagus untuk daya tahan tubuh/ kekebalan tubuh.

Cegah Sunting dg menggunakan Alat Kontrasepsi dan ingat 4T  melahirkan Terlalu Muda, Terlalu Banyak (anak), Terlalu Rapat (jarak kelahiran) dan Terlalu Tua. Berencana itu Kereen !!!

Penulis adalah Penyuluh KB Ahli Madya, Kabupaten Bandung BKKBN Provinsi Jawa Barat

Previous Post

Bupati Sumedang Minta KEsatuan Gerak PKK Kesampingkan Egosektoral

Next Post

DPP Bara JP Menggelar Rapimnas, Ini Hasilnya

BeritaTerkait

Entertainment

Audisi D’Academy 8 Sukses Digelar di Sidenreng Rappang Sulsel

April 26, 2026
Featured

Gubernur KDM Berharap Sumedang Kembali Lagi Kepada Kejayaannya

April 25, 2026
Featured

Sumedang Perkuat Budaya dan Melangkah Menuju Daerah Maju

April 25, 2026
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Featured

Target Nasional Bebas TPA di Akhir 2026, Pemkot Susun Road Map Pengelolaan Sampah.

April 25, 2026
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, S.E., Ak
Featured

Memperkuat Transformasi Digital, Diskominfo Kota Bandung Siapkan “Program Ngulik” dan Bandung “Satu Data”

April 25, 2026
Selain mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, keberadaan ODOL bisa membahayakan pengendara lain. Foto Halloriau.com
Featured

Jalan Hancur Akibat ODOL, Dishub Jabar Perketat Pengawasan Angkutan Barang

April 24, 2026
Next Post

DPP Bara JP Menggelar Rapimnas, Ini Hasilnya

No Result
View All Result

Berita Terkini

Audisi D’Academy 8 Sukses Digelar di Sidenreng Rappang Sulsel

April 26, 2026

Gubernur KDM Berharap Sumedang Kembali Lagi Kepada Kejayaannya

April 25, 2026

Pemilihan Anggota BPD Cileunyi Kulon: Ikbal Nurjamil Bawa Misi Kemajuan

April 25, 2026

Sumedang Perkuat Budaya dan Melangkah Menuju Daerah Maju

April 25, 2026
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

Target Nasional Bebas TPA di Akhir 2026, Pemkot Susun Road Map Pengelolaan Sampah.

April 25, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC