• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, November 5, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor

Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor

red cyber by red cyber
September 15, 2026
in Featured, Pemerintahan
0
Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG,– Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir, longsor, hingga dampak bencana hidrometeorologi lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj Tuti Ruswati menggelar Rapat antisipasi bencana menjelang musim hujan bertempat di Ruang Rapat Sekda, Selasa (15/09/2026).

Sekda Tuti menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat melakukan langkah antisipasi menghadapi musim penghujan.

“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat hari Senin kemarin. Kita sudah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diantisipasi menghadapi musim penghujan, sekarang masing-masing SKPD harus segera menindaklanjutinya sesuai tupoksi,” ujar Tuti.

Ia menekankan,  Setiap SKPD harus memiliki tanggung jawab yang jelas, mulai dari penanganan pohon rawan tumbang, jalan dan tebing, drainase, sungai, hingga kawasan pertanian.

“Saya tegaskan, jangan menunggu bencana terjadi. SKPD harus melakukan langkah preventif. Yang menjadi kewenangan PUTR segera ditindaklanjuti, DLHK mengidentifikasi dan menangani pohon rawan tumbang, BPBD memperkuat kesiapsiagaan dan normalisasi sungai, Dishub menyiapkan rambu serta pengamanan jalan, dan perangkat daerah lainnya juga bergerak sesuai kewenangannya,” tegasnya.

Tuti juga meminta perhatian khusus terhadap sejumlah titik rawan longsor dan banjir lainnya, termasuk Lebak Huni–Mergalaksana, Cijeler–Bangbayang, TegalManggung Cimanggung, serta sejumlah sungai yang membutuhkan pengerukan.

“Yang sudah teranggarkan segera dilaksanakan, sementara yang belum teranggarkan harus segera diidentifikasi kebutuhan dan skala prioritasnya untuk kita tindaklanjuti melalui anggaran perubahan. Jangan sampai persoalan anggaran kemudian membuat kita terlambat melakukan antisipasi,” katanya.

Baca juga :  Bupati Tanah Bumbu Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah dalam Peringatan Maulid Nabi

Menurut Tuti, kesiapsiagaan juga harus menyentuh sektor pertanian, khususnya dalam mengantisipasi perubahan kondisi lahan sawah memasuki musim hujan.

“Di bidang pertanian juga harus diantisipasi. Sawah yang sebelumnya kering harus dipersiapkan menghadapi hujan, termasuk ketersediaan sarana pendukungnya. Karena ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, di beberapa wilayah juga berpotensi terjadi longsor dan banjir,” ujarnya.

Tuti kembali menegaskan bahwa seluruh SKPD harus memiliki rencana aksi yang jelas dan terukur.

“Saya harap tidak ada SKPD yang merasa ini hanya tugas BPBD. Ini tugas kita bersama. Masing-masing dinas punya peran sesuai tupoksinya. Saya minta segera turun ke lapangan, cek kondisinya, lakukan intervensi dan pastikan masyarakat terlindungi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan, tanah longsor dan banjir masih menjadi bencana hidrometeorologi yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Sumedang.

“Dari data yang telah kami kumpulkan sampai tanggal 14 September 2026, kejadian tanah longsor dan banjir masih mendominasi bencana yang terjadi di Kabupaten Sumedang. Potensi longsor juga tersebar di hampir seluruh wilayah, baik di kawasan permukiman maupun di sepanjang ruas jalan,” ujar Bambang.

Baca juga :  Cegah Korupsi, Ini yang Dilakukan Gubernur Jakarta

Ia menyebutkan, ada beberapa wilayah yang rawan longsor, di antaranya Tanjungkerta, Sukasari, Sumedang Selatan, Situraja, Pamulihan, Cimanggung, Surian, Jatinunggal dan Cibugel. Selain itu, terdapat 26 kecamatan yang memiliki potensi longsor pada kawasan permukiman.

Menurut Bambang, Pada ruas jalan nasional, beberapa titik yang perlu diwaspadai berada di Cadas Pangeran, Cigendel dan Cijelag-Tomo. Sementara pada jalan provinsi, di antaranya terdapat di Panisan, Wado dan Lingkar Jatigede.

“Untuk ruas jalan, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Ketika terjadi longsor, penanganan dilakukan secepat mungkin dengan mengerahkan personel maupun alat berat untuk membersihkan material dan memastikan akses masyarakat bisa kembali normal,” katanya.

Bambang mengatakan sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tomo dan Ujungjaya.

Sebagai bagian dari upaya penanganan dan mitigasi banjir, BPBD bersama unsur terkait juga telah melakukan penanganan pada sejumlah aliran sungai, di antaranya Sungai Cimande, Sungai Cikeruh, Sungai Cileuleuy dan Sungai Cikandung.

“Penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kami juga melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk penanganan aliran sungai, pemantauan wilayah rawan serta kesiapsiagaan personel dan peralatan. Ini penting untuk mengurangi risiko dan dampak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkas Bambang. (hms/bon)

Previous Post

Pelatihan Operator Trintin 2026 di Tanah Bumbu Dibuka Gratis, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Next Post

Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

BeritaTerkait

Ekonomi

Dorong Profesionalisme Pengelola Zakat, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil Skema Kualifikasi 3

November 4, 2026
Featured

Perkuat Kolaborasi Asean-Korea, Kabupaten Sumedang Tampil di Forum Internasional WINIT 2026

November 3, 2026
Featured

Wabup Fajar Paparkan Digitasi Hingga Desa pada Monev KI Jabar

November 3, 2026
Featured

Wabup Sumedang Turun Langsung, 700 Personel Bersihkan Sungai di Jatinangor

November 3, 2026
Featured

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026
Featured

1.185 Unit PJU Telah Terpasang di Priangan Timur

November 3, 2026
Next Post
Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

No Result
View All Result

Berita Terkini

Dorong Profesionalisme Pengelola Zakat, BAZNAS Jabar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil Skema Kualifikasi 3

November 4, 2026

Perkuat Kolaborasi Asean-Korea, Kabupaten Sumedang Tampil di Forum Internasional WINIT 2026

November 3, 2026

Wabup Fajar Paparkan Digitasi Hingga Desa pada Monev KI Jabar

November 3, 2026

Wabup Sumedang Turun Langsung, 700 Personel Bersihkan Sungai di Jatinangor

November 3, 2026

PWI Half Marathon 2026 Jadi Rangkaian Kick Off HPN Lampung

November 3, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC