• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Dansektor 21 Sidak Tiga Industri Di Wilayah Cimahi

Dansektor 21 Sidak Tiga Industri Di Wilayah Cimahi

cyber by cyber
Juli 31, 2019
in Featured, Regional
0
Share on FacebookShare on Twitter

CIMAHI – Satgas Sektor 21 terus melakukan sidak industri di wilayah Kota Cimahi, tepatnya industri tekstil yang memanfaatkan aliran sungai Cimahi sebagai media pembuangan limbah cair pabrik. Pasalnya kemarin (Senin, 29/7/19), Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat menyaksikan secara langsung aliran sungai Cimahi berwarna hitam keruh diduga tercemar limbah ketika hendak melaksanakan pengecekan IPAL di salahsatu pabrik di Jalan Industri, Cimahi.

Kontan, pada saat itu Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat memerintahkan anggotanya, satgas subsektor 21-13 Cimahi Selatan untuk menyusuri aliran sungai guna mencari sumber yang diduga limbah yang mencemari sungai.

Hari ini, Selasa (30/7/19), Dansektor 21 bersama jajaran anggotanya sidak ke beberapa pabrik yang terhubung dengan aliran sungai Cimahi sebagai media pembuangan limbah. Diantaranya, PT Trisula Textile Industri Tbk, PT Triana HN, dan Benang Warna Indonusa.

Dari ketiga pabrik yang dilakukan penyidakan, sementara ini hanya ada satu pabrik yakni PT Triana HN yang dilokalisir (ditutup) lubang pembuangan limbahnya oleh satgas sektor 21 subsektor 13.

Sementara di PT Benang Warna Indonusa, Dansektor 21 yang rencananya melakukan pengecekan ulang IPAL yang sebelumnya dilokalisir, harus menunda pembukaan coran. Pasalnya, saat dilakukan pengecekan secara seksama, ikan yang ada di ujung outlet sebelum pembuangan mati secara tiba-tiba. Hal itu yang membuat Dansektor 21 urungkan niatnya memberikan ijin perusahaan membuka lokalisir (coran).

Baca juga :  Panitia dan Peserta Calon Polisi Disumpah, Kapolda Jabar: Ini Wujud Komitmen Seleksi yang Betah

“Hari ini rencananya kita akan buka cor-coran-nya, tetapi saya cek barusan di IPAL, di outlet pembuangan terakhirnya itu ada bak, ada ikan nya disitu. Terus kita lihat airnya juga sudah cukup bening, namun setelah kita tunggu sampai beberapa menit, ikannya tidak tahan lama, ada ikan koi, ikan mas dan yang lainya semua pada pingsan dan ada juga yang mati,” paparnya.

“Artinya, bening pun belum tentu aman untuk dibuang keluar. Satgas jelas sudah membuat batasan, bahwa Perpres No.15 Tahun 2018, itu memerintahkan kita untuk merevitalisasi DAS Citarum secara cepat. Air nya sudah tidak berbahaya lagi untuk kehidupan ekosistem di DAS Citarum, serta air nya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk rekreasi dan kebutuhan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian, apa yang kita lihat barusan, bahwa ikannya mati walaupun airnya cukup bening, artinya airnya masih berbahaya, sehingga saya tidak jadi membuka coran hari ini,” ungkap Kolonel Yusep.

Dansektor 21 memberi waktu lagi untuk PT. BWI dalam melakukan perbaikan pengelolaan IPAL nya. Dirinya juga menyatakan bahwa Satgas akan membuka lokalisir (coran) tergantung kesiapan perusahaan”, kalau sudah aman, sudah bisa ikan hidup didalamnnya dan airnya juga bening, kita akan buka. Kapan waktunya tergantung perusahaan ini, mau besok atau lusa, atau seminggu lagi, yang penting air yang di buang keluar tidak berbahaya lagi”, tegasnya.

Baca juga :  Di Jatinangor, Tempat Keramaian Diawasi TNI-Polri

Untuk penutupan lubang pembuangan di PT Triana HN, keputusan diambil Dansektor 21 setelah anggota subsektor 21-13 melaporkan hasil pengecekan lanjutan dan mendetail di lokasi IPAL perusahaan bahwa, air limbah yang dihasilkan perusahaan yang memproduksi pencelupan bahan denim (jeans) ini disinyalir masih menyisakan endapan sludge (lumpur) yang ikut terbuang ke aliran sungai.

Atas pertimbangan tersebut, akhirnya Satgas Sektor 21 melokalisir (menutup) sementara lubang pembuangan limbah milik PT Triana HN.

“Hasil pengecekan kami melihat ada sludge yang ikut terbuang ke sungai bersama air limbah. Hal ini juga sebagai respon laporan masyarakat dan menindaklanjuti perintah komandan sektor bila ada aliran sungai yang tercemar limbah kotor”, ujar Dansubsektor 21-13 Cimahi selatan, Serda Ahmad.

Serda Ahmad juga mengatakan bahwa saat ini wilayah aliran sungai Cimahi yang didapati tercemar oleh limbah berwarna hitam sejak hari kemarin, satgas subsektor 21-13 siaga satu dan akan terus melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pabrik pabrik yang memanfaatkan media sungai Cimahi sebagai pembuangan limbah.**

Elly

Previous Post

Materi Bela Negara dan Wasbang Diberikan pada Warga Desa Sasaran Program TMMD

Next Post

PT. Trisulatek Dinilai Masih Komitmen Jaga Kelestarian Citarum

BeritaTerkait

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.
Featured

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026
Featured

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026
Featured

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Featured

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026
Featured

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Ekonomi

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Next Post

PT. Trisulatek Dinilai Masih Komitmen Jaga Kelestarian Citarum

Please login to join discussion
No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC