• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Oktober 4, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Warga Keluhkan Bau Menyengat di Sekitar SPPG Kedungwuluh, Pengelola Klaim IPAL Penuhi Baku Mutu

Warga Keluhkan Bau Menyengat di Sekitar SPPG Kedungwuluh, Pengelola Klaim IPAL Penuhi Baku Mutu

red cyber by red cyber
September 17, 2026
in Regional
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

PANGANDARAN — Sejumlah warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan bau tidak sedap yang disebut tercium di lingkungan permukiman, baik pada siang maupun malam hari.

Menurut warga, bau tersebut cukup menyengat hingga membuat mereka merasa tidak nyaman untuk bersantai atau duduk di sekitar rumah. Bahkan, bau yang dirasakan disebut menusuk dan mengganggu selera makan.

Selain bau di lingkungan permukiman, beberapa warga yang memiliki sumur di sekitar lingkungan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mengaku merasakan bau tidak sedap pada air sumur mereka.

Keluhan tersebut kemudian dikaitkan warga dengan keberadaan dan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) SPPG. Namun, hingga kini belum terdapat hasil pemeriksaan independen yang memastikan sumber bau maupun hubungan langsung antara kondisi sumur warga dengan operasional IPAL SPPG.

SPPG Kedungwuluh yang berada di Dusun Babakanjaya, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, disebut dikelola Yayasan Adlan Sehat Sejahtera dengan penanggung jawab bernama Advie Alfian. Warga menyebut dapur MBG tersebut telah beroperasi kurang lebih dua tahun.

Warga Pertanyakan Kondisi IPAL

Keluhan warga tidak hanya menyangkut bau, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitar SPPG. Warga mempertanyakan pengelolaan IPAL serta sejumlah persyaratan lingkungan yang berkaitan dengan operasional dapur MBG.

Seorang sumber yang mengaku pernah terlibat dalam pengelolaan SPPG tersebut bahkan menyampaikan bahwa sistem IPAL yang digunakan sejak awal operasional dinilai belum sesuai dengan ketentuan.

“Sejak berdiri IPAL-nya tidak sesuai dengan aturan dan membuat sendiri IPAL seadanya, tidak mengacu pada aturan yang telah ditentukan,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca juga :  Karang Taruna dan KNPI Cileunyi Gandeng RSUD Otista Selenggarakan Donor Darah

Keterangan tersebut merupakan pernyataan dari sumber dan masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan teknis serta dokumen resmi terkait instalasi pengolahan air limbah yang digunakan.

Pengelola Klaim IPAL Sesuai Baku Mutu

Pihak pengelola SPPG Kedungwuluh memberikan klarifikasi berbeda. Pengelola menyatakan IPAL telah terpasang dan pemeriksaan terhadap baku mutu air limbah telah dilakukan oleh petugas pengambil sampel air limbah yang tersertifikasi.

Menurut pengelola, sejumlah parameter telah diperiksa, antara lain pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), NH3+, grease in water, Total Dissolved Solids (TDS), serta kloroform.

Pengelola menyatakan hasil pemeriksaan terhadap parameter tersebut memenuhi baku mutu.

Namun, dalam klarifikasi yang diterima, belum disertakan salinan hasil uji laboratorium atau dokumen pemeriksaan yang dapat ditelaah secara independen.

Karena itu, klaim mengenai pemenuhan baku mutu tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen hasil pengujian dan pemeriksaan pihak berwenang.

Sertifikasi Keamanan Pangan

Selain persoalan IPAL, pengelola menyampaikan bahwa sejumlah persyaratan terkait keamanan pangan dan sanitasi telah dipenuhi.

Pengelola menyebut SPPG memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. SPPG juga disebut telah memiliki sertifikat halal.

Sementara penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) masih dalam proses.

Tenaga Kerja dan Supplier Turut Dipertanyakan

Warga juga mempertanyakan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam operasional SPPG, termasuk komposisi tenaga kerja dan keterlibatan warga setempat.

Pengelola menjelaskan, pada awal operasional, jumlah relawan dari Desa Kedungwuluh disebut lebih dari 50 persen. Namun, sebagian relawan yang dinilai memiliki kinerja kurang baik dan berusia di atas 40 tahun kemudian diberhentikan.

