TANAH BUMBU, – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., secara resmi membuka kegiatan “AKSI Bejual Wadai” yang digelar di kawasan depan Masjid Agung Al Falah, Kecamatan Simpang Empat, pada Senin, 23 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu (Disbudporpar Tanbu) ini melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Event tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 14 Maret 2026 dan menjadi sentra pasar wadai yang meramaikan suasana Ramadan di daerah itu.
“AKSI Bejual Wadai” merupakan tradisi khas yang telah mengakar di tengah masyarakat Banua. Tradisi ini lahir dari nilai kebersamaan, semangat berbagi, serta kearifan lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu, kegiatan ini menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Berbagai sajian khas Ramadan ditawarkan di setiap lapak UMKM yang berpartisipasi. Aneka kue tradisional dan minuman berbuka puasa tersaji menggugah selera, sekaligus merepresentasikan kekayaan kuliner lokal. Wadai yang dijajakan bukan sekadar hidangan, tetapi juga simbol warisan budaya yang sarat makna.
Beberapa kuliner tradisional yang turut meramaikan kegiatan ini antara lain lupis, bingka, dan serabi—makanan khas yang telah lama dikenal dan menjadi favorit masyarakat saat Ramadan. Kehadiran beragam jajanan tersebut menjadikan “AKSI Bejual Wadai” sebagai ruang temu antara aspek budaya, ekonomi, dan spiritualitas dalam nuansa penuh keberkahan.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Bumbu menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, tetapi juga sebagai upaya nyata melestarikan budaya lokal dan mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan daerah.
“Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menampilkan kreativitas serta kualitas produk kuliner lokal. Perputaran ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan pasar wadai diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Dan nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa “AKSI Bejual Wadai” selaras dengan visi BerAKSI dalam mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab, melalui penguatan sumber daya manusia serta tata kelola pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM berbasis industri unggulan serta mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Tanah Bumbu. (Ag)












