SUMEDANG,– Sebagai upaya mengembalikan semangat guru dalam mengajar pasca pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Disdik Sumedang menggelar seminar Indonesian Millenial Teacher Festival (IMTF) 2021 di hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Selasa (28/12). Selain diikuti secara luring, seminar ini juga diikuti oleh 2.565 peserta guru secara daring melalui Zoom Meeting.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. H. Agus Wahidin didampingi Kabid Sapras Eka Ganjar mengatakan, acara itu bentuk komitmen dan tanggung jawab Disdik Sumedang dalam mengembalikan etos kerja para guru pasca ketidakpastian Disrupsion Pandemi (disrupsi pandemi). Dalam seminar tersebut, tidak diajarkan teknik mengajar guru karena sudah dalam bidangnya. Namun, cara pendekatan guru ke murid dan mengajar dengan hati.
“Makanya, kami undang Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kak Setto Mulyadi untuk sharing informasi mengenai cara pendekatan ke anak yang baik.
buy lasix online https://www.gcbhllc.org/image/new/lasix.html no prescription
Di situasi pandemi kemarin, jelas beban psikologi siswa maupun guru menjadi terganggu. Hampir dua tahun guru mengalami ketidakpastian disrupsion pandemi akibat pandemi. Tentu tugas Kadisdik untuk mengembalikan semangat para guru untuk membangkitkan belajar dan mengajar kepada siswa,” jelasnya.
Agus mengatakan, acara ini diikuti sekitar 2.565 guru yang berada di bawah Disdik Sumedang secara zoom. Sebetulnya, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jabar peserta lebih banyak yakni sekitar 10 ribu guru. Meski begitu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, mudah mudahan ilmu ini tersebar ke seluruh guru.
“Secara teknis enggak ada masalah. Alhamdulillah mendapat respon baik dari para guru. Namun ada yang menanyakan terkait iuran seminar ini dikenakan tarif Rp150 ribu per guru. Saya kira ini tidak menjadi masalah, karena ilmu yang didapat dan sertifikat oleh para peserta. Jika diambil 10 persen dari honor sertifikasi guru, saya kira tidak seberapa, dan itu sudah mendapat persetujuan dari para guru,” ujarnya.
Agus berharap, semangat para guru menghadapi tahun ajaran baru 2022 semakin profesional dan bertanggung jawab. Juga Agus mengajak generasi milenial agar lebih kreatif dan lebih inovatif dalam menghadapi situasi pandemi sekarang ini. Manfaatkan teknologi informasi sekarang ini dengan baik, dan jadikan peluang untuk mendapatkan wawasan dan belajar menjadi menyenangkan. (Abas)












