Pangandaran – Malam takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Pangandaran tahun ini tampil berbeda dan lebih semarak.
Polres Pangandaran menghadirkan inovasi dengan menggelar lomba ngadulag yang sukses mengubah tradisi takbiran menjadi parade budaya religius yang tertib, aman, dan penuh makna.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Bundaran Marlin Pangandaran, tepat di depan Masjid Agung Pangandaran, Jumat (20/3/2026) malam, dipadati ribuan warga dan wisatawan. Suasana yang biasanya diwarnai pawai kendaraan kini berganti menjadi pertunjukan seni tradisional yang sarat nilai budaya dan spiritual.
Kapolres Pangandaran melalui kegiatan ini menegaskan bahwa lomba ngadulag tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga bagian dari strategi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama malam takbiran.
Sebanyak 13 kelompok dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang mewakili 10 kecamatan ambil bagian dalam lomba ini. Masing-masing kelompok menampilkan kreativitas terbaiknya, tidak hanya melalui tabuhan bedug (dulag), tetapi juga melalui karya visual yang unik dan penuh filosofi.
Beragam miniatur ditampilkan, mulai dari perahu nelayan yang mencerminkan identitas pesisir Pangandaran, hingga replika kubah masjid dan ornamen ketupat raksasa sebagai simbol kemenangan dan kebersamaan di Hari Raya Idulfitri.
Tabuhan dulag yang ritmis berpadu dengan lantunan takbir menciptakan suasana religius yang menggema di sepanjang area acara. Harmoni antara seni, budaya, dan nilai keagamaan menjadikan setiap penampilan tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi spiritual masyarakat.
Antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya lokasi acara sejak malam hari. Kehadiran wisatawan dari berbagai daerah turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata lokal, sekaligus memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi wisata religi dan budaya.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga terbukti efektif dalam meminimalisir potensi gangguan keamanan. Dengan mengalihkan euforia masyarakat ke kegiatan yang terpusat dan terorganisir, risiko konvoi kendaraan, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.
Pendekatan humanis dan kultural yang dilakukan Polres Pangandaran ini menjadi contoh sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga tradisi tetap hidup tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Ke depan, lomba ngadulag ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan unggulan di Kabupaten Pangandaran. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga berpotensi besar menjadi magnet wisata religi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung setiap tahunnya.












