SUKABUMI, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Cibadak, Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Maret 2026, BRI Cabang Cibadak telah menyalurkan KUR sebesar Rp107.862.160.000 kepada 2.782 debitur.
Penyaluran KUR tersebut difokuskan pada sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi daerah, seperti sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta jasa. Melalui pembiayaan ini, para pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas skala bisnis secara berkelanjutan.
Dari sisi komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Cabang Cibadak didominasi oleh sektor perdagangan dengan porsi sebesar 50,8 persen. Disusul sektor produksi sebesar 22 persen, sektor pertanian 19,2 persen, serta sektor lainnya sebesar 8 persen dari total penyaluran. Hal ini menunjukkan komitmen BRI dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal.
Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga secara konsisten mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar.
Pemimpin BRI Cabang Cibadak, Rama Praditya Jatiarsha, menyampaikan bahwa penyaluran KUR menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di wilayah tersebut.
“Penyaluran KUR kami fokuskan pada sektor-sektor produktif yang memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas dan terjangkau, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas skala bisnis, serta membuka peluang kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rama menegaskan bahwa BRI Cabang Cibadak akan terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kami akan terus mendorong penyaluran KUR secara optimal dan tepat sasaran. Harapannya, pembiayaan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan di daerah,” pungkasnya. (*)












