• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Strategi bank bjb Tetap Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

Strategi bank bjb Tetap Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19

red cyber by red cyber
Juli 14, 2021
in Ekonomi, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, – Di tengah situasi ekonomi nasional yang secara umum menurun akibat Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor keuangan terbilang masih terjaga meski cukup tertekan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut di antaranya terlihat dari IHSG yang masih stabil, jumlah penghimpunan dana di pasar modal yang masih tinggi, juga jumlah investor yang meningkat.

“Selain itu penyaluran kredit perbankan juga masih tercatat cukup tinggi. Risiko kredit masih terjaga di bawah threshold, kredit restruktusisasi Covid-19 juga menurun,” ungkap Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Agus Edy Siregar dalam talkhsow virtual Economic Update bertajuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia yang disiarkan CNBC Indonesia, Selasa (13/7/2021).

Meski demikian, Agus menyatakan bahwa dunia perbankan tetap memilki tantangan tersendiri untuk terus dapat survive dan bahkan bertumbuh positif selama pandemi Covid-19 berlangsung. Besarnya tantangan tersebut bergantung dari keberhasilan upaya pemulihan kesehatan yang dilakukan pemerintah hingga upaya adaptasi perbankan di tengah situasi yang masih serba tidak pasti.

Menyiasati hal tersebut, bank bjb memiliki sejumlah strategi untuk mempertahankan bisnisnya tetap tumbuh. Salah satunya adalah dengan fokus melakukan digitalisasi bisnis melalui layanan digital banking.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, peluncuran berbagai platform digital bank bjb telah dimulai sejak awal 2020 yang tak lama setelahnya ‘disambut’ oleh pandemi Covid-19. Oleh karenanya, bank bjb terus mengoptimalkan berbagai layanan digital tersebut dimana pertumbuhan Number of Account (NoA) nya meningkat eksponensial.

Baca juga :  Tekan Kriminalitas, QR Polsek Bacip Lakukan Kegiatan Rutin Yanmas Malam Bandung Lautan Biru

Yuddy memaparkan, setidaknya ada tiga layanan digital bank bjb yang mengalami pertumbuhan di masa pandemi. Aplikasi mobile banking bank bjb, yakni bjb Digi, berhasil tumbuh signifikan pada periode Desember 2020 – Juni 2021. Dalam kurun waktu tersebut, pertumbuhan bjb Digi tercatat mencapai 121,20%.

Selain itu, pertumbuhan NoA merchant QRIS bank bjb (bjb DigiCash) juga tercatat melesat tinggi. Pada Desember 2020, jumlah merchant QRIS bank bjb tercatat sebanyak 7.458 NoA. Hingga pertengahan 2021, jumlah tersebut telah meningkat 20 kali lipatnya.

“Sekarang sudah mencapai 154.368 NoA. Kami menargetkan penambahan hingga 1 juta NoA untuk QRIS. Ini sekaligus juga membantu meningkatkan fee-based income bank bjb dari transaksi e-channel” ungkapnya. Pertumbuhan angka pengguna juga tercatat pada layanan bjb LAKU (Layanan Akses Kredit UMKM), yang memungkinkan pelaku UMKM mengakses kredit secara online.

Yuddy mengatakan, digitalisasi layanan bank bjb ini juga telah dijamin kemanannya melalui alokasi capex yang mencapai Rp850 miliar untuk pengembangan IT dan security. Salah satunya adalah dengan menerapkan anti-fraud management system.

“Sehingga keamanan dan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi digital bersama bank bjb dapat terjamin,” ungkapnya.

Baca juga :  Pawas Polsek Buah Batu Polrestabes Bandung laksanakan Monitoring di SPBU

Lakukan Pembiayaan Selektif
Yuddy mengatakan, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam melakukan pembiayaan di masa pandemi adalah dengan memerhatikan pertumbuhan demand dari pembiayaannya itu sendiri. Di Jawa Barat dan Banten, dia mengatakan, demand sektor konsumer masih tinggi.
“Pertumbuhan kredit bank bjb secara year on year ada di segmentasi komersial dan korporasi sebesar 20,33%, UMKM 18,05%, dan consumer segment yang menjadi backbone utama sebesar 4,18%,” ungkapnya.

“Ceruk demand pertumbuhan ekonomi di Jabar masih cukup tinggi. Tetap masih ada demand yang tumbuh, sehingga pembiayaan pun dilakukan dengan selektif,” lanjutnya. Selain itu, Yuddy mengatakan, sektor lainnya yang masih tumbuh cukup tinggi dan baik hingga Juni 2021 di antaranya adalah transportasi, pergudangan, komunikasi, hingga pangan.

Selain itu, Yuddy mengatakan, bank bjb juga memiliki komitmen tinggi dalam berpartisipasi memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dan setelahnya. Hal ini terbukti dari penyaluran dana Penempatan Uang Negara (PUN) yang sudah berhasil dilakukan selama dua periode.
“Dana PUN yang tersimpan sebesar Rp2,5 Triliun dimulai pada Agustus 2020 sudah di-leverage hingga menjadi Rp5,3 Triliun. Di Februari 2021 kami kembali dipercaya dengan besaran dana yang sama. Hingga pertengahan 2021 in sudah di-leverage menjadi 4,3 Triliun,” ungkap Yuddy. **

Previous Post

Penanganan Covid-19, Pemkot Bandung Anggarkan Pengadaan Oksigen

Next Post

Pemkab Tanah Bumbu akan Tata Keberadaan Bangunan Sarang Burung Walet

BeritaTerkait

Ekonomi

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026
Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Next Post
H. Sulhadi, M.I.P, Kepala Badan  Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.

Pemkab Tanah Bumbu akan Tata Keberadaan Bangunan Sarang Burung Walet

No Result
View All Result

Berita Terkini

Tembus 11.000 Paket, Pangdam Siliwangi dan Mitra Sosial Perluas Bantuan untuk Warga

Oktober 21, 2026

Pangdam III/Siliwangi Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, KDMP Pasawahan Tuntas Dibangun

Oktober 21, 2026

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC