• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Ketua DPRD Kota Bandung, Pengelolaan Sampah Dikewilayahan Perlu Didukung dengan Anggaran

Ketua DPRD Kota Bandung, Pengelolaan Sampah Dikewilayahan Perlu Didukung dengan Anggaran

red cyber by red cyber
Oktober 16, 2024
in Featured, PARLEMEN
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, – Tak dipungkiri, banyak aspirasi dan masukan dari masyarakat mengenai isu lingkungan ataupun permasalahan sampah.

Hal tersebut cukup beralasan, sebab ada kekhawatiran Kota Bandung darurat sampah jilid kedua, menyusul kondisi kritis di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti dalam dua minggu terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, SH saat menjadi narasumber Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, Selasa 15 Oktober 2024.

“Memang terkait ini (sampah) salah satu isu lingkungan yang juga banyak aspirasi ke kami di dewan. Karena sampah ini bisa jadi kawan bisa jadi lawan. Ya, kalau kita bisa menjadikan bahwa sampah itu kita kelola dengan baik bisa jadi kawan bahkan bisa menghasilkan. Sebaliknya ketika kita tidak kelola dengan baik maka (sampah) bisa jadi lawan kita,” terang Kang Asmul biasa disapa.

Kang Asmul akui, Kota Bandung pernah mengalami darurat sampah, sehingga sampah numpuk dimana-mana, di jalanan hingga setiap sudut kota.

“Dan hari ini ketika kita bicara sampah memang tidak bisa dikelola hanya oleh Kota Bandung saja. Tentu dibutuhkan keterlibatan atau partisipasi daerah lainnya. Intinya untuk tempat pembuangan sampah pasti melibatkan kota kabupaten lain. Makanya kita bicara tentang cekungan Bandung, tak hanya Kota Bandung tetapi kita bicara tentang Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang juga,” jelasnya.

Baca juga :  OPINI: BaraJP Tetap Membara Bagi Negeri

Menurutnya, mau tidak mau harus ada alternatif lain ketika sampah sudah berat masuk atau overload ke Sarimukti.

“Menyikapi itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyiapkan lahan, karena tadi ini urusannya bukan sekedar Kota Bandung, tetapi ada kota dan kabupaten lain yang memiliki masalah dan dampak yang sama. Maka peran di situ kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menanggulangi, menyediakan tempat itu, itu harus segera dilakukan,” katanya.

Disamping itu, lanjut Kang Asmul, kota kabupaten termasuk kota Bandung juga harus mampu mengurangi buangan sampah bahkan idealnya yang dibuang itu sebetulnya cukup hanya sampah non organik.

“Kita harus mengupayakan sampah organik itu selesai di setiap kota kabupaten. Masing-masing tentunya ada proses untuk memilah sampah organik dan non organik. Seperti di Kota Bandung melalui kang pisman,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya memandang bahwa untuk mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah butuh waktu.

“Mengedukasi dan memberikan pencerahan pada masayarakat memang perlu proses, dimana disitu ada proses perubahan budaya prilaku dan sebagainya. Tapi kalau itu dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh secara terencana dengan baik maka mungkin saja bisa direalisasikan,” ujarnya optimistis.

Penanganan pun dimungkinkan bisa dilakukan kerjasama dengan pihak swasta. Apalagi, lanjutnya, ke depan tidak cukup sampah itu dikumpulkan dan dibuang.

Baca juga :  Pemimpin Kota Bandung Harus Punya Komitmen Dalam Memajukan Dunia Pendidikan

“Sampai kapanpun tidak akan selesai kalau dikumpulkan dan dibuang. Dulu sudah ada program namanya misalnya Kampus Manis, bagaimana masyarakat dididik untuk pengolahan sampah. Dan pengolahan itu kemudian dimanfaatkan. Nah hari ini juga Alhamdulillah sebetulnya pemerintah kota sudah berupaya terus semisalnya bikin tempat pembuangan sementara yang lebih terpadu. Disana memisahkan mana sampah organik dan unorganik. Lantas yang organik didaur ulang hingga ya macam-macam. Ada juga sistem magotisasi,” urainya.

Pengelolaan pun bisa dilakukan dengan melibatkan kewilayahan, tetapi dirinya menilai kewilayahan itu tidak cukup hanya diinstruksikan tetapi butuh pula didukung dengan anggarannya.

“Mereka (pemerintah wilayah) juga harus disupport dengan anggaran. Contoh nih di wilayah itu mereka misalnya bikin magotisasi, dan mereka akan bersemangat kalau bisa menghasilkan. Magotisasi bisa menghasilkan buat pakan ikan, bisa juga untuk tanaman dan sebagainya. Kan kalau itu menjadi daur ulang, itu manfaatnya akan lebih besar,” jelasnya.

Untuk mengelola ini diperlukan keseriusan semua stakeholder, butuh juga kerlibatan dan kerjasama pentahelix termasuk peran pers di dalamnya untuk memberikan penyadaran kepada warga. Kita sadari, isu lingkungan ini merupakan tantangan bagi kita. Kita berharap semoga segera tertangani dengan baik,” pungkasnya. **

Previous Post

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Ryry Azhary Akhirnya Divonis 6 Tahun

Next Post

Rektor Universitas Pancasila Apresiasi Polri Goes To Campus

BeritaTerkait

Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.
Featured

Sempurnakan Sistem Kependudukan Hingga Kesejahteraan Warga, DPRD Kota Bandung Sahkan Dua Raperda

Mei 1, 2026
Featured

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026
Featured

Dishub Kebut Penerangan Jalan Umum di 17 Ruas Jalan Prioritas

April 30, 2026
Featured

Wabup Sumedang Salurkan Bantuan untuk Petani Tembakau di Sukasari

April 30, 2026
Featured

Kepala Dinas di Sumedang Dilatih AI, Dorong Pengambilan Keputusan Berbasis Data

April 30, 2026
Featured

Pemkab Sumedang Komitmen Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

April 30, 2026
Next Post

Rektor Universitas Pancasila Apresiasi Polri Goes To Campus

No Result
View All Result

Berita Terkini

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Konser Musik Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis

Mei 1, 2026

Polemik Rekrutmen Relawan MBG di Ciamis Berujung Penganiayaan, Satu Warga Terluka

Mei 1, 2026
Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.

Sempurnakan Sistem Kependudukan Hingga Kesejahteraan Warga, DPRD Kota Bandung Sahkan Dua Raperda

Mei 1, 2026

Warga Binaan Lapas Ciamis Tampilkan Lagu Karya Sendiri, Musisi Donasikan Gitar

April 30, 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC