• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 17, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sekolah Pangan di Kuranji, Dorong Olahan Ikan Bergizi untuk Cegah Stunting

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sekolah Pangan di Kuranji, Dorong Olahan Ikan Bergizi untuk Cegah Stunting

cyber by cyber
Oktober 10, 2026
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TANAH BUMBU, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu terus mendorong pemanfaatan potensi perikanan daerah untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Sekolah Pangan yang dilaksanakan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu di Kecamatan Kuranji, Rabu (07/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kuranji ini membekali ibu-ibu kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari tujuh desa dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai menu pangan yang bergizi, menarik, serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., dalam mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengolahan ikan, tetapi juga menyaksikan secara langsung proses diversifikasi bahan pangan menjadi beragam produk yang dapat disajikan untuk keluarga maupun dikembangkan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di daerah sendiri.

Ikan menjadi salah satu pilihan sumber protein yang dapat diolah menjadi berbagai hidangan sesuai kebutuhan keluarga. Dengan kreativitas dalam pengolahan dan penyajian, ikan diharapkan semakin mudah diterima anak-anak sebagai bagian dari menu sehari-hari.

Plt Camat Kuranji Dorong Kader PKK Sebarkan Pengetahuan

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kuranji, Salafuddin, S.Ag., M.M., menyambut baik pelaksanaan Sekolah Pangan yang dinilai dapat menambah pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam mengembangkan menu berbasis ikan.

Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat dipraktikkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di desa masing-masing.

“Pelatihan ini sangat penting dalam rangka Sekolah Pangan. Saya berharap ibu-ibu dapat menyimak, sehingga setelah kegiatan ini bisa dipraktikkan dan disebarluaskan kepada masyarakat,” kata Salafuddin.

Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan pengetahuan kepada keluarga dan masyarakat, termasuk mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Dengan menerapkan keterampilan yang diperoleh, para kader diharapkan dapat menjadi penggerak dalam memperkenalkan variasi menu ikan, baik untuk konsumsi keluarga maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah bentuk diversifikasi olahan ikan, mulai dari empek-empek, bola nasi ikan, mi ikan, hingga abon ikan.

Baca juga :  Plh Kadisdik Jabar Buka FLS2N SMK Tingkat Jabar 2024

Berbagai jenis olahan tersebut menjadi alternatif untuk menghadirkan menu yang lebih beragam, sehingga konsumsi ikan tidak terbatas pada penyajian ikan segar atau masakan yang selama ini dikenal masyarakat.

Selain memanfaatkan daging ikan, peserta juga diperkenalkan pada pengolahan tulang ikan menjadi tepung. Pemanfaatan bagian ikan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi bahan yang terbuang sekaligus meningkatkan nilai guna hasil perikanan.

Diversifikasi produk juga membuka peluang pengembangan usaha pangan rumahan. Produk olahan ikan yang dibuat dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, dan kebutuhan pasar berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Dengan demikian, Sekolah Pangan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gizi, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Olahan Ikan Didorong Menjadi Menu Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Rahmiati Zulfah, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan lebih banyak pilihan olahan ikan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pangan masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan ikan sebagai bahan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) masih perlu terus didorong agar pilihan makanan yang diberikan kepada sasaran semakin beragam.

“Harapannya ibu-ibu dapat menyerap ilmu dalam mengolah olahan ikan. Selama ini menu PMT di Posyandu kita belum banyak yang berbasis ikan. Harapannya nanti kegiatan ini bisa menjadikan menu ikan di Posyandu,” ujarnya.

Rahmiati berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam penyusunan menu PMT, dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi, usia anak, keamanan pangan, serta cara pengolahan dan penyajian yang sesuai.

Pengembangan menu berbasis ikan di Posyandu diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan variasi makanan tambahan bagi anak sekaligus memperkenalkan kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi sejak dini.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung penanganan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bergizi diharapkan dapat memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Namun, pencegahan stunting tetap memerlukan pendekatan menyeluruh, termasuk pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, sanitasi yang baik, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, keterampilan mengolah ikan menjadi produk yang memiliki nilai jual juga diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan keluarga yang ingin mengembangkan usaha pangan rumahan.

Kader PKK Siap Terapkan Ilmu di Lingkungan Keluarga

Manfaat pelatihan turut dirasakan para peserta yang memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah ikan menjadi menu yang lebih bervariasi.

