• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Hore! Bupati Bandung Luncurkan Insentif untuk Utaz/Ustazah Sebesar Rp.109 Miliar per Tahun

Hore! Bupati Bandung Luncurkan Insentif untuk Utaz/Ustazah Sebesar Rp.109 Miliar per Tahun

red cyber by red cyber
Agustus 28, 2024
in Featured, Pendidikan
0
Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna menluncurkan (launching) program insentif untuk 1.070 ustaz/ustazah di Kabupaten Bandung

Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna menluncurkan (launching) program insentif untuk 1.070 ustaz/ustazah di Kabupaten Bandung. (Foto: Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG,-– Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna menluncurkan (launching) program insentif untuk 1.070 ustaz/ustazah di Kabupaten Bandung. Ribuan ustadz ustadzah tersebut turut hadir pada kesempatan itu.

Pelaksanaan launching insentif untuk  ustadz ustadzah dari Pemda Kabupaten Bandung melalui BAZNAS Kabupaten Bandung itu dilaksanakan di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (28/8/2024).

Pada kesempatan itu hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tontowi, Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Cece Hidayat, para wakil ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Kepala Bank Muamalat Regional Jabar dan Kalimantan 1 Erik Ernawan, Ketua FKDT KH. Daud, Ketua DMI Kabupaten Bandung KH. Gus Ali Fadhil, Plt Kadisdik Kabupaten Bandung Hj. Euis, Asisten Pemkesra H. Ruli Hadiana, MUI Kabupaten Bandung, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang.

Bupati Dadang Supriatna berharap insentif untuk para ustaz dan ustazah dari Pemda Kabupaten Bandung yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bandung itu bermanfaat dan berkah.

“Kenapa kita memberikan insentif kepada guru ngaji? Teringat saat saya jadi Kepala Desa Tegalluar pada usia 26 tahun atau 27 tahun, pada saat itu saya tidak punya uang. Tetapi roda pemerintahan harus berjalan, sehingga pada saat itu saya sudah bisa memberikan perhatian kepada ustad dan ustadzah, di samping perangkat desa, LKMD waktu itu,” ungkap Bupati Bandung dalam sambutannya.

Pada saat itu, kata Dadang, para ustadz dan ustadzah di desa itu diberikan insentif. Tiba-tiba ada kejadian, seorang ustadz sakit setelah istrinya menemuinya.

“Ustaz yang sakit itu dibawa ke RSHS Bandung. Setelah sehat belum bisa pulang, karena tak punya uang. Akhirnya saya ke rumah sakit untuk membayar biaya pengobatan,” katanya.

Pulang dari rumah sakit sembari mengendarai mobil, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, di dalam hatinya berkata. “Insya Allah, lamun hiji waktu abdi dibere amanah jadi Bupati, maka lain saukur sa-Desa Tegalluar hungkul ustaz ustadzah, tapi sa-Kabupaten Bandung saya akan berikan insentif,” cerita Kang DS, di hadapan para ustaz dan ustazah.

Setelah itu, Kang DS bertemu dengan Ketua PC NU Kabupaten Bandung KH. Asep Jamaludin (alm), saat itu. Kang DS pun ditanya oleh Ketua PC NU Kabupaten Bandung alasan ingin menjadi Bupati Bandung.

“Pertama, saya ingin memuliakan ulama. Kedua, saya ingin masuk ke surga,” katanya.

Disaat ia kampanye pada Pilkada lalu, sempat ada yang mencibir. Di mana uangnya untuk memberi insentif kepada guru ngaji, para petani, program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Baca juga :  Danlanal Tinjau Peralatan di Kantor SAR Bandung

“Saya menjawab pada saat itu, berikan kesempatan kepada Dadang Supriatna. Maka saya mampu untuk melaksanakan. Itu cerita empat tahun kebelakang atau sekitar tahun 2020, karena saat ini sudah tahun 2024,” kata Kang DS.

Begitu ia dilantik jadi Bupati Bandung, tidak semua anggota DPRD Kabupaten Bandung setuju karena anggaran untuk insentif guru ngaji Rp 109 miliar per tahun. Kendati anggaran insentif guru ngaji besar, tidak ada anggaran untuk program lainnya yang dicoret.

“Bahkan anggaran surplus. Itu hikmahnya memuliakan para ulama. Itu fakta,” ucapnya.

Seiring dengan perkembangan, ia mengatakan ada tiga muatan lokal untuk para siswa di sekolah  yaitu Pendidikan Pancasila dan UUD 1945, Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda serta Belajar Mengaji dan Menghafal Al-Quran.

“Maka guru ngaji ini hadir di sekolah, supaya tiap bulan insentif ini berjalan rutin,” harapnya.

Kang DS mengungkapkan bahwa disaat kampanye ada 16.800 ustaz ustazah, setelah dilantik ada 23.000 orang.

“Tapi tidak jadi masalah, yang penting datanya valid atau benar. Berapa pun jumlah guru ngaji maupun guru agama, saya berikan insentif,” kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Catat Data Ustaz/Ustazah

Bupati Bedas ini menyebutkan saat pelaksanaan Rembug Bedas dan Bunga Desa, ternyata menemukan masih banyak guru ngaji yang belum terakomodir dan diberikan insentif. Makanya, ia minta data ke Kantor Kemenag Kabupaten Bandung.

“Maka pada hari ini saya minta kepada para camat, kades dan pihak lainnya silahkan untuk dicatat semuanya ustadz ustadzah mana yang sudah mendapatkan insentif melalui Dinas Pendidikan, guru ngaji yang datang ke sekolah dan mana yang belum diberikan insentif,” ungkapnya.

Ia juga berharap kepada Kepala Kantor Kemenag untuk mensortir dan memfilter, sehingga ke Dinas Pendidikan dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat untuk membantu Kemenag siapa by name dan by addressnya.

“Kuncinya tetap di Kemenag. Ini secara aturan tanggung jawab Kemenag. Tetapi tak apa, yang penting para ustadz ustadzah di Kabupaten Bandung akan diperhatikan oleh saya. Tidak usah saling salahkan,” ucapnya.

Setelah tercatat, imbuhnya, pada APBD perubahan uangnya dititipkan di BAZNAS. Ada permintaan tambahan dari Ketua BAZNAS untuk tahun 2025, yang penting ada datanya.

“Jangan sampai salah datanya. Saya minta Kabag Kesra, Disdik dan sama Asisten, saya minta data ini lengkap. BAZNAS silahkan rekonsiliasi, mumpung masih dalam persiapan sebelum pembahasan. Silahkan para camat untuk diundang, para kades minta zoom meeting. Saya harap para ustad ustadzah dan guru agama lainnya semuanya diberikan perhatian. Anggaran tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Baca juga :  Tingkatkan Minat Baca, Bazar Buku Big Bad Wolf Hadir untuk Pertama Kalinya di Makassar

Peningkatan PAD

Dengan adanya keberpihakan kepada para ulama dan program masyarakat lainnya, mantan Anggota DPRD Kabupaten Bandung ini, mengatakan, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bandung yang sebelumnya Rp 960 miliar, sekarang sudah Rp 1,4 triliun.

“Saya baru bekerja tiga tahun, APBD Kabupaten Bandung yang asalnya Rp 4,6 triliun, hari ini sudah mencapai Rp 7,4 triliun. Ini skenario Allah SWT,” katanya.

Apalagi saat ini dalam rangka menghadapi Indonesia Emas 2045, ada lima hal yang harus dipersiapkan. Pertama meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi. Kedua, big data. Ketiga, riset and development, keempat institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.

“Hari ini, para ibu bapak pengajar tak memahami digitalisasi, akan kalah oleh murid,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para ustadz ustadzah yang sudah mendidik anak-anak di Kabupaten Bandung, karena berdasarkan amanat UUD 1945 wajib mencerdaskan anak bangsa.

“Saya hormat kepada guru ngaji se-Kabupaten Bandung, semoga sehat dan panjang umur. Saya titip kepada para ustadz ustadzah se-Kabupaten Bandung, saya Dadang Supriatna, Bupati Bandung atas nama orang tua se-Kabupaten Bandung titip mengajarkan ngaji dan bidang keagamaan kepada anak-anak di daerah masing-masing,” harapnya.

Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada para ASN Kabupaten Bandung yang sudah mengeluarkan zakat profesinya, sehingga BAZNAS bisa bergerak leluasa.

“Saya menghimbau kepada para pengusaha se-Kabupaten Bandung untuk memberikan infaq, shodaqoh, dan zakat malnya melalui BAZNAS,” harapnya.

Terakhir, ia menitipkan pelaksanaan Pilkada Serentak Nasional 27 November 2024, untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, dan memilih Bupati dan Wakil Bupati Bandung.

“Laksanakan hak pilihnya secara langsung umum bebas dan rahasia. Semoga bisa berjalan damai. Saya titip jangan saling menjelekkan, siapapun yang terbaik untuk kemajuan Kabupaten Bandung,” katanya.

Ia pun meminta maaf setelah 3 tahun 4 bulan menjalankan tugas jadi Bupati Bandung masih ada kekurangan dan kealpaan.

“Saya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Itu mohon dimaafkan, selama kepemimpinan saya. Apalagi ada janji politik yang belum dilaksanakan. Mohon doa restu dari semuanya, besok saya akan mendaftarkan diri lagi ke KPU Kabupaten Bandung. Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, dan tetap amanah, istiqomah untuk kemajuan Kabupaten Bandung dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera),” ucapnya. (Abah Abadi)

Previous Post

MUI Kabupaten Tanah Bumbu Menggelar Rakerda 2024

Next Post

Pj. Wali Kota Sorong Kunjungi Korban Banjir di Matalamagi, Tunjukkan Kepedulian Mendalam

BeritaTerkait

Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Featured

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026
Featured

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Ekonomi

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Featured

Jadi Keynote Speaker, Bupati Dony: SDM PKH Harus Memiliki Dua Kriteria

April 16, 2026
Featured

Dari Cimahi ke Jerman, Asep Mulyana Suherman Jebolan KDI 4 Siapkan Langkah Baru di Dunia Musik

April 16, 2026
Featured

Wabup Sumedang Ajak Gen Z Melek Politik

April 16, 2026
Next Post

Pj. Wali Kota Sorong Kunjungi Korban Banjir di Matalamagi, Tunjukkan Kepedulian Mendalam

No Result
View All Result

Berita Terkini

Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026

Jadi Keynote Speaker, Bupati Dony: SDM PKH Harus Memiliki Dua Kriteria

April 16, 2026

Dari Cimahi ke Jerman, Asep Mulyana Suherman Jebolan KDI 4 Siapkan Langkah Baru di Dunia Musik

April 16, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC