• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional

bank bjb Berkomitmen Dukung Literasi Nasional

cyber by cyber
Januari 24, 2019
in Featured, Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Rendahnya budaya baca di Indonesia menjadi salah satu persoalan klasik dan telah mengakar kuat di Indonesia. Meski tak sedikit masyarakat yang mengakui pentingnya budaya membaca, namun kesadaran kritis tersebut tak terefleksikan secara praktis sehingga waktu baca masyarakat Indonesia cenderung stagnan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan hasil studi ‘World Most Literate Nation in the World’ yang pernah dirilis Central Connecticut State University tahun 2016, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam survei. Posisi Indonesia menjadi kedua yang terburuk setelah Bostwana dan berada satu strip di bawah Thailand.

Hasil survei UNESCO yang dilakukan pada 2012 lalu juga memperlihatkan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Secara lebih sederhana, data ini mengatakan bahwa dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca.

Gambaran umum serupa juga terepresentasi melalui survei yang dilakukan lembaga pemerintah. Survei Perpustakan Nasional tahun 2017 lalu menyebutkan rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali setiap pekan dengan durasi membaca per hari rata-rata 30-59 menit. Sementara rataan jumlah buku yang ditamatkan per tahun hanya 5-9 buku.

Hasil tes The Programme for International Student Assessment (PISA), yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2016 tercatat kemampuan membaca, berhitung dan pengetahuan sains anak-anak Indonesia berada di bawah Singapura, Vietnam, Malaysia dan Thailand.

Belum memuaskannya minat baca masyarakat Indonesia ini disebabkan oleh pelbagai faktor yang berjalin kelindan satu sama lain. Faktor yang berkaitan dengan minat atau ketertarikan pribadi hingga lingkungan ataupun kondisi eksternal saling mendukung kelanggengan rendahnya minat baca.

Keterbatasan akses terhadap bacaan menjadi kata kunci yang selalu mengemuka dalam setiap diskusi tentang fenomena rendahnya minat baca. Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak biasa membaca buku karena tidak memiliki akses mudah untuk mendapat buku baik karena harga buku yang dianggap mahal atau sebab jarangnya keberadaan perpustakaan umum di berbagai daerah.

Baca juga :  Ditlantas Polda Jabar Sudah Mulai Terapkan Sistem Tilang Elektronik, Pelanggar Bakal Terima Pesan SMS

Berbagai upaya telah banyak dilakukan pemerintah dalam rangka menumbuhkembangkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. Pemerintah menyadari budaya gemar baca ini perlu dikembangkan lantaran dapat melahirkan budaya berpikir kritis yang mencirikan sekaligus memajukan peradaban suatu bangsa.

Untuk menumbuhkan minat baca sedari dini pemerintah meluncurkan program Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku). Gerakan ini secara resmi dilaksanakan serentak di Indonesia pada tanggal 5 Mei 2018 lalu.

Gerakan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini dikeluarkan guna mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan, di rumah, satuan PAUD, maupun di lingkungan masyarakat.

“Karena kita tahu, bahwa buku itu adalah jendela dunia dan buku itu adalah sumber ilmu pengetahuan maka kami ingin anak-anak mencintai buku lebih dari pada gadgetnya. Lebih penting lagi, melalui kebiasaan ini dapat mempererat hubungan emosional antara anak dengan orang tuanya,” kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar.

Disadari atau tidak, determinasi teknologi yang terus berlangsung ikut berperan menciptakan lanskap kurang berkembangnya kebiasaan membaca ini. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, sebanyak 91,47% anak usia dini lebih suka menonton televisi, kontras dengan jumlah 13,11% yang suka membaca.

Sebagai salah satu agen perubahan nasional, bank bjb punya cara tersendiri untuk ikut serta dalam mengampanyekan pentingnya budaya melek literasi ini. Secara internal, bank bjb memiliki bjb Pustakaku yang merupakan kepanjangan tangan dari bjb University.

Baca juga :  Dit Binmas Polda Jabar Tinjau Lembur Tohaga Lodaya Linggajaya

bjb Pustakaku adalah fasilitas perpustakaan yang menyediakan berbagai macam bacaan untuk insan bank bjb. Tak cuma terkait ilmu perbankan dan bisnis, koleksi buku di perpustakaan bank bjb ini meluas di berbagai bidang keilmuan.

Secara eksternal, bank bjb juga kerap menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk mendorong gerakan literasi. Pada 2017 lalu, bank bjb memberikan bantuan berupa 3.500 koleksi buku serta 10 perangkat komputer yang memuat e-book untuk dinikmati masyarakat kepada Perpustakaan Umum Gasibu yang dikelola oleh pihak Bapusipda Provinsi Jawa Barat.

Teranyar, bank bjb ikut menyukseskan program 100 hari Jabar Juara Lahir Batin dengan ikut mendorong pendirian Kotak Literasi Warga Cerdas (Kolecer) dan Maca Dina Digital Library (Candil) yang merupakan fasilitas perpustakaan jalanan.

Kolecer akan disebar di 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan 600 titik sebagai target lima tahun ke depan. Sedangkan pembuatan aplikasi perpustakaan digital Candil saat ini masih dalam tahap pengembangan dan dapat digunakan pada bulan Januari 2019.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama bank bjb Agus Mulyana mengatakan di tengah upaya bisnis yang terus digencarkan, bank bjb tak luput atas tanggung jawabnya kepada lingkungan sekitar.

“Untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan minat baca, bank bjb melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan berupa Kolecer dan Candil,” kata Agus.

Sejak lama penyaluran dana CSR bank bjb difokuskan kepada empat hal, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan termasuk mitigasi bencana alam. Langkah ini juga merupakan komitmen dalam mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, lingkungan, dan pendidikan di Indonesia. **

Previous Post

“Bergerak tak Berasap” untuk Mencintai Lingkungan

Next Post

Kamis Manis dengan Infaq Ala Polsek Cibugel

BeritaTerkait

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.
Featured

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026
Featured

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026
Featured

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Featured

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026
Featured

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Ekonomi

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Next Post

Kamis Manis dengan Infaq Ala Polsek Cibugel

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC