PANGANDARAN, – Ramadan tahun ini menjadi momen penuh haru bagi Dinem (82), seorang janda lanjut usia warga Blok Sidamulya RT 01/08, Dusun Sidamulya, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Di usia senjanya, Dinem mendapat kado istimewa berupa rumah baru setelah kediamannya rata diterjang angin kencang puting beliung beberapa waktu lalu.
Musibah tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Angin puting beliung menerjang kawasan tersebut dan menghancurkan rumah kecil milik Dinem. Bangunan sederhana yang selama ini menjadi tempatnya berteduh luluh lantak, hanya menyisakan pondasi di atas tanah.
Beruntung, saat kejadian Dinem tidak berada di dalam rumah sehingga terhindar dari bahaya. Namun, kehilangan tempat tinggal tentu menjadi pukulan berat bagi perempuan lansia yang hidup seorang diri itu.
Melihat kondisi tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Pangandaran di bawah naungan Polda Jawa Barat bergerak cepat memberikan bantuan.
Melalui program bedah rumah tidak layak huni yang digagas Kapolda Jawa Barat, rumah Dinem ditetapkan sebagai salah satu sasaran penerima bantuan.
Pantauan Rabu (04/03/2026) sore, sejumlah anggota kepolisian tampak meninjau langsung proses pembangunan rumah yang kini hampir rampung. Rumah semi permanen tersebut dibangun dengan dinding balok kayu dan GRC serta beratapkan asbes. Meski sederhana, bangunan itu jauh lebih kokoh dan layak huni dibandingkan rumah sebelumnya.
Di depan rumah barunya, Dinem tak kuasa menyembunyikan rasa syukur. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah membantunya.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudah-mudahan bermanfaat, dan terima kasih kepada bapak polisi,” ujar Dinem saat ditemui di depan rumah barunya, Rabu sore.
Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supian, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut berawal dari musibah angin puting beliung yang terjadi sekitar sebulan lalu.
“Rumah ini tersapu angin puting beliung. Dulu habis rata, yang tersisa hanya pondasi bawahnya,” katanya.
Ia menambahkan, program bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya warga kurang mampu, agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni. (Supriatna)












