• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 30, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Pemkab Sumedang Tunjukkan Inovasi Digital di BDSF 2026, Pilkades Elektronik Libatkan 270 Ribu Pemilih

Pemkab Sumedang Tunjukkan Inovasi Digital di BDSF 2026, Pilkades Elektronik Libatkan 270 Ribu Pemilih

red cyber by red cyber
Oktober 30, 2026
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,– Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 92 desa, menjangkau sekitar 270 ribu pemilih melalui 423 tempat pemungutan suara (TPS), di Kabupaten Sumedang, dengan menerapkan pemungutan suara elektronik (e-voting). Hal ini mrbuktikan Pemkab Sumedang menjadi langkah nyata membawa digitalisasi hingga tingkat desa.

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dalam Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026 di Pendopo Kota Bandung, Kamis (29/10/2026).

Pemerintah Kabupaten Sumedang memperoleh apresiasi atas konsistensinya mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan, inovasi, serta penguatan literasi digital.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan dukungan terhadap penguatan ekosistem digital yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga memperhatikan keamanan data dan kesiapan masyarakat.

Transformasi Digital Sumedang Masuk Tahap Nyata

Penerapan e-voting dalam Pilkades serentak menjadi salah satu langkah penting Pemkab Sumedang dalam memperluas pemanfaatan teknologi di lingkungan pemerintahan desa.

Melalui sistem tersebut, pemilih menggunakan perangkat elektronik untuk memberikan suara. Mekanisme ini berbeda dari pemilihan konvensional yang masih mengandalkan surat suara berbahan kertas.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menjelaskan, penerapan sistem tersebut berawal dari gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sebelum diterapkan lebih luas di Sumedang, e-voting sempat menjalani uji coba secara terbatas di sejumlah daerah, termasuk Indramayu dan Garut.

Namun, penerapan sebelumnya masih berlangsung secara bertahap dan terbatas pada satu desa.

Ketika pemerintah provinsi menawarkan penerapan sistem tersebut kepada Sumedang, pemerintah daerah langsung menyatakan kesiapannya.

“Program e-voting ini berawal dari gagasan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang sebelumnya sempat diujicobakan secara terbatas di Indramayu dan Garut, namun baru berjalan di satu desa secara bertahap. Kami ketika dihubungi dari provinsi, langsung menyatakan kesiapan penuh untuk mengimplementasikannya,” ujar Fajar.

Baca juga :  Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Diresmikan

Menurut Fajar, pelaksanaan Pilkades elektronik di 92 desa dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Koordinasi antarpihak dan kesiapan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses tersebut.
Capaian itu memperlihatkan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak cukup hanya menghadirkan perangkat elektronik. Ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting, mulai dari menyiapkan petugas, memastikan sistem berfungsi, hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Dony Ahmad Munir: Smart City Harus Terasa hingga Desa

Sementara Bupati Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir, menginginkan kebijakan pemerintah tidak lagi bertumpu pada perkiraan atau asumsi. Sebaliknya, keputusan harus didasarkan pada informasi yang terukur dan data yang akurat.

“Jadi keputusan tidak lagi berdasarkan perkiraan (asumsi), tetapi berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi dari tingkat bawah,” katanya.

Dony sebenarnya merencanakan kehadiran langsung dalam forum tersebut. Namun, agenda kedinasan yang mendesak membuatnya tidak dapat meninggalkan tugas pemerintahan sehingga menyampaikan sambutan secara virtual.

Meski demikian, ia berharap BDSF 2026 menghasilkan solusi nyata dan berkelanjutan untuk memperkuat keamanan serta kedaulatan digital.

Di balik kelancaran penerapan e-voting, Pemkab Sumedang tetap menghadapi tantangan dalam memperkenalkan sistem baru kepada masyarakat.

Hal itu diakui Wakil Bupati Kabupaten Sumedang, Fajar Akdilia. Fajar mengakui, tidak semua warga memiliki tingkat pemahaman teknologi yang sama. Sebagian masyarakat, terutama pemilih lanjut usia, masih terbiasa menggunakan mekanisme pemungutan suara secara manual.

Perubahan cara memberikan suara tentu membutuhkan proses adaptasi.
Karena itu, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kesiapan perangkat elektronik. Petugas di lapangan harus mampu menjelaskan tahapan pemilihan dan membantu warga yang mengalami kesulitan ketika menggunakan sistem tersebut.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Bojongloa kidul Polrestabes Bandung Sambang dan Binluh

Fajar menyebut bimbingan intensif menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat memahami mekanisme e-voting. Pendampingan itu penting agar penggunaan teknologi tidak justru menjadi hambatan bagi warga dalam menyalurkan hak pilihnya.

