• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Sumedang Ngabatik 2026 Resmi Dibuka, Bupati Dony: Saatnya Punya Identitas Batik Sendiri

Sumedang Ngabatik 2026 Resmi Dibuka, Bupati Dony: Saatnya Punya Identitas Batik Sendiri

red cyber by red cyber
Agustus 10, 2026
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG,– Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong lahirnya motif batik khas Sumedang yang mampu merepresentasikan sejarah, alam, budaya, dan kearifan lokal daerah.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir pada saat membuka Sumedang Ngabatik 2026 bertempat di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang, Senin (10/8/2026).

Bupati Dony mengapresiasi seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung Sumedang Ngabatik 2026, khususnya Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX, Galih Dimuntur Kartasasmita yang hadir pada kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Galih Dimuntur Kartasasmita. Kehadiran ini menjadi motivasi bagi Kabupaten Sumedang untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat,” ujar Bupati Dony.

Menurutnya, Sumedang Ngabatik 2026 memiliki konsep yang sistematis, mulai dari proses desain hingga pengembangan dan pemasaran karya. Hal tersebut dinilai penting agar batik Sumedang tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang dikenal luas.

“Kegiatan ini luar biasa, sistematis dari hulu sampai hilir. Mulai dari desain, kemudian nanti akan ikut dipasarkan, sehingga batik Sumedang bisa mendunia,” katanya.

Bupati Dony berharap karya batik yang dihasilkan melalui kegiatan ini dapat tampil dalam berbagai event nasional sehingga semakin dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia.

“Agar di event nasional batik Sumedang dikenal oleh masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia,” ujarnya.

Bupati Dony menegaskan, Sumedang Ngabatik bukan hanya kompetisi untuk menentukan desain terbaik. Kegiatan ini juga menjadi wahana untuk mengaktualisasikan potensi batik yang dimiliki masyarakat Sumedang.

Baca juga :  Polsek Bojongloa kidul Polrestabes Bandung Pergelaran  Gatur Sore

“Ini menjadi wahana untuk mengaktualisasikan potensi batik kita dan ini menjadi ruang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Sumedang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat besar sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan motif batik yang khas dan memiliki filosofi.

Sejumlah ikon daerah seperti sejarah Sumedang Larang, Mahkota Binokasih, Kuda Renggong, Lingga, Hanjuang, Gunung Tampomas, Jatigede, serta kekayaan seni dan budaya Sunda yang hidup di tengah masyarakat, menurutnya dapat dituangkan menjadi karya batik yang indah, orisinal, dan mencerminkan karakter Sumedang.

“Sumedang punya banyak sekali sumber inspirasi. Tinggal bagaimana semua kekayaan itu kita tuangkan menjadi sebuah karya batik yang indah, orisinal, memiliki filosofi, dan benar-benar mencerminkan karakter Sumedang,” katanya.

Dijelaskan Dony, Pengembangan batik Sumedang harus berangkat dari kekuatan identitas daerah, memadukan tradisi dengan inovasi, memiliki narasi yang kuat, bernilai komersial, serta dikembangkan secara berkelanjutan.

“Identitas Sumedang harus kita gali. Tradisi kita padukan dengan inovasi. Batik ini juga harus memiliki narasi, sehingga ketika orang melihatnya ada cerita tentang Sumedang, ada sejarah, budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujar Bupati Dony.

Ia mengajak seluruh peserta dan pelaku batik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kemajuan membutuhkan keberanian untuk berubah dan berkompetisi.

“Tidak ada kemajuan tanpa perubahan, tanpa kita berkompetisi. Ini menjadi ruang dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Baca juga :  AKP Anang Rutin Lakukan Pembinaan dan Penyuluhan Kepada Satpam Perkantoran

Ia berharap dari kegiatan ini lahir karya yang memiliki karakter kuat hingga mampu menjadi penanda identitas daerah.

“Saya harap, dari kegiatan hari ini lahir sebuah karya yang nantinya ketika orang melihatnya langsung berkata, ‘Ini batik Sumedang,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut diberikan pula pemberian hadiah kepada para pemenang lomba desain batik yang diserahkan langsung Galih Dimuntur Kartasasmita Anggota DPR RI didampingi Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir.

Untuk Kategori pelajar, Juara I diraih Shaskia Sulistiawati dari SMAN Darmaraja dengan karya “Simbol Kebanggaan Sumedang” dengan nilai akhir 78,27, Juara II Ananda Namira Syaidatunnisa dari SMA Yadika Tanjungsari Sumedang dengan karya “Ngarumat Binokasih, Naliken Tali Kaasih – Merawat Warisan, Mengikat Kasih, Meneruskan Jati Diri” dengan nilai 78,13.

Dan Juara III kategori pelajar diraih oleh Shufi Zaenal Muttakin dari SMK PPN Tanjungsari dengan karya “Batik Kejayaan Sumedang Larang” dengan nilai 74,87.

Sementara kategori umum, Juara I diraih Rania Salsabila dari Rumah Batik Sumedang dengan karya “Binokasih Dijaga Naga Paksi (Warisan Leluhur, Dijaga Sepenuh Hati, Tumbuh Bersama Hanjuang)” dengan nilai 84,80.

Sementara itu Juara II Nadzifatin Alfi Anifa dari Komunitas Endikat Teman Bicara dengan karya “Warisan Tiga Pusaka: Kejayaan, Keberanian, dan Kesucian” dengan nilai 83,00, serta Juara III Humaira Arsya Ufinadifa dari Komunitas Batik Sumedang dengan karya “Seni Tarawangsa Rancakalong” dengan nilai 80,53. (hms/bon)

Previous Post

ASN Sumedang Diminta Percepat Digitalisasi Perlinsos

Next Post

Bersumber dari Zakat Para Pengguna Aplikasi BRImo, BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Cianjur

BeritaTerkait

Ekonomi

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026
Ekonomi

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay
Featured

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Featured

Lewat Subuh Berjamaah, Wabup Sumedang Ajak Kuatkan Ukhuwah dan Akidah

Oktober 20, 2026
Featured

Pemda Sumedang Matangkan Penertiban 5.100 KJA Liar di Waduk Jatigede

Oktober 20, 2026
Featured

DPRD Pangandaran Desak Pemda Siapkan Tandon Air di Setiap Desa Terdampak Kekeringan, Antisipasi El Nino hingga 2027

Oktober 20, 2026
Next Post

Bersumber dari Zakat Para Pengguna Aplikasi BRImo, BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Cianjur

No Result
View All Result

Berita Terkini

Tembus 11.000 Paket, Pangdam Siliwangi dan Mitra Sosial Perluas Bantuan untuk Warga

Oktober 21, 2026

Pangdam III/Siliwangi Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, KDMP Pasawahan Tuntas Dibangun

Oktober 21, 2026

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, BRI Peduli Fasilitasi Ambulans Gratis di Kabupaten Bandung

Oktober 21, 2026

Buka Peluang Kemitraan bagi Komunitas, LinkAja Kembangkan Beyond the Wallet

Oktober 21, 2026
Willem Frans Ansanay

Catatan Penting Ketum BaraJP untuk Dua Program Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC