Ciamis – Kreativitas warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Apresiasi ini muncul pasca kunjungan musisi Pepeng Setia Band ke Lapas Ciamis pada Kamis, 30 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pepeng menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam konser mahakarya musik warga binaan.
Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp kepada Ketua Umum Yayasan Bakti Anak Negeri, Agus Andrianto menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan kreatif di Lapas Ciamis. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan positif.
“Pembinaan seperti ini pasti kami dukung. Contohnya seperti Zul Zivilia yang kami fasilitasi untuk terus mengembangkan bakat dan membagikannya kepada warga binaan lain,” ujarnya.
Agus juga mengaku bangga terhadap Lapas Kelas IIB Ciamis yang dinilai mampu menjalankan program pembinaan secara optimal. Menurutnya, meskipun tidak memiliki latar belakang warga binaan dari kalangan musisi atau artis, mereka mampu menghasilkan karya yang menarik perhatian musisi nasional.
“Ini sangat menginspirasi. Lapas Ciamis mampu bekerja sesuai arahan dan menciptakan sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk Yayasan Bakti Anak Negeri, kepolisian, dan pemerintah daerah serta awak media yang selalu hadir mendukung semua program di lapas IIB Ciamis. Agus menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara berbagai elemen.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap rencana konser musik karya warga binaan tersebut. Ia juga mengarahkan agar pihak Lapas Ciamis segera melaporkan program ini ke kementerian untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Bakti Anak Negeri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar Haru Suandaru, turut memberikan apresiasi atas perubahan positif yang terjadi di lingkungan pemasyarakatan.
“Alhamdulillah, program ini memberikan dampak besar. Stigma negatif terhadap narapidana mulai berubah. Kini masyarakat bisa melihat bahwa warga binaan juga mampu berkarya dan berkontribusi positif,” ujarnya.
Haru juga berencana mengunjungi Lapas Ciamis dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan tersebut.
Di sisi lain, label musik KZ Musik Bandung menyatakan kesiapan untuk mendistribusikan karya warga binaan ke berbagai platform digital. Melalui direkturnya, Syamsahril Arrasid, pihaknya menargetkan karya tersebut dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat Indonesia.
“Kami akan memastikan karya warga binaan tidak hanya hadir di media sosial seperti TikTok dan YouTube, tetapi juga tersedia di platform musik digital seperti Spotify dan Apple Music,” ungkapnya.
Konser musik ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mengubah paradigma pembinaan di lapas, sekaligus membuka peluang baru bagi warga binaan untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.











