• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Oktober 30, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Bandung Digital Safety Forum 2026 Hadir di Bandung, Bongkar Ancaman Scam, Deepfake hingga Judi Online

Bandung Digital Safety Forum 2026 Hadir di Bandung, Bongkar Ancaman Scam, Deepfake hingga Judi Online

red cyber by red cyber
Agustus 31, 2026
in Ekonomi, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Ancaman kejahatan digital yang semakin canggih, mulai penipuan online, phishing, manipulasi bukti transfer hingga deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI), menjadi perhatian serius di tengah pesatnya transaksi digital masyarakat.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat bersama Jurnalis Hukum Bandung (JHB) menginisiasi BANDUNG DIGITAL SAFETY FORUM (BDSF) 2026, yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 29 Oktober 2026 di Pendopo Wali Kota Bandung.

Ketua Panitia Bandung Digital Safety Forum 2026, Yedi Supriadi, mengatakan forum tersebut berangkat dari kegelisahan melihat modus kejahatan digital yang berkembang semakin cepat dan dapat menyasar siapa saja.

“Teknologi digital memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Tetapi pada saat bersamaan modus kejahatannya juga semakin canggih. Sekarang suara bisa ditiru, wajah bisa dimanipulasi, bahkan bukti transfer bisa direkayasa,” kata Yedi Supriadi di Bandung, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut menggunakan teknologi. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan atau melakukan transaksi.

“Korban tidak mengenal latar belakang pendidikan maupun profesi. Orang yang memahami hukum dan berpendidikan tinggi sekalipun bisa menjadi korban ketika pelaku berhasil memainkan kepercayaan dan kepanikan,” ujarnya.

Kerugian Kejahatan Siber Tembus Triliunan Rupiah

Ancaman tersebut bukan persoalan kecil. Data pemerintah menunjukkan kerugian finansial akibat kejahatan digital telah mencapai angka triliunan rupiah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat akumulasi dana korban kejahatan siber yang dilaporkan hingga April 2026 mencapai sekitar Rp9,5 triliun.

Sementara data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga Juni 2026 terdapat lebih dari 608 ribu kasus penipuan yang ditangani.
Lebih dari 557 ribu rekening diblokir, sekitar Rp674 miliar dana berhasil diamankan atau diblokir, dan hampir Rp200 miliar telah dikembalikan kepada korban.

Baca juga :  Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa Suak

Ancaman juga berkembang seiring pemanfaatan AI.

Modus seperti voice cloning, deepfake video, impersonation, phishing, SIM swap hingga manipulasi bukti transfer membuat masyarakat semakin sulit membedakan komunikasi asli dengan rekayasa pelaku.

Korban Bisa Siapa Saja
Pengalaman di Bandung memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan maupun jabatan tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari jebakan social engineering.

Pada Juli 2026, misalnya, seorang mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung dilaporkan menjadi korban scam dengan modus pelaku mengaku sebagai petugas Dukcapil.

Kalangan jurnalis pun tidak sepenuhnya terbebas dari ancaman serupa. Sejumlah anggota JHB pernah bersinggungan dengan modus penipuan online.

Menurut Yedi, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi keamanan digital perlu menyentuh masyarakat secara lebih praktis.

“Yang ingin kami bangun melalui Bandung Digital Safety Forum bukan ketakutan terhadap teknologi, tetapi kewaspadaan. Kuncinya adalah membiasakan masyarakat untuk memverifikasi,” katanya.

UMKM Jadi Salah Satu Fokus BDSF 2026

Pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam Bandung Digital Safety Forum 2026.

Digitalisasi pembayaran memberikan kemudahan besar bagi usaha kecil. Namun pada saat bersamaan muncul risiko baru, seperti bukti transfer palsu, pembajakan akun bisnis, phishing marketplace, pencurian OTP hingga pinjaman online ilegal.

Karena itu, BDSF 2026 tidak dirancang sekadar menjadi seminar.
Forum ini akan menghadirkan Main Forum & Panel, Live Digital Fraud Demonstration, UMKM Digital Safety Class, Digital Safety Clinic, hingga Bandung Digital Safety Commitment.
Peserta akan mendapatkan gambaran bagaimana modus deepfake, voice cloning, phishing dan manipulasi bukti transfer bekerja, sekaligus mempelajari langkah pencegahannya.

Baca juga :  Sat Narkoba Polres Sumedang Ringkus Pengedar Sabu

“Kami ingin peserta pulang membawa pengetahuan yang bisa langsung digunakan. Pedagang harus tahu bahwa bukti transfer di layar belum tentu berarti uang sudah masuk. Masyarakat juga harus tahu apa yang pertama dilakukan ketika menjadi korban scam,” ujar Yedi.

Dua Mentri Dijadwalkan Hadir

Dua Menteri Masuk Agenda Undangan
BDSF 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, regulator, penegak hukum, industri keuangan, akademisi, industri teknologi, media, mahasiswa dan UMKM.

Dua menteri masuk dalam agenda untuk diundang sebagai narasumber utama, yakni Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, Ph.D.

Forum juga dirancang melibatkan OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Kota Bandung, BSSN, PPATK, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, perbankan, operator telekomunikasi serta industri teknologi.

Sekitar 150–300 peserta dari kalangan UMKM, mahasiswa, komunitas dan unsur pemerintahan diproyeksikan hadir.
Menurut Yedi, PWI Jawa Barat dan JHB berharap BDSF tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal memperkuat budaya keamanan digital dari Bandung.

“Semangatnya sederhana, aman bertransaksi, cerdas memverifikasi, dan cepat merespons insiden. Kami ingin masyarakat semakin berani menggunakan teknologi, tetapi juga semakin sulit diperdaya oleh pelaku kejahatan digital,” kata Yedi Supriadi.**

Tags: Bandung Digital Safety ForumJhbpwi
Previous Post

Yudo Hermanto Jadi Kapolda Sulut, Roycke Langie Promosi ke Mabes Polri

Next Post

Pemkesra Sumedang Ajak ASN Jadikan Kelapangan Hati Bagian Penting Pelayanan Masyarakat

BeritaTerkait

Featured

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026
Ekonomi

YBM BRILiaN Region 9 Bandung Gulirkan Program Ketahanan Pangan bagi Lansia dan Keluarga Prasejahtera

Oktober 29, 2026
Featured

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026
Featured

BaraJP: Gibran Jadi Korban Perundungan Politik Brutal, Lawan!

Oktober 28, 2026
Featured

Bandung Digital Safety Forum 2026, Kamis 29 Oktober Siap Digelar

Oktober 28, 2026
Featured

Pleno BaraJP Tegaskan Satu Komando! Ketum Sebut Belum Ada Arahan Lain Selain Kawal Prabowo-Gibran JAKARTA,– Rapat Pleno ke-3 DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/10), menetapkan sikap politik tegas: satu komando di garis Jokowi. Pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP BaraJP, Willem Frans Ansanay tersebut menjadi penegas bahwa BaraJP tetap solid dan tidak terpecah. “Belum ada arahan lain selain tetap mendukung penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami tetap komit mendukung selama belum ada arahan baru dari Bapak Jokowi,” ujar Willem, dengan tegas. Willem menjelaskan, sikap ini diambil untuk menjawab spekulasi liar di luar yang mencoba membenturkan relawan Jokowi dengan pemerintah. Ia memastikan BaraJP tidak akan kemana-mana dan tidak ada manuver politik lain di luar arahan Jokowi. “BaraJP memastikan relawan Jokowi tetap satu barisan mengawal pemerintahan hasil perjuangan bersama. Ini adalah pemerintahan yang kita perjuangkan bersama Bapak Jokowi. Jadi kewajiban kita untuk kawal sampai tuntas,” lanjutnya. Lebih jauh, pleno menginstruksikan kepada seluruh DPD dan DPC BaraJP di seluruh Indonesia untuk tetap merapatkan barisan dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan, bukan terpancing isu-isu yang memecah belah. “BaraJP tetap dukung pemerintah, tetap di garis Jokowi, tidak ada manuver lain. Kami satu komando,” pungkasnya. (Ist)

Oktober 28, 2026
Next Post

Pemkesra Sumedang Ajak ASN Jadikan Kelapangan Hati Bagian Penting Pelayanan Masyarakat

No Result
View All Result

Berita Terkini

Pangdam Kosasih: Saung Satuan Bukan Sekadar Tempat Istirahat, tetapi Perekat Kebersamaan

Oktober 30, 2026

Didukung BRI, BDSF 2026 Apresiasi Inovasi Digital Sumedang, E-Voting Pilkades di 92 Desa Jadi Perhatian

Oktober 29, 2026

YBM BRILiaN Region 9 Bandung Gulirkan Program Ketahanan Pangan bagi Lansia dan Keluarga Prasejahtera

Oktober 29, 2026

Mayjen TNI Kosasih Raih KNPI Award 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelaku Perubahan

Oktober 29, 2026

BaraJP: Gibran Jadi Korban Perundungan Politik Brutal, Lawan!

Oktober 28, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC