TANAH BUMBU, – Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung menemui para calon penumpang kapal yang tertunda keberangkatannya di Pelabuhan Fery Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kunjungan tersebut dilakukan Bupati Tanah Bumbu pada Senin (17/03/2026) bersama Ketua DPRD Tanah Bumbu Andre Maulani, pihak kepolisian, serta sejumlah anggota DPRD Tanah Bumbu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati tidak hanya mendengarkan keluhan para penumpang yang tertunda keberangkatannya, tetapi juga mengambil langkah cepat dengan menyiapkan Dapur Umum BerAKSI untuk menyediakan makanan bagi para penumpang yang masih menunggu keberangkatan.
Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa dan sahur, mengingat sebagian besar penumpang harus bertahan di area pelabuhan selama beberapa hari menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Selain menyediakan dapur umum, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menyiapkan mobil toilet di sekitar lokasi pelabuhan guna memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang masih menunggu jadwal keberangkatan.
Kehadiran Bupati Tanah Bumbu secara langsung di tengah para penumpang tersebut mampu meredakan keresahan masyarakat yang sebelumnya merasa khawatir karena perjalanan mereka tertunda.
Dalam kesempatan itu, bupati juga memberikan semangat kepada para calon penumpang serta memastikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pihak ASDP agar seluruh penumpang yang tertunda tetap dapat diberangkatkan.
“Semoga ini ada hikmahnya, tetap sabar. Insyaallah kalian dijamin bisa pulang kampung,” ujar Bupati kepada para penumpang.
Langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Bupati Tanah Bumbu tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para calon penumpang yang merasa diperhatikan di tengah situasi sulit menjelang musim mudik Lebaran.
Diketahui, sebanyak 269 calon penumpang KM Awu-Awu tujuan Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan, terpaksa menunda keberangkatan akibat kelebihan kapasitas kapal, Senin (16/03/2026).
Meskipun para penumpang tersebut telah mengantongi tiket dan bahkan sempat naik ke kapal, mereka terpaksa turun kembali demi alasan keselamatan pelayaran.
Kepala ASDP Cabang Batulicin, Ardian, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan aturan dari Kementerian Perhubungan yang menempatkan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama dalam setiap pelayaran.
“Kami mengikuti aturan bahwa keselamatan adalah nomor satu, dengan moto mudik aman keluarga bahagia. Kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan saat pelayaran,” jelas Ardian.
Ia juga memastikan bahwa seluruh penumpang yang tertunda tetap akan diberangkatkan menggunakan kapal yang sama setelah kapal tersebut kembali bersandar di Pelabuhan Batulicin, yang diperkirakan pada Kamis (19/03/2026).
“Kami sudah mendata seluruh penumpang yang tertunda dan menjamin mereka akan tetap diberangkatkan hingga sampai ke Pelabuhan Garongkong untuk dapat berlebaran bersama keluarga,” tambahnya.
Terkait adanya dugaan praktik calo tiket, pihak ASDP menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan, baik yang berasal dari pihak internal maupun eksternal.
ASDP juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres Tanah Bumbu untuk menindaklanjuti dugaan tersebut. Selain itu, masyarakat diimbau agar membeli tiket secara resmi melalui layanan online guna menghindari potensi penipuan atau praktik percaloan tiket kapal. (Ag)












