• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, November 2, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Batik Bertuliskan Mura Sempurna Gerah dan Tak Nyaman

Batik Bertuliskan Mura Sempurna Gerah dan Tak Nyaman

red cyber by red cyber
Maret 5, 2020
in Featured, Regional
0
Share on FacebookShare on Twitter

MUSIRAWAS,– Baju motif batik lengan panjang bergambar padi dan kapas bertuliskan ‘Mura Sempurna’ bantuan di era Bupati Musirawas sekarang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah dibagikan lembaga adat, tidak bagus. Pasalnya, saat baju dipakai, terasa gerah dan tak nyaman.

“Bila bajunya dipakai, terasa gerah dan panas. Tapi namanya juga dikasih, ya terima saja. Bila dibandingkan baju bantuan era bupati sebelumnya, lebih nyaman,” ucap sumber berinisial K, salah satu penerima baju bantuan yang diberikan saat acara di pendopoan rumah Dinas Bupati Musirawas awal bulan Desember 2019 dengan nada sedikit kecewa pada wartawan, belum lama ini.

Sementara, RZ salah seorang penjahit pakaian ketika melihat dan memegang bahan serta jahitan baju, ia  menilai pengadaan baju tersebut diduga barang kodian yang belinya langsung dari pabrik dengan jumlah banyak, tentu harga relatif murah.

“Soal harga baju, itu berdasarkan pengalaman selama hampir puluhan tahun menjadi tukang jahit harganya tak begitu mahal.  Apalagi beli dengan partai besar tentu ada potongan harga. Harga per baju tersebut berkisaran Rp 100 sampai Rp 150 ribu,” ungkapnya, Rabu (4/3/2020).

Baca juga :  Lepas Jemaah Umrah Smarts BBS, Bupati Bandung Titikan Doa

Ia menambahkan, keluhan mengenai baju ketika dipakai panas hal itu wajar karena lapisan baju bagian dalam atau yang dikenal dengan sebutan furing memakai bahan relatif murah.

“Wajar saja mereka mengeluh, sebab bahan dasar furing baju harga murah sehingga kurang menyerap keringat,” cetusnya.

Sementara itu, Emilia selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Musirawas, Sumatera Selatan di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2019) mengatakan, baju untuk lembaga adat di Musirawas kegiatan 2019 semua sudah dibagikan.

Jumlah baju yang diberikan pada lembaga adat sebanyak 1009 baju. Rinciannya setiap lembaga adat yang ada di desa dan kelurahan menerima baju 5 orang, sedangkan untuk pembina adat di kecamatan 14 orang dari 14 kecamatan.

Baca juga :  Warga Binaan Kompi 1 Yon A Pelopor Dihimbau Giatkan Siskamling

“Setiap lembaga adat yang ada di desa menerima bantuan baju saja sebanyak 5 orang, terdiri ketua, sekretaris, bendahara dan tiga anggota. Sementara, pembina di kecamatan mendapat baju setelan lengkap beserta aksesoris,” terangnya.

Menanggapi informasi baju yang dibagikan belinya kodian, PPTK membantah bahkan ia menjelaskan saat baju dipesan tidak ada pengukuran ukuran badan seperti layaknya memesan di tukang jahit karena penerimanya banyak.

Baju bantuan dipesan langsung dari pulau jawa termasuk desain batik motif lambang padi dan kapas diambil dari logo Pemerintah Kabupaten Musirawas.

“Kalau baju tersebut beli kodian itu tidak benar. Memang waktu dipesan penerima tidak diukur badannya, cuma ditanya biasanya pakai paju ukuran apa, karena pesannya langsung dari pulau jawa, bukan dijahit penjahit lokal,” kilah Emilia.

Emilia menambahkan, satu baju dianggarkan berkisar Rp 350 ribu. Sedangkan jumlah pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 400 juta.

“Pagu anggarannya Rp 400 juta lebih. Pemborongnya CV. Sinar Baru. Waktu dicek kondisi barangnya semua bagus,” tandasnya. (Toni)

Previous Post

Kejutan Seru Hingga Promo Menarik, Bazar Buku Big Bad Wolf Kembali Hadir di Jakarta

Next Post

Balon Independent Kepala Daerah Serahkan Berkas ke KPU Musirawas

BeritaTerkait

Featured

Komisi V DPRD Jabar Dukung PWI Rebut Kembali Juara Umum Porwanas 2027

Oktober 31, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P.
Featured

Terkait Pembongkaran Bangunan Liar, Erick Berharap Penegakan Hukum Tersebut Konsisten

Oktober 31, 2026
Featured

Bukan Sekadar Menduduki Jabatan, Bupati Sumedang Minta Pejabat Baru Berani Taklukkan Medan

Oktober 30, 2026
Featured

Lantik 222 ASN, Bupati Sumedang Tekankan Integritas, Inovasi dan Orientasi Pelayanan

Oktober 30, 2026
Featured

Sumedang Bidik 10 Besar di Porprov XV Jawa Barat

Oktober 30, 2026
Featured

BAZNAS Jabar Resmikan Program Pipanisasi Sanitasi Air Bersih di Tasikmalaya

Oktober 30, 2026
Next Post

Balon Independent Kepala Daerah Serahkan Berkas ke KPU Musirawas

No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi V DPRD Jabar Dukung PWI Rebut Kembali Juara Umum Porwanas 2027

Oktober 31, 2026

OPINI: Menakar Putusan MA 742 K/TUN/2026

Oktober 31, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P.

Terkait Pembongkaran Bangunan Liar, Erick Berharap Penegakan Hukum Tersebut Konsisten

Oktober 31, 2026

Bukan Sekadar Menduduki Jabatan, Bupati Sumedang Minta Pejabat Baru Berani Taklukkan Medan

Oktober 30, 2026

Lantik 222 ASN, Bupati Sumedang Tekankan Integritas, Inovasi dan Orientasi Pelayanan

Oktober 30, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC