TANAH BUMBU, – Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersinergi untuk Pangan Aman, Berinovasi untuk Pangan Aman”.
Andi Rudi Latif menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen mewujudkan keamanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan Misi Tanah Bumbu 2025–2030, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk memastikan pangan yang beredar dan dikonsumsi memenuhi standar keamanan, baik dari proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajiannya.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas dalam setiap tahapan penyediaan dan konsumsi pangan.
Menurutnya, pangan yang tidak aman tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pembangunan sosial dan ekonomi, menambah beban sistem pelayanan kesehatan, serta menimbulkan kerugian pada sektor perdagangan dan pariwisata.
Oleh karena itu, penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan aman perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk membangun budaya keamanan pangan yang kuat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, BPOM juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah, desa, pasar, sekolah, kader keamanan pangan, serta unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program keamanan pangan.
Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat mendorong penerapan dan replikasi praktik baik di berbagai daerah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pangan yang aman.
Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Tanah Bumbu. SDN 2 Sepunggur berhasil meraih Juara 1 Lomba Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan kategori Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Regional Tengah Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas upaya pembudayaan keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan yang aman sejak dini, sehingga peserta didik dapat tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui pola konsumsi yang baik.
Capaian SDN 2 Sepunggur juga diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Tanah Bumbu untuk terus memperkuat edukasi keamanan pangan, baik kepada peserta didik maupun warga sekolah.
Melalui sinergi pemerintah daerah, BPOM, satuan pendidikan, dan masyarakat, upaya membangun budaya pangan aman diharapkan semakin meluas. Dengan demikian, keamanan pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga menjadi kebiasaan bersama untuk mendukung terwujudnya masyarakat Tanah Bumbu yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Ag)












