• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 23, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Dua Pabrik di Margaasih Disidak Dansubsektor 11, Hasilnya Aman

Dua Pabrik di Margaasih Disidak Dansubsektor 11, Hasilnya Aman

cyber by cyber
Februari 15, 2019
in Featured, Kronik
0
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG,- Dansubsektor 11 Letda Rubino memimpin langsung pengecekan dua pabrik tekstil di Desa Lagadar wilayah Margaasih Kabupaten Bandung,  Kamis (14/2/2019).

Kedua pabrik tersebut yakni
PT. Haksatex dan PT. Pulau Mas Texindo.

Sementara itu HRD PT Haksatex Herman Subekti menjelaskan, sejak berdiri pabrik tersebut  sudah  ada Industri Pengolahan Air Limbah (IPAL), ada bagian khusus untuk IPAL tersebut. Namun Herman mengaku sedikit banyak juga tahu prosesnya.

“Kita disini memakai sistem biologi,  kimia, fisika. Setelah  adanya program Citarum harum kita terus melakukan perubahan, terakhir kita bikin bak Claripyer, jadi ada 3 bak, pas tank/bak yang terakhir baru kita keluarkan. Sebelum proses itu maksimal, yang memang itu jernih kita  keluarkan, bila belum, kita balikan ulang. Kita juga tiap bulan melakukan tes hasil dibawah baku mutu,” kata Herman.

Setelah ada program Citarum Harum kita usahakan sampai jernih di oulet dan ada ikan mas hidup. Yang mau sidak ke pabrik ini bisa langsung ke sungai tempat kita buang limbah atau masuk pabrik, silahkan.
.
Dengan adanya program Citarum Harum yang sudah 1 tahun berjalan, kata Herman, perubahannya sudah 80 persen, sungai mulai bersih sangat jauh dengan dulu sebelum ada program Citarum Harum.

Baca juga :  Bupati Tanah Bumbu Kembali Pantau Tiga Posko Penyekatan di Wilayah Perbatasan

Herman menambahkan pabrik tersebut memproduksi kain sepatu, kain brokat dengan jumlah karyawan sebanyak 800 orang.

Air yang direcycle PT Haksatex ini sekitar 80 persen. Ada 3 RW di wilayah ini yang mengkonsumsi air dari pabrik sehingga air limbahnya harus bagus.

Sementara itu  Kabag Umum & HRD PT. Pulau Mas Texindo
Juhana  menjelaskan, pabrik tersebut sebelum ada Citarum harum IPAL nya sudah bagus.

“Setelah ada Citarum Harum kita adakan perubahan dan penambahan supaya sesuai kriteria pemerintah. Kita factory yang berdiri di lingkungan, ini pabrik yang disekitarnya ada lingkungan ada masyarakat, sehingga bagaimana caranya pabrik ini berproduksi tanpa merugikan sekitar dan rata-rata karyawannya masih orang di lingkungan sekitar,” kata Juhana.

Juhana menjelaskan pabrik tersebut sesuai dengan aturan, itu komitmen dari pemilik pabrik,  jika ada karyawan di bagian ipal membuat pelanggaran atau berbuat salah maka kita keluarkan karena akibatnya sangat patal.

Apabila ada kesalahan produksi kita ga masalah. Kalo tidur di produksi kerja tim bisa, tapi kalau tidur di IPAL itu ada efek yang nantinya berakibat ke semua.

Baca juga :  Resmi Bergabung, Sandy Nayoan Perkokoh Pengurus Pusat IWO

“Satgas disini mah kenceng-kenceng,  saya yang  menghadapi Satgas, ya sudahlah, daripada berhadapan dengan satgas lebih baik kita benerlah, lebih baik jangan berhadapan,” katanya.

Dari sisi kualitas IPAL kita lebih ditingkatkan karena ada beberapa yang mesti diiikuti yang menjadi ketentuan, kapan saja mengecek silahkan saja, adapun jumlah karyawan berjumlah 690 orang memproduksi polyster dan katun.

Hal senada juga dikatakan Diki hermawan bagian Utility. Menurut Diki, IPAL diolah dengan sistem biologi kemudian disempurnakan dengan sistim fisikia kimia. Air yang diolah sekitar 1900 M3/ hari untuk parameternya untuk COD awal ada di 500 mg/liter memproduksi teksil mulai dari benang sampai kain jadi.

“Untuk pengcekan perbulan kita sudah bekerjasama dengan lab dinas LH Kabupaten dengan pengecekan berkala. Pabrik ini sudah menjadi percontohan, begitupun dengan TNI tiap jam mengontrol saluran air kita,” kata Diki.

Dengan adanya program Citarum harum, kita juga menambah 2 parameter yaitu jernih dan tidak bau, kita juga di outlet terakhir ada ikan hidup.

El

Previous Post

Yana: Pergantian Kadisdik tak Pengaruhi Kinerja di Dinas Pendidikan

Next Post

Di Kota Bandung Kawasan Kumuh Semakin Berkurang…!

BeritaTerkait

Featured

83,8 Persen Warga Puas, Perubahan di Sekolah Bandung Mulai Terasa

April 23, 2026
Featured

Hasil Survei 85,9 Persen Warga Menyatakan Puas Terhadap Layanan Kesehatan

April 23, 2026
Dua terdakwa utama dari pihak swasta, yakni: Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, dan Berliana Tri Kusuma, Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya Keduanya diduga berperan sebagai pemberi suap kepada sejumlah pejabat di PN Depok.
Featured

Sidang Perdana yang Menyeret Ketua Pengadilan Depok, Jaksa KPK Hadirkan Dua Terdakwa

April 23, 2026
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., menjadi narasumber Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) bagi perusahaan di wilayah Kota Bandung, di Hotel Grandia, Bandung, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Dok Humas)
Featured

Rizal Khairul: PP Bentuk Keseimbangan Iklim Investasi dan Kesejahteraan Pekerja

April 23, 2026
Featured

OC Kaligis Nilai Kasus eFishery Bukan Pidana, Andri Yadi Disebut Tak Punya Niat Jahat

April 22, 2026
Featured

Pendidikan, Infrastruktur hingga UMKM Sumedang Menguat

April 22, 2026
Next Post

Di Kota Bandung Kawasan Kumuh Semakin Berkurang...!

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

83,8 Persen Warga Puas, Perubahan di Sekolah Bandung Mulai Terasa

April 23, 2026

Hasil Survei 85,9 Persen Warga Menyatakan Puas Terhadap Layanan Kesehatan

April 23, 2026
Dua terdakwa utama dari pihak swasta, yakni: Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, dan Berliana Tri Kusuma, Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya Keduanya diduga berperan sebagai pemberi suap kepada sejumlah pejabat di PN Depok.

Sidang Perdana yang Menyeret Ketua Pengadilan Depok, Jaksa KPK Hadirkan Dua Terdakwa

April 23, 2026
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., menjadi narasumber Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) bagi perusahaan di wilayah Kota Bandung, di Hotel Grandia, Bandung, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Dok Humas)

Rizal Khairul: PP Bentuk Keseimbangan Iklim Investasi dan Kesejahteraan Pekerja

April 23, 2026

OC Kaligis Nilai Kasus eFishery Bukan Pidana, Andri Yadi Disebut Tak Punya Niat Jahat

April 22, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC