BANDUNG,-Pihak Kepolisian Polda Jabar dan terus melakukan penyelidikan di balik kecelakaan maut dan penyebab tergulingnya dump truk pengangkut pasir di ruas Tol Cipularang yang diduga menjadi pemicu tabrakan beruntun yang terjadi Senin (2/03).
Dikutip dari CNN.Co Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi sufahriadi mengatakan pihaknya akan melakukan penyidikan khusus mengenai kecelakaan ini. Namun, kita lihat di depan ada sebuah dump truk terguling yang menyebabkan kecelakaan beruntun,” ujar Kapolda Jabar.
Menurutnya hasil penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan maut tersebut bermula dari kecelakaan tunggal dump truk hingga terguling di jalan tol.
Saat empat mobil antre menunggu proses evakuasi dump truk tersebut tiba-tiba sebuah dump truk lain bermuatan tanah yang mengalami rem blong meluncur dan menabrak ke empat mobil yang antre. Belum selesai, di belakang dump truk ada 15 mobil lain yang kemudian terlibat kecelakaan beruntun.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan korban meninggal dunia atas kecelakaan maut Tol Cipularang KM 91.400, Purwakarta, Jawa Barat, sebanyak delapan orang.
“Korban meninggal dunia jumlahnya delapan orang , dan 28 korban luka trmasuk tiga orang mengalami luka ringan,” tutur Trunoyudo kepada Patroli di ruang kerjanya Selasa (3/9/2019).
Menurut Truno, satu korban sebelumnya sempat diduga tewas. Namun saat diperiksa tim medis di rumah sakit, ternyata kondisinya masih hidup.
Truno belum bisa menjelaskan lebih detail terkait pemicu kecelakaan ini, karena masih menunggu dari hasil tim ahli, sementara petugas tengah fokus melakukan evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat. “Kita fokus evakuasi korban dulu,” katanya.
Kerugian Mencapai Dua Milyar
Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan empat dari delapan korban meninggal dunia telah teridentifikasi yakni Dedi Hidayat (45) warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Iwan (35) warga Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Endi Budianto serta Hendra Cahya (64) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kepolisian memprediksi kerugian material akibat kecelakaan beruntun yang terjadi di kilometer 91 Tol Cipularang pada Senin (2/9), mencapai Rp2 miliar.
YADI












