SUMEDANG,– Pemberitaan terkait banyaknya penghargaan yang diterima Pemda Sumedang namun belum berdampak kepada penurunan angka kemiskinan, ternyata menuai banyak komentar, dan menjadi diskusi yang cukup hangat di beberapa grup WhatsApp (WA) di Kabupaten Sumedang, termasuk di grup media online, maupun media sosial.
Komentar pro dan kontra muncul atas statmen politisi senior PKS, drg. H. Rahmat Juliadi, MH. Kes. Dari mulai yang membenarkan statement tersebut, sampai dengan yang membantah dengan tegas pernyataan tersebut. Tak terkecuali jajaran Pemerintah Daerah Sumedang sendiri dari mulai Kabag Humas Setda, Kepala Bappeda, Sekretaris daerah bahkan termasuk Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir sendiri memberikan respon atas pernyataan politisi PKS ini.
Rahmat sendiri membenarkan dan menanggapi santai komentar pro kontra dan ramainya diskusi di berbagai grup WA dan media sosial, termasuk pemberitaan di sejumlah media.
“Saya menerima banyak tanggapan atas pemberitaan tersebut dari mulai yang mengiyakan, sampai ada yang menyerang secara pribadi maupun lembaga DPRD, baik yang disampaikan melalui pesan WA pribadi maupun komentar di media sosial. Saya senyumin saja, sebagai sebuah dinamika dan dialektika dalam kehidupan berdemokrasi,” ujarnya, di Sumedang, Selasa (4/12/2022).
“Lagi pula, saya menyampaikan statment tersebut dengan cara yang baik. Saya pun sangat mengapresiasi capaian pemda saat ini, dan dampak positif dari penghargaan yang diterima Pemda Sumedang juga ada. Tidak saya naifkan, saya juga sebutkan dalam statment saya,” tambah Rahmat.
Menurutnya, kalau pun angka kemiskinan naik dan masih cukup tinggi, itu adalah fakta. Datanya tidak bisa dibantah hasil rilis dari BPS, terlepas dari besarannya di banding daerah kota kabupaten lain.
Rahmat justru bersyukur, dengan adanya dinamika ini pemerintah daerah bisa memberikan klarifikasi serta menyampaikan data-data yang lebih lengkap yang selama ini mungkin belum banyak diketahui oleh publik.
“Intinya, saran, masukkan, bahkan kritikan itu diperlukan, sebagai pengingat agar jangan terlena dan merasa cepat berpuas diri. Saya hanya menjalankan fungsi saja sebagai kontroling, cek and balance. Karena itu tugas saya sebagai anggota DPRD yang digaji oleh rakyat. Ini hanya sebagai motivasi saja buat pemda. Makanya diawal saya sampaikan jangan cepat berpuas diri karena kadang pujian dan sanjungan itu akan melenakan,” ungkap Rahmat.
Secara pribadi, dirinya kembali menyampaikan apresiasi atas capaian Pemda Sumedang yang dinilai sudah on the track. Rahmat juga mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah, baik dengan bupati maupun sekda.
“Kami kemarin komunikasi lewat sambungan telepon, cukup panjang. Kita diskusi cukup hangat. Sekda juga sangat paham apa yang saya sampaikan. Beliau mengapresiasi juga apa yang saya sampaikan dengan istilah ini adalah ‘suplemen’ bagi kami untuk bekerja lebih keras. Juga beberapa argumentasi yang beliau sampaikan bahwa menurunkan angka kemiskinan itu tidak mudah,” bebernya.
Rahmat juga mengapresiasi Pemda yang langsung menindaklanjuti saran masukkan dan kritik dari sejumlah pihak, dengan bergerak cepat turun ke lapangan, mulai di hari pertama tahun 2022, serta berkomitmen siap Memberikan Pelayanan Lebih Berkualitas dan Cepat (Melesat) dalam rangka mengakselerasi visi Sumedang Simpati.
“DPRD dan Pemda akan terus berkomunikasi dan menjalankan tupoksinya masing-masing, untuk mencari solusi dan mengambil langkah terbaik dalam menanggulangi masalah yang dihadapi,” tukasnya. (abas)