Baca juga :  Satgas Subsektor 02 Cileunyi Bersihkan Area Seluas 80 M2 Berhasil Angkat 70 Kg Sampah

Persoalan pengadaan bahan kebutuhan dapur juga menjadi perhatian warga. Mereka mempertanyakan dugaan dominasi supplier tertentu serta mekanisme pembayaran melalui koperasi.

Pengelola membantah adanya monopoli supplier dan menyatakan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah dilakukan dengan hasil yang dinilai baik.

Namun, dokumen hasil audit maupun rincian mekanisme pengadaan belum disertakan dalam klarifikasi yang diterima sehingga informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Keluhan Warga Menunggu Verifikasi

Perbedaan keterangan antara warga dan pengelola membuat persoalan tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak berhenti pada klaim masing-masing pihak.

Pemeriksaan kondisi sumur warga, pengujian kualitas air secara independen, serta penelusuran dokumen IPAL, perizinan lingkungan dan hasil uji laboratorium dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Langkah tersebut penting, terutama karena keluhan warga tidak hanya menyangkut bau di lingkungan permukiman, tetapi juga adanya warga yang mengaku mencium bau pada air sumur mereka.

Pengelola sendiri meminta agar persoalan operasional SPPG dibahas berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta ketentuan teknis yang berlaku. Pengelola menyebut penentuan kelayakan operasional dapur berada pada kewenangan Satuan Tugas Badan Gizi Nasional (BGN) atau petugas BGN.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat hasil pemeriksaan independen yang dipublikasikan yang memastikan adanya pencemaran atau hubungan langsung antara operasional IPAL SPPG Kedungwuluh dengan bau yang dikeluhkan warga.

Karena itu, keluhan masyarakat dan penjelasan pengelola masih perlu diuji melalui data, dokumen, serta pemeriksaan teknis dari instansi yang berwenang.(ASZ)

Previous Post

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat melalui Bimtek

Next Post

Bupati Tanah Bumbu Bangun Siring Laut di Pagatan, Antisipasi Gelombang Pasang

BeritaTerkait

Featured

I Love MAKO 2026 Hadir 28 September–2 Oktober, Ratusan Produk MAKO Cake & Bakery Ditawarkan dengan Harga Spesial

September 30, 2026
Ekonomi

BRI Peduli Hadir di Ciamis, Bantu Perbaikan Rumah Keluarga Risiko Stunting

September 30, 2026
Regional

‎Pipa Limbah SPPG Kedungwuluh Dialihkan ke Sungai, DLH Pangandaran: Itu Bukan Solusi ‎

September 19, 2026
Regional

‎Hasil Uji Lab Air Limbah SPPG Kedungwuluh Pangandaran Belum Penuhi Baku Mutu

September 19, 2026
Regional

Nobar Jadi Sarana Edukasi, Lapas Ciamis Kedepankan Pengamanan Humanis

September 12, 2026
Regional

Kagum dengan Karya WBP Lapas Ciamis, MDP Borong Novel The Advokat untuk Mahasiswa dan Advokat

September 11, 2026
Next Post

Bupati Tanah Bumbu Bangun Siring Laut di Pagatan, Antisipasi Gelombang Pasang

No Result
View All Result

Berita Terkini

Bupati Luncurkan Sumedang Outing Class Edutourism, PPS Disulap Jadi Laboratorium Kehidupan

Oktober 3, 2026

Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Prajurit,Pangdam III/Siliwangi Resmikan Area Latihan Keselamatan Berkendara

Oktober 3, 2026

Tantan Tegaskan Komitmen PWI untuk Membangun Hubungan yang Produktif Dengan Pemprov Jabar

Oktober 2, 2026

GSK 2026 Dorong Solidaritas dan Kepedulian Kemanusiaan Masyarakat Sumedang

Oktober 2, 2026

Kolaborasi SMPN 50 Bandung dengan DKPP Kota Bandung Ubah Lahan Terbengkalai Menjadi Kebun Produktif

Oktober 2, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC