• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, November 3, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Aktivis : Mau Dibawa Kemana Karang Taruna saat ini

Aktivis : Mau Dibawa Kemana Karang Taruna saat ini

red cyber by red cyber
Juni 25, 2021
in Featured, Kronik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jabar,-Di usia ke 60 tahun ini Karang taruna yang kita kenal sebagai wadah pengembangan generasi muda khususnya di bidang kesejahteraan sosial seharusnya semakin matang dan kuat dalam sisi regulasi.

Namun kini dengan diterbitkannya permensos 25/2019 malah semakin ambigu. Bagaimana tidak, walaupun organisasi ini bukan organisasi kepemudaan tetapi organisasi sosial yang identik dengan anak muda sebagai penggeraknya kini justru kepengurusannya tidak sedikit yang sudah memasuki orang tua.

Karena hal ini mengacu kepada permensos tersebut yang tidak lagi mengisyaratkan batasan maksimal untuk kepengurusan karang taruna. Tentunya kini di kepengurusan tingkat Kab/kota hingga nasional sudah mengabaikan semangat kaderisasi & regenerasi.

Kalau mengacu pada pengertian lain dari karang taruna itu adalah tempatnya (pekarangan) remaja/anak muda (taruna), tetapi masih saja didominasi oleh kaum-kaum tua.

Jika dibandingkan dengan KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan yang mengacu pada UU No.40 tentang Kepemudaan, justru organisasi ini sudah mulai menerapkan batasan maksimal kepengurusan di usia 30 tahun. Sehingga perwujudan anak muda sebagai generasi pembaharu bangsa akan semakin nyata.

Dalam hal lain, diperparah dengan kondisi yang baru-baru ini terjadi, yakni adanya pelantikan dan penerbitan SK kepengurusan karang taruna dilakukan oleh satu tingkat diatasnya, padahal dalam perjalanan sejarah hingga diterbitkannya permensos 25/2019 ini, jelas bahwa yang berwenang mengeluarkan SK dan melantik kepengurusan karang taruna adalah pembina umumnya masing-masing.

Baca juga :  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Angota Brimob Jabar Budidaya Lele Bareng Warga Binaan

Dalam hal ini kepala daerah untuk tk. Kab/kota dan provinsi, camat untuk tk. Kecamatan dan kades/lurah untuk tk. Desa/kelurahan, sedangkan untuk tk. Nasional oleh menteri sosial.

Entah apa regulasi yang mendasari kepengurusan tingkat provinsi berwenang melantik & mengeluarkan SK kepengurusan di tk. Kab/kota. Dan menurut informasi yang diterima penulis konon dasarnya adalah AD/ART yang diterbitkan oleh Karang Taruna Nasional (PNKT).

Namun dalam hal ini, penulis berani menentang apa yang disampaikan tersebut, karena jelas dalam permensos 25/2019 tidak ada satu pasal pun yang menyebutkan jika AD/ART karang taruna diterbitkan oleh PNKT. Maka, penulis bisa menarik kesimpulan bahwa karang taruna di seluruh tingkatan bisa menerbitkan AD/ART masing-masing, serta AD/ART tersebut tidak mengikat kepada kepengurusan satu tingkat dibawahnya.

Penulis kembali membandingkan dengan KNPI, jika kondisi saat ini KNPI yang kita kenal memiliki banyak versi kepengurusan (dualisme), namun kini mulai ramai diberitakan akan terjadinya penyatuan wadah KNPI menjadi satu kepengurusan saja.

Namun miris, justru dengan kondisi pembenaran yang terjadi karang taruna, justru akan menimbulkan dualisme kepengurusan antara kepengurusan yang disahkan oleh pembina Umum dan kepengurusan yang disahkan oleh pengurus satu tingkat diatasnya.

Baca juga :  BEEC Tawarkan IOT Ke Pemkot Bandung

Bagi penulis, ini merupakan bentuk kegagalan para pengurus di tingkat nasional yang tidak mampu menterjemahkan kebutuhan karang taruna di tingkat basis. Padahal jelas karang taruna itu kedudukannya berada di tingkat desa/kelurahan yang bersifat otonom.

Maka, tidak menutup kemungkinan bahwa karang taruna di tingkat desa/kelurahan tersebut akan mengatur rumah tangganya masing-masing tanpa harus memperdulikan keberadaan karang taruna di tk. Kecamatan s/d nasional.

Diperkuat dengan keberadaan pengurus Karang Taruna di tk. Kecamatan s/d nasional hanya sebagai media informasi, komunikasi, koorsinasi, kolaborasi dan konsultasi, maka jelas tidak ada alur intruksi kepada karang taruna di tingkat bawahnya.

Maka penulis berharap adanya sebuah evaluasi dari regulasi berlaku saat ini, yaitu permensos 25/2019 atau bahkan penulis berharap PNKT mampu mendorong pemerintah agar diterbitkannya sebuag Undang-Undang tentang Karang Taruna.

Agar keberadaan dan eksistensi karang taruna benar-benar diakui secara regulasi dan dirasakan manfaatnya secara enksistensi.

Penulis : Dicki Dirmania (Mang Kuwu)
Aktivis Karang Taruna dan Kepemudaan Jabar

Previous Post

Gubernur DKI Jakarta Ingatkan Warga Waspada Covid-19 di Ruang Publik

Next Post

Kapolri Terbitkan E-Book Pedoman Manajemen Kontijensi Klaster Covid-19

BeritaTerkait

Featured

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026
Featured

1.185 Unit PJU Telah Terpasang di Priangan Timur

November 3, 2026
Featured

500 Mahasiswa Unpad Manfaatkan Geoteater Rancakalong Sebagai Ruang Belajar

November 2, 2026
Featured

Semangat Berbagi, Dapur Kartika Grup Sajikan 250 Porsi

November 2, 2026
Featured

Petualangan Koki Cilik B2SA di Tanah Bumbu, Siswa TK Negeri Pembina Karang Bintang Belajar Panen dan Olah Sayuran

November 2, 2026
Featured

Bupati Andi Rudi Latif Raih Jamsostek Award 2025, Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Perlindungan Pekerja

November 2, 2026
Next Post

Kapolri Terbitkan E-Book Pedoman Manajemen Kontijensi Klaster Covid-19

No Result
View All Result

Berita Terkini

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026

1.185 Unit PJU Telah Terpasang di Priangan Timur

November 3, 2026

500 Mahasiswa Unpad Manfaatkan Geoteater Rancakalong Sebagai Ruang Belajar

November 2, 2026

Semangat Berbagi, Dapur Kartika Grup Sajikan 250 Porsi

November 2, 2026

Petualangan Koki Cilik B2SA di Tanah Bumbu, Siswa TK Negeri Pembina Karang Bintang Belajar Panen dan Olah Sayuran

November 2, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC