BANDUNG, — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, beberapa waktu lalu meluncurkan program KKN Tematik Citarum Harum.
Bertajuk Sumbangsih Pendidikan Tinggi Untuk Wujudkan Citarum Harum tepat pada momentum Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur, Kota Bandung pada 3 Mei 2018 lalu.
Acara tersebut dirangkaikan lalu dengan seminar, pameran foto, dan poster riset bertemakan Pentahelix Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum 2018 : Upaya Pengendalian dan Pencegahan Pencemaran Serta Kerusakan DAS Citarum.
Menindaklanjuti hal itu Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Pembelajaran Kolaboratif Melalui KKN Tematik Citarum Pentahelix Tahun 2018 digelar di Gedung LPM UPI, Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (21/11/2018).
Salahsatu undangan Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat memaparkan cakupan wilayah tugas Sektor 21 cukup luas menangani anak dan cucu sungai Citarum mulai Kabupaten Sumedang, sebagian Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi. Jadi, berbeda dengan sektor lainnya.
“Untuk percepatan penyelesaian persoalan Citarum, Sektor saya pernah menerima mahasiswa KKN Tematik walau jumlahnya tidak banyak, ada 80 mahasiswa dari UIN dan 40 mahasiswa dari Universitas Langlangbuana. Dua hari lalu kami menerima mahasiswa KKN dari Politeknik TEDC,” tambah Dansektor 21.
Persoalan di Sektor 21 cukup kompleks, diantaranya berdasarkan data, ada sekitar 14 ribu rumah warga masyarakat yang tidak memiliki septictank. “Itu baru data di Kabupaten Bandung, belum di Kota Cimahi dan di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
“Itu semua masuk langsung ke sungai, dan sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang berkoordinasi dengan satgas untuk menangani persoalan itu,” terangnya.
Dansektor pun melanjutkan penjelasannya tentang progress pembuatan bak sampah di lingkungan warga serta program penanaman pohon.
“Mudah-mudahan mahasiswa yang melaksanakan KKN di wilayah tugas saya mendapatkan pembekalan yang cukup, banyak hal yang bisa dilakukan disitu,” pungkas Kolonel Yusep.
Dalam acara tersebut hadir Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Paristiyanti Nurwardani, Rektor UPI Prof. DR. H. R. Asep Kadarohman MSi, jajaran Komandan Sektor Satgas Citarum, dari Sektor 4, 5, 6, 7, 8, 21, dan 22.
Selain itu hadir pula Sekertaris LPPM UPI, perwakilan dari UNPAD, UNPAR, UNISBA, Telkom University, UIN, Politeknik Cimahi.
Dalam diskusi tersebut disampaikan hal-hal penting tentang program KKN yang akan dilaksanakan, pembagian mahasiswa KKN di setiap Sektor, pembentukan desa percontohan, penghijauan dan penyediaan bibit, pengolahan sampah, edukasi kepada masyarakat di bantaran, juga saran dan masukan dari para Dansektor.
Para Dansektor juga memaparkan kondisi, diantaranya karakteristik dan demografi yang ada di masing-masing sektor.
Elly










