CIMAHI, — Tiga pabrik tekstil di Kota Cimahi sudah menerapkan parameter yang telah diterapkan Sektor 21 Satgas Citarum Harum sehingga limbah cair yang sudah diolahnya menghasilkan limbah cair yang jernih. Buktinya ikan-ikan di kolam dekat outlet IPALnya bisa hidup.
Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat menjelaskan hal itu Rabu kemarin (31/10) saat bersama jajaran dan Relawan Bela Alam dari PMPRI inspeksi mendadak ke pabrik tekstil PT Triana Harvestindo Nusantara, PT. Ras Jaya dan PT. Bintang Warna Mandiri di Kota Cimahi.

Kol. Inf. Yusep Sudrajat beserta rombongan menyaksikan air limbah yang sudah diolah di tiga pabrik itu semakin jernih. Ini menunjukkan bahwa para pengusaha pabrik telah menyadari betapa pentingnya hasil olahan limbah cairnya harus jernih demi menjaga ekosistem lingkungan.
Sebagai buktinya, kata Dansektor 21, ikan-ikan di kolam dekat outlet pembuangan limbah cair hidup dengan baik. Namun demikian, Dansektor 21 tetap meminta para pimpinan pabrik menandatangani komitmen.
“Melalui penandatanganan komitmen ini pula kami tetap mengharapkan perusahaan menjaga kondisi limbah cairnya yang sudah jernih, jangan sampai airnya kotor lagi,” ucap Kol. Inf. Yusep Sudrajat.
Pada saat sidak di PT. Triana Harvestindo Nusantara, Direktur pabrik itu, Oeiy Tonny mengemukakan, sejak awal melaksanakan usahanya selalu berusaha meningkatkan kualitas olahan limbah cair pabriknya.

Bahkan, kata Oeiy Tonny, saat ini perusahaannya berencana merecycle limbah cairnya. Ini karena air tanah di Kota Cimahi penggunaannya semakin diperketat.
Dengan merecycle pula, kata Oeiy, dapat membantu menjaga kelestarian air dan terpeliharanya ekosistem lingkungan.
Sedangkan di PT. Ras Jaya, Direktur pabrik Suniawani Kurniawan juga memberi keterangan kepada Dansektor 21 bahwa perusahaan sejak bergulirnya program Citarum Harum terus meningkatkan hasil pengolahan limbah cairnya.
Upaya-upaya ini dilakukan dengan menambah bak-bak pengolahan juga perbaikan penyertaan obat kimia agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk buktinya, perusahaan menanam ikan-ikan di bak dekat outlet dan tetap hidup.
Sementara, Direktur PT Bintang Warna Mandiri, Henny Susilo Gunardi mengemukakan, manajemen secara bertahap terus berupaya meningkatkan pengolahan limbah cair di IPALnya.
Bahkan, kata Henny Susilo Gunardi, manajemen juga sedang membangun instalasi bak penampungan baru yang berkapasitas cukup besar.
Elly