Pengalaman Pilkades di 92 desa tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa digitalisasi membutuhkan dua kesiapan sekaligus.

Pertama, kesiapan infrastruktur, perangkat, sistem, dan sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Kedua, kesiapan masyarakat sebagai pengguna teknologi.

Tanpa edukasi yang memadai, teknologi yang seharusnya mempermudah pelayanan justru berpotensi menyulitkan kelompok masyarakat tertentu.Keamanan Data dan Literasi Digital Harus Berjalan Bersamaan

Selain berbicara mengenai keberhasilan e-voting, Fajar menyoroti pentingnya perlindungan data masyarakat di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi masyarakat terlindungi. Pada saat bersamaan, warga juga perlu dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Ia menilai persoalan keamanan digital tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun sistem perlindungan teknologi. Peningkatan kecakapan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

Dalam konteks tersebut, media massa memiliki peran strategis.
Fajar menilai tugas media semakin berat karena perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah terpapar informasi yang belum tentu benar.

“Kami harus menjaga keamanan data masyarakat secara optimal dan sisi lain mencerdaskan masyarakat agar cakap digital. Peran media juga kami nilai sangat vital dan memiliki tugas yang semakin berat di era sekarang,” ujar Fajar.

Ia menambahkan, media tidak hanya bertanggung jawab menyajikan informasi, tetapi juga harus memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat.**

Tags: BDSFE-VotingLiterasi Digital
Previous Post

Pangdam Kosasih: Saung Satuan Bukan Sekadar Tempat Istirahat, tetapi Perekat Kebersamaan

BeritaTerkait

Featured

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026
Featured

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026
Featured

BaraJP: Gibran Jadi Korban Perundungan Politik Brutal, Lawan!

Oktober 28, 2026
Featured

Bandung Digital Safety Forum 2026, Kamis 29 Oktober Siap Digelar

Oktober 28, 2026
Featured

Pleno BaraJP Tegaskan Satu Komando! Ketum Sebut Belum Ada Arahan Lain Selain Kawal Prabowo-Gibran JAKARTA,– Rapat Pleno ke-3 DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/10), menetapkan sikap politik tegas: satu komando di garis Jokowi. Pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP BaraJP, Willem Frans Ansanay tersebut menjadi penegas bahwa BaraJP tetap solid dan tidak terpecah. “Belum ada arahan lain selain tetap mendukung penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami tetap komit mendukung selama belum ada arahan baru dari Bapak Jokowi,” ujar Willem, dengan tegas. Willem menjelaskan, sikap ini diambil untuk menjawab spekulasi liar di luar yang mencoba membenturkan relawan Jokowi dengan pemerintah. Ia memastikan BaraJP tidak akan kemana-mana dan tidak ada manuver politik lain di luar arahan Jokowi. “BaraJP memastikan relawan Jokowi tetap satu barisan mengawal pemerintahan hasil perjuangan bersama. Ini adalah pemerintahan yang kita perjuangkan bersama Bapak Jokowi. Jadi kewajiban kita untuk kawal sampai tuntas,” lanjutnya. Lebih jauh, pleno menginstruksikan kepada seluruh DPD dan DPC BaraJP di seluruh Indonesia untuk tetap merapatkan barisan dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan, bukan terpancing isu-isu yang memecah belah. “BaraJP tetap dukung pemerintah, tetap di garis Jokowi, tidak ada manuver lain. Kami satu komando,” pungkasnya. (Ist)

Oktober 28, 2026
Featured

Bupati Sumedang Apresiasi PLN, Jaga Pasokan Listrik Pilkades Digital Tetap Aman

Oktober 28, 2026
No Result
View All Result

Berita Terkini

Pemkab Sumedang Tunjukkan Inovasi Digital di BDSF 2026, Pilkades Elektronik Libatkan 270 Ribu Pemilih

Oktober 30, 2026

Pangdam Kosasih: Saung Satuan Bukan Sekadar Tempat Istirahat, tetapi Perekat Kebersamaan

Oktober 30, 2026

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026

YBM BRILiaN Region 9 Bandung Gulirkan Program Ketahanan Pangan bagi Lansia dan Keluarga Prasejahtera

Oktober 29, 2026

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC