TANAH BUMBU, – Karnaval Mallibu Kampong secara resmi mengawali rangkaian kegiatan Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e di Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini menjadi pembuka yang semarak dalam upaya mengangkat dan melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.
Karnaval tersebut dilepas oleh Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Yulian Herawati, di Lapangan 7 Februari, Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, pada Minggu, 12 April 2026.
Sejak pagi hari, suasana di kawasan Pagatan dipenuhi antusiasme masyarakat. Para peserta karnaval yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari organisasi masyarakat, pelajar, hingga komunitas budaya, tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat dan kostum khas masing-masing.
Keberagaman busana yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung yang memadati sepanjang rute karnaval. Tidak hanya sekadar berjalan, peserta juga menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Bumbu melalui Yulian Herawati menegaskan, bahwa Karnaval Mallibu Kampong merupakan wujud nyata kreativitas masyarakat sekaligus cerminan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
“Karnaval Mallibu Kampong ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merupakan ruang ekspresi masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya lokal kepada publik secara luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mampu menghidupkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas budaya Tanah Bumbu kepada khalayak yang lebih luas.
Rute karnaval yang mengelilingi kawasan Pagatan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga kreasi kostum yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Selain itu, karnaval ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku usaha lokal yang turut merasakan meningkatnya kunjungan wisatawan selama berlangsungnya rangkaian kegiatan budaya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mendorong agar budaya lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dengan penuh semangat. Kekompakan dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kita harapkan Karnaval Mallibu Kampong ini dapat terus dijaga dan dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan, bahkan menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Tanah Bumbu di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan dibukanya Karnaval Mallibu Kampong ini, rangkaian Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e di Tanah Bumbu resmi dimulai, menghadirkan berbagai kegiatan budaya yang tidak hanya memperkaya khasanah tradisi, tetapi juga memperkuat identitas daerah di tingkat regional maupun nasional. (Ag)












