KAB. BANDUNG, — Menyusul penanganan sampah yang masih menjadi masalah, Satgas Sektor 21 dorong pengolahan sampah domestik rumah tangga.
Demikian disampaikan Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat usai penyerahan bak sampah kepada warga di Subsektor 21-11 desa Lagadar, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (16/1/2019).
“Saya menghimbau kepada perusahaan yang ada di Lagadar, yang pertama hentikan pembuangan limbah kotor, pesta sudah usai mari kita berbuat untuk masyarakat Jawa Barat pada umumnya, masyarakat lagadar pada khususnya,” ujar Dansektor 21.
Yusep menjelaskan sudah puluhan tahun industri melakukan hal-hal yang kurang baik terkait limbahnya, dengan adanya Perpres No 15 Tahun 2018, industri sudah mulai sadar dengan meningkatkan pengolahan IPAL, sehingga hasil pengolahannya sudah baik pula.
“Itu belum cukup, kontribusi lingkungan guna menanggulangi sampah di masyarakat, perlu CSR nya terjun ke masyarakat, yaitu dengan menyalurkan apa yang dibutuhkan masyarakat dalam hal ini penyediaan bak sampah maupun pembakaran sampah,” tegas Yusep.
Yusep berharap perusahaan yang ada di Lagadar memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan membangun apa yang kita contohkan ini, bak sampah sekaligus pembakarannya, sehingga tidak perlu dibawa ke Sarimukti atau Legoknangka, sampah sudah habis di daerah RW,” tandas Yusep.
“Silahkan nanti pejabat daerah disini untuk mengkomunikasikan dengan perusahaan, dan itupun CSR hak masyarakat, boleh digunakan untuk kemaslahatan masyarakat, tapi bukan untuk pribadi,” ukar Yusep.
Sementara, Camat Margaasih Asep Ruswandi mengatakan yang diberikan Satgas Sektor 21 ini bisa bermanfaat terutama bagi warga yang ada di lingkungan RW 04, Desa Lagadar.
“Sangat bermanfaat, saya harapkan mudah mudahan kedepan di RW yang lain bisa melakukan upaya dan berusaha untuk membangun di lingkungan masing masing,” katanya.
Selama ini, upaya penanganan sampah yang dilakukan tingkat Kecamatan baru pada tataran sosialisasi, “karena kalau harus melakukan pembangunan secara fisik, ya mungkin kita masih keterbatasan biaya atau anggaran,” katanya.
Hal senada dikatakan Kepala Desa Lagadar Asep Saepudin mengatakan atasnama masyarakat Desa Lagadar berterimakasih atas bantuan tempat pengelolaan sampah mandiri yang berada di desa Lagadar.
 “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga Lagadar, terutama dalam mencari solusi penanganan masalah sampah,” katanya.
Dengan adanya proses pengolahan sampah melalui pengelolaan secara mandiri ini, timpal Asep biasanya harus dilayani oleh Dinas kebersihan kabupaten bandung, alhamdulillah mungkin dengan ini bisa mengelola sampahnya dan habis di wilayahnya sendiri.
Penyerahan bak pengolahan sampah yang diberikan untuk warga RW 04 desa Lagadar, dapat dimanfaatkan oleh 8 RT dengan jumlah 540 KK.
Elly











