KOTA BANDUNG,- Dari mualaf dipercaya jadi Ketua DKM Masjid Lautze 2, masjid pun kian bergeliat. Itulah kiprah Koko Rahmat ketua DKM Mesjid Lutze 2 di Jalan Tamblong Kota Bandung. Setelah memanage dengan ilmu Agama Islam yang didapat, mesjid kian berkembang dan bergeliat, jemaah berdatangan.
Bahkan mesjid kini mulai direnovasi dan diperluas. “Alhamdulillah Islam benar nikmat. Mesjid Lautze 2 benar-benar jadi sarana pengembangan syiar Islam,” kata Koko saat berbincang-bincang di Masjid Lautze usai Salat Jumat, (10/5).
Menurut Koko, di bulan Ramadan tahun ini Masjid Lautze 2 memiliki sejumlah kegiatan.
Pagi hari difokuskan pengajian ibu-ibu, anak-anak dan karang taruna. Malam harinya, menggelar tarawih berjamaah.
Untuk pengisi kultumnya, DKM mendatangkan narasumber dari mualaf yang akan bercerita tentang suka duka menjadi mualaf.
“Kita ingin mendengarkan kesan dan pesannya,” terang Koko yang mengaku mulalaf tahun 1984.
Sedangkan pemimpin tarawihnya katanya, yaitu imam binaan langsung dari Muzammil.
“Dari 14 imam, 13 di antaranya Insya Allah akan mengisi tarawih kita dan membina mualaf kita,” katanya. Selama Ramadan pun DKM Masjid Lautze 2 bersama sejumlah relawan membagikan takjil kepada warga yang melintas.
“Kegiatan ini dinamakan Takjil Off The Road itu disalurkan kepada musafir yang berada disekitar masjid. Mereka menyiapkan 700 pax menu takjil dan makanan berat setiap harinya selama bulan puasa,” katanya.
Dia menyebutkan, donatur untuk takjil ini berdatangan dari berbagai kalangan. Bukan hanya kaum muslim, orang non muslim pun turut menyumbang. “Dari Katolik Indonesia, Budha, dan yang lainnya ikut memberi donasi. Ini kan sifatnya sosial. Jadi kita ingin menjadikan masjid ini rahmatan lil alamin atau terbuka untuk semua orang,” ujarnya.
BERCORAK TIONGHOA
Masjid yang terletak di jajaran ruko di Jalan Tamblong ini memang tak seperti rumah ibadah bagi kaum muslim umumnya. Masjid ini bercorak budaya Tionghoa dengan dominasi warna merah, hiasan lampu lampion, dan ornamen khas negara Tiongkok.
Masjid Lautze 2 ini memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh Tionghoa. Dibangun 22 tahun silam oleh mualaf Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau dikenal Haji Karim Oei, Masjid Lautze 2 menjadi masjid beraksitektur Cina tertua di Kota Kembang. Sebelumnya, Haji Karim mendirikan Masjid Lautze di daerah Pecinan Jakarta pada 1991.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Lautze sering digunakan untuk tempat untuk bersyahadat para mualaf, sekaligus menjadi tempat belajar agama, khususnya bagi warga Tionghoa, karena tersedianya tafsiran Alquran berbahasa Mandarin.
Yans











