BANDUNG,- Ketua panitia Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung tahun 2026, Andri Darusman mengungkapkan, Bulan Dana Kemanusiaan PMI Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga bulan, mulai 4 Mei hingga 4 Juli 2026, dan dapat diperpanjang apabila target belum tercapai.
Andri menyebutkan, target penggalangan dana tahun ini mencapai Rp12 miliar. Untuk mencapai target tersebut, panitia mengerahkan berbagai sektor, mulai dari ASN, pelaku usaha, BUMN/BUMD, sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga masyarakat umum melalui RT dan RW.
“Target sebesar Rp12 miliar ini tentu bukan hal yang mudah untuk dicapai. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan peran serta aktif dari seluruh jajaran panitia untuk dapat bekerja keras bersama-sama agar target yang diharapkan dapat terpenuhi,” ujarnya saat pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2026 di Balai Kota, Senin (18/5/2026).
Untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan bantuan, panitia menyiapkan berbagai instrumen pengumpulan dana seperti kupon sumbangan nominal Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000, serta kartu donasi bagi pengusaha dan donatur.
Sementara di tempat yang sama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, menyampaikan, pencanangan Bulan Dana PMI merupakan momentum penting dalam membangun semangat pelayanan sosial di lingkungan aparatur pemerintah dan masyarakat luas.
“Pada pagi hari ini juga kita melaksanakan pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kota Bandung tahun 2026. Momentum ini sangat relevan dengan semangat pelayanan dan untuk pelayanan sosial yang harus kita bangun untuk Kota Bandung,” ujarnya.
PMI Organisasi Kemanusian
Ia menyebut, PMI memiliki peran vital dalam membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Organisasi kemanusiaan ini hadir dalam berbagai situasi, mulai dari penanganan bencana, pelayanan darah, hingga pembinaan generasi muda merah Remaja.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memiliki peran sangat penting dalam membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang apapun. PMI hadir saat terjadi bencana, membantu pelayanan darah, membina generasi muda melalui PMR serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kesehatan,” katanya.
Membangun Semangat Gotong Royong
Asep mengatakan, Bulan Dana PMI bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun solidaritas dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Bulan Dana PMI bukan hanya kegiatan pengumpulan dana semata tetapi gerakan membangun solidaritas dan gotong-royong masyarakat. Saya mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Bandung untuk menjadi teladan mendukung gerakan kemanusiaan ini,” tegasnya.
Menurutnya, aparatur sipil negara harus mampu menunjukkan peran sebagai pelayan masyarakat yang memiliki empati dan kepedulian sosial, tidak hanya berfokus pada tugas birokrasi semata.
“Mari kita tunjukkan bahwa ASN bukan hanya pelaksana birokrasi tapi juga pelayan masyarakat yang memiliki empati dan kepedulian sosial. Kota Bandung membutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas bekerja tetapi juga memiliki hati untuk melayani,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kota Bandung tahun 2026.
“Sesungguhnya kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tapi juga dari kebutuhan sosial dan solidaritas warga,” ucapnya.**












