• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Ketika Aktivis Diserang, Publik Bertanya: Di Mana Negara?

Ketika Aktivis Diserang, Publik Bertanya: Di Mana Negara?

red cyber by red cyber
April 12, 2026
in Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus (AY) bukan sekadar kriminalitas. Ini adalah ujian telanjang: apakah negara benar-benar berdiri di atas hukum, atau justru tunduk pada kekuasaan?.

Empat pelaku yang diduga terlibat diketahui berasal dari unsur militer. Fakta ini langsung memantik kecurigaan publik akankah kasus ini diadili secara terbuka, atau berakhir dalam ruang tertutup yang sulit diawasi?

Diskusi publik yang digelar Basecamp Demokrasi di Bandung, Sabtu (11 April 2026), menjadi panggung kegelisahan itu. Satu per satu narasumber menyuarakan kekhawatiran yang sama: bayang-bayang impunitas.

Penggiat HAM, Yhodisman Sorata, mengingatkan bahwa reformasi 1998 tidak diperjuangkan untuk setengah jalan.

“Dulu kita menolak dominasi militer dalam kehidupan sipil. Kalau sekarang kasus pidana umum masih dibawa ke peradilan militer, lalu apa arti reformasi?” ujarnya tajam.

Baca juga :  Dosen UNPAM Nilai Anies Baswedan Tampil Memukau Pada Debat Pamungkas

Menurutnya, membawa kasus ini ke peradilan militer bukan hanya soal prosedur, tetapi soal pesan politik: bahwa ada kelompok yang masih berada di atas hukum.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Peradilan militer selama ini kerap dianggap tertutup dan minim pengawasan publik.

“Kalau transparansi hilang, kepercayaan publik ikut runtuh,” tegas Yhodisman.
Sementara itu, akademisi komunikasi politik Vera Hermawan melihat kasus ini sebagai ancaman serius terhadap rasa aman warga.

“Ketika aktivis bisa diserang, itu bukan lagi soal individu. Itu pesan intimidasi,” katanya.

Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya konflik kepentingan atau relasi kuasa di balik peristiwa tersebut.

“Ini tidak bisa disederhanakan sebagai kecelakaan. Publik berhak tahu: siapa di balik ini semua?” ujarnya.

Direktur Eksekutif IPRC, Mochamad Indra Purnama, memperingatkan dampak yang lebih luas: runtuhnya kepercayaan terhadap demokrasi.

Baca juga :  Rehabilitasi Ketua dan Anggota KPU Sumedang Diputuskan DKPP

“Impunitas melahirkan apatisme. Ketika rakyat tidak lagi percaya hukum, mereka juga berhenti percaya pada demokrasi,” katanya.

Ketua Basecamp Demokrasi, Nabil Rahim, menyampaikan sikap tegas: kasus ini harus diadili di peradilan umum.
“Kalau tidak, publik akan melihat ini sebagai perlindungan institusional. Dan itu berbahaya,” ujarnya.

Kini, sorotan publik tidak lagi hanya pada pelaku, tetapi pada negara itu sendiri.
Apakah hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu?

Atau justru kembali tajam ke bawah, tumpul ke atas?

Kasus AY telah berubah menjadi simbol. Bukan hanya tentang kekerasan, tetapi tentang keberanian negara menegakkan keadilan.

Jika transparansi gagal diwujudkan, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik tetapi juga fondasi demokrasi itu sendiri.

Previous Post

Dishub Percepat Penerangan Kawasan Taman Lalu Lintas

Next Post

Seleksi Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Generasi Muda Berkarakter, Disiplin dan Nasionalis

BeritaTerkait

Featured

Dibawah Inisiatif Jonny Sirait, BaraJP Bogor Raya Terus Resmikan PAC

April 13, 2026
oplus_0
Featured

Musda Golkar Jabar Resmi Dibuka, Idrus Marham Sampaikan Pesan Ketum Bahlil Lahadalia

April 2, 2026
Featured

Didukung 16 DPD Kabupaten/Kota Ahmad Hidayat Daftar Calon Ketua Golkar Jabar

April 1, 2026
Featured

Daniel Mutaqien Optimis Memenangkan Kontestasi Golkar Jabar

April 1, 2026
Dari sisi kiri Ketua Steering Committee (SC) Yomanius Untung, Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara, Ketua Panitia Penyelenggara Musda Yod Mintaraga, dan Ketua Organizing Committee (OC) Deden Nasihin.
Featured

Hari Ini DPD Golkar Jabar Gelar Musda ke- XI

April 1, 2026
Peresmian PAC Bara JP Ciomas, Bogor. Tahun ini Bara JP Bogor Raya menargetkan 100.000 anggota demi PSI dua digit
Featured

Targetkan 100.000 Anggota, BaraJP Siap Wujudkan PSI Dua Digit

Maret 29, 2026
Next Post

Seleksi Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Generasi Muda Berkarakter, Disiplin dan Nasionalis

No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC