MANADO, — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri. Rotasi tersebut turut membawa perubahan pada jajaran pimpinan utama Polda Sulawesi Utara (Sulut).
Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026, tertanggal 30 Agustus 2026.
Dalam mutasi tersebut, secara nasional tercatat sebanyak 424 personel Pati dan Pamen Polri yang masuk dalam daftar rotasi dan mutasi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi di lingkungan Korps Bhayangkara.
Di jajaran Polda Sulut, perubahan paling menonjol terjadi pada posisi Kapolda dan Wakapolda Sulut.
Roycke Langie Promosi ke Mabes Polri
Kapolda Sulut Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. mendapat penugasan baru di lingkungan Mabes Polri. Roycke Langie dipercaya menduduki posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Jabatan tersebut sebelumnya diemban Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, yang memasuki masa pensiun.
Penugasan baru tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Roycke Langie di lingkungan Polri. Dengan posisi barunya sebagai Astamaops Kapolri, Roycke Langie berpotensi mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) atau jenderal bintang tiga.
Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa tugas Roycke Langie sebagai Kapolda Sulut dan membuka babak baru dalam kepemimpinan Polda Sulawesi Utara.

Yudo Hermanto Ditunjuk Jadi Kapolda Sulut
Posisi Kapolda Sulut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M.
Sebelum mendapat kepercayaan memimpin Polda Sulut, Yudo Hermanto menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.
Dengan penugasan tersebut, Yudo Hermanto kini dipercaya memimpin jajaran Polda Sulut dan melanjutkan kepemimpinan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah hukum Sulawesi Utara.
Sebagai Kapolda Sulut yang baru, Yudo Hermanto akan menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan secara optimal.
Kehadiran pimpinan baru diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap pelaksanaan tugas Polda Sulut sekaligus menjaga kesinambungan program dan kebijakan kepolisian di wilayah tersebut.
Wakapolda Sulut Juga Berganti
Rotasi dan mutasi juga terjadi pada posisi Wakapolda Sulut.
Jabatan yang sebelumnya diemban Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum. kini mengalami perubahan. Awi Setiyono dimutasi untuk mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Dalam jabatan barunya tersebut, Awi Setiyono juga berpeluang mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol.
Sementara itu, posisi Wakapolda Sulut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi, S.I.K., M.M., M.H., CFrA.
Susetio Cahyadi sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri. Penunjukan tersebut membuat Susetio Cahyadi kini mendapat tanggung jawab baru sebagai salah satu unsur pimpinan utama di Polda Sulut.
Pergantian Kapolda dan Wakapolda Sulut tersebut menjadi bagian dari dinamika pembinaan karier dan penyegaran organisasi di tubuh Polri. Rotasi jabatan juga merupakan bagian dari upaya menjaga organisasi agar tetap berjalan efektif serta mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.
Dengan adanya komposisi pimpinan baru, Polda Sulut diharapkan semakin mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta melaksanakan penegakan hukum di wilayah Sulawesi Utara.
Perhatian publik selanjutnya tertuju pada langkah Brigjen Pol Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulut, terutama dalam meneruskan program kepolisian sekaligus menghadapi berbagai tantangan keamanan dan penegakan hukum di wilayah Sulawesi Utara.
Sementara itu, penugasan Roycke Langie di Mabes Polri juga menjadi perhatian karena posisi barunya sebagai Astamaops Kapolri memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian secara nasional.
Serah terima jabatan (sertijab) bagi para pejabat yang mengalami rotasi dan mutasi tersebut diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di lingkungan Polda Sulawesi Utara. (Billy Ruaw)