Baca juga :  Tekan Angka Kriminalitas, QR Polsek Sukasari Lakukan Giat Malam Bandung Kota Kembang

Linda, kader PKK dari Desa Giri Mulya, Kecamatan Kuranji, mengatakan materi yang diberikan sangat membantu dan diharapkan dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.

“Ini sangat membantu kami. Dari Sekolah Pangan ini maunya nanti ilmu yang didapat bisa dibawa ke masyarakat, terutama untuk di rumah, buat suami dan anak,” kata Linda.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga semakin banyak keluarga yang mengetahui cara mengolah ikan menjadi makanan yang menarik dan bergizi.

Bagi kader PKK, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk mendukung penyediaan makanan bagi keluarga, memperkaya menu sehari-hari, serta membantu memperkenalkan pilihan pangan lokal kepada masyarakat.

Pengetahuan yang dibagikan secara berkelanjutan juga diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam pemanfaatan bahan pangan, dari sekadar mengonsumsi ikan menjadi mengolahnya dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan keluarga.

Potensi Perikanan Tanah Bumbu Jadi Sumber Pangan dan Peluang Ekonomi

Pemanfaatan ikan dalam program Sekolah Pangan sejalan dengan potensi Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah yang memiliki wilayah pesisir dan sumber daya perikanan yang besar.

Kabupaten Tanah Bumbu memiliki garis pantai sekitar 114 kilometer dengan 31 desa yang masuk kategori desa pesisir. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan pangan berbasis hasil perikanan sekaligus peningkatan nilai tambah produk lokal.

Pengembangan olahan ikan dapat memberikan manfaat dari dua sisi. Dari sisi konsumsi, ikan dapat menjadi alternatif bahan pangan untuk memperkaya variasi menu keluarga. Sementara dari sisi ekonomi, pengolahan hasil perikanan membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, keterampilan pengolahan ikan diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga.

Program Sekolah Pangan juga diharapkan memperkuat keterlibatan kader PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan potensi pangan lokal, terutama untuk mendukung kebutuhan gizi anak dan keluarga.

Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Perikanan berupaya mendorong agar potensi perikanan daerah tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi sumber pangan bergizi yang mudah diolah dan dimanfaatkan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah, tenaga ahli, kader PKK, dan partisipasi masyarakat, program Sekolah Pangan diharapkan mampu memperluas pemanfaatan ikan dalam menu keluarga, mendukung upaya peningkatan gizi anak, serta membuka peluang pengembangan usaha olahan hasil perikanan di Kabupaten Tanah Bumbu. (Ag)

Tags: Andi Rudi LatifCamat KuranjiCegah StuntingKader PKKOlahan Ikan BergiziPemkab Tanah BumbuposyanduSekolah Pangan
Previous Post

Mengatasi Soal Parkir, Ini Pandangan Anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmana

Next Post

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Inovasi INTI Kresna Polrestabes

BeritaTerkait

Ekonomi

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026
Featured

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026
Featured

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026
Featured

Ditemukan Peredaran Sabu, Ketua Ormas LBI Apresiasi Kapolrestabes Bandung Berani Berantas Saritem

Oktober 16, 2026
Featured

Siap Tegakkan Keadilan, 170 Advokat Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Bandung

Oktober 15, 2026
Featured

Bupati Dony Raih Grand Baznas Award 2026, Sumedang Perkuat Pengelolaan Zakat Berbasis Digital

Oktober 15, 2026
Next Post
Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., menghadiri peluncuran aplikasi INTI KRESNA, di Aula Polrestabes Bandung, Kamis, 8 Oktober 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Inovasi INTI Kresna Polrestabes

No Result
View All Result

Berita Terkini

USB YPKP Dorong Ekonomi Melalui Teknologi Budidaya Magot

Oktober 16, 2026

Bupati Sumedang Akselerasi Redistribusi Tanah, Pastikan Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Oktober 16, 2026

Dari Sampah Menjadi Rupiah, USB YPKP Perkuat Ekonomi Sirkular Warga Padasuka

Oktober 16, 2026

Melalui Penguatan SDM, Pemkab Sumedang Matangkan Kesiapan Pilkades Digital 2026

Oktober 16, 2026

Paguyuban Jurnalis Cileunyi Bersama Rumah Zakat Salurkan Paket Sembako

Oktober 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC