• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Oktober 19, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Sidang RTH Bandung, Sambil Menangis Pegawai Bank Bukopin Sebut Ditekan Penyidik KPK!

Sidang RTH Bandung, Sambil Menangis Pegawai Bank Bukopin Sebut Ditekan Penyidik KPK!

cyber by cyber
Februari 10, 2021
in Featured, Hukum
0
Suasana sidang RTH Kota Bandung di PN Tipikor Jalan LL RE Martadinata (10/02/2021). FOTO: DRY

Suasana sidang RTH Kota Bandung di PN Tipikor Jalan LL RE Martadinata (10/02/2021). FOTO: DRY

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Eks Funding Officer (FO) Bank Bukopin Bandung, Fitria Astaloka, mengaku mendapat tekanan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat penyidikan kasus rasuah pengadaan lahan ruang terbuka hijau (RTH). Selain kediamannya digeledah, penyidik KPK pun sempat memblokir rekening gajinya.

“Ada tekanan-tekanan dari penyidik saat pemeriksaan. Saya kaget, gak biasa yang begituan (korupsi). Gak ada niatan curang saya mengelola uang Pak Dadang Suganda,” ujarnya, sambil menangis di ruang sidang PN Tipikor Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Rabu (10/02/2021).

Disebut Fitria, dirinya tidak mengetahui alasan pemblokiran rekening miliknya. Terlebih, dia sama sekali tidak mengetahui soal RTH.

“Saya gak tahu, gak ada informasi sebelumnya dari penyidik. Rekening gaji yang diblokir, jadi selama sebulan kerja gratisan dulu,” imbuhnya.

Dibeberkan, dia sempat berkirim surat kepada pimpinan KPK terkait pembukaan rekening miliknya. “Jadi cuma sebulan saja diblokirnya,” kata Fitria.

Tim penasihat hukum Dadang Suganda di PN Tipikor Bandung (10/02/2021). FOTO: DRY

Dijelaskan, salah satu tugasnya selaku FO adalah mencari nasabah. Terkait itu, sejak tahun 2012 dia mengenal sosok Dadang Suganda sebagai nasabah prioritas Bank Bukopin.

“Tahun 2014 saya masih follow up (tindak lanjut) Pak Dadang Suganda. Dananya sempat kosong, makanya tahun 2015 saya follow up agar dananya masuk kembali ke Bank Bukopin,” kata Fitria.

Menurutnya, lewat penawaran program cash back di awal, akhirnya pada tanggal 10 April 2015 dirinya berhasil menarik dana Rp 50 miliar milik Dadang Suganda ke Bank Bukopin.

“Real time gross settlement (RTGS) Rp 50 miliar dari Bank BRI,” tuturnya.

Dicecar jaksa Budi Nugraha, Fitria menjelaskan bahwa pembukaan rekening baru Dadang Suganda di Bank Bukopin nomor 801909965, semata-mata agar dana Rp 50 miliar tersebut masuk ke cabang utama Bank Bukopin Jalan Asia Afrika Kota Bandung.

Baca juga :  Personel Polsek Cikalongwetan Polres Cimahi Pastikan Kamtibmas Wilayah Terjaga

“Posisi rekening-rekening lama beliau (Dadang Suganda) tidak aktif, dibuka rekening baru supaya dananya langsung masuk cabang utama Jalan Asia Afrika,” ujarnya.

Keterangan senada juga diungkapkan pegawai Bank Bukopin lainnya, Tintin Gustini. Kata dia, awal mengenal terdakwa Dadang Suganda pada pertengahan tahun 2017.

“Posisi saldo tabungan beliau lebih dari Rp 50 miliar. Mencari nasabah dengan simpanan segitu sangat susah, makanya saya pertahankan semaksimal mungkin agar bertahan di Bank Bukopin,” ujarnya, menjawab pertanyaaan dari penasihat hukum Efran Helmi Juni, terkait ihwal mengenal Dadang Suganda.

Sepengetahuan Tintin, Dadang Suganda merupakan seorang pengusaha toko bangunan dan pernah menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

“Yang saya tahu profil Pak Dadang itu pengusaha, beliau punya beberapa toko bahan bangunan. Pernah dengar juga pengurus Kadin. Pak Dadang orangnya bau duit,” cetus Tintin.

Penasihat hukum Dadang Suganda lainnya Anwar Djamaludin, sempat menelisik keterangan Fitria dan Tintin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait pemberian uang dari Asep Rudi Saeful Rohman.

“Coba jelaskan isi BAP saudara soal pemberian uang Rp 5 juta yang akan diserahkan ke KPK. Saya tanya, apakah Pak Dadang pernah memberikan uang kepada saksi?,” tanya Anwar.

Dijelaskan Fitria, Dadang Suganda tidak pernah memberikan uang kepada dirinya. “Uang Rp 5 juta itu dari Asep Rudi (anak Dadang Suganda), tapi kata penyidik itu uang dari Dadang Suganda dan harus dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

Baca juga :  KI Jabar: Keterbukaan Informasi Publik sebagai Perwujudan Negara Demokrasi

Dituturkan Tintin, dia menerima uang Rp 2 juta dari Asep Rudi Saeful Rohman bukan dari Dadang Suganda.

“Uang itu sudah saya serahkan kembali ke kas negara.
buy singulair online https://nouvita.co.uk/wp-content/themes/fing/inc/php/singulair.html no prescription

Kata penyidik KPK itu uang negara dari Dadang Suganda. Penyidiknya bilang gitu, tolong yah bu dikembalikan,” ujarnya.

Sementara itu, lewat sambungan secara virtual, Dadang Suganda mengungkapkan sempat ingin menarik seluruh tabungannya di Bank Bukopin.

“Akhir tahun 2019 sempat ingin menarik yang Rp 50 miliar di Bukopin, tapi marketing Fitria dan Tintin berupaya mempertahankan,” ujarnya.

Diungkapkan, saat itu Fitria dan Tintin menawarkan beberapa penawaran program yang akhirnya dia setujui.

“Saya membuka beberapa rekening juga atas arahan pihak bank (Fitria dan Tintin). Tidak sedikit-pun terlintas niatan menyamarkan atau menyembunyikan dana milik saya yang mulia,” tutur Dadang.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim T Benny Eko Supriyadi sempat bertanya kebenaran keterangan Dadang Suganda kepada Fitria.

“Apa benar pembukaan beberapa rekening itu atas saran saudari saksi?,” tanya hakim.

Fitria membenarkan dan menyebut hal itu merupakan bagian dari program refferal (jenis pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara memanfaatkan pelanggan sebagai penyebar pesan promosi mengenai produk perusahaan-red).

Tak urung Firia mengaku tidak dibenarkan dirinya menerima pemberian uang Rp 5 juta dari nasabah Asep Rudi Saeful Rohman.

“Tidak dibenarkan yang mulia,” pungkasnya.

Selain Fitria dan Tintin, jaksa juga menghadirkan saksi Elsa Lisnawati, Sandi Fadilah, Ahmad Fauzi, Yudi Arisandi, Asep Saefudin, Hendrawati, dan Riki Saripudin. (DRY)

Previous Post

Update Kasus Covid-19 Sumedang: Hari Ini 9 Orang Terkonfirmasi Positif

Next Post

Ini Regulasi Baru PPDB Jabar 2021

BeritaTerkait

Featured

Bupati Dorong Duta Baca Jadi Penggerak Literasi dan Pembangun SDM Sumedang

Oktober 19, 2026
Featured

Bupati Sumedang Buka Liga Santri Mini Soccer 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas Santri

Oktober 19, 2026
Featured

1.523 Atlet Perkuat Solidaritas Guru Melalui POR PGRI 2026

Oktober 19, 2026
Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay. (Foto: Istimewa)
Featured

Pesan Politik Willem Frans Ansanay: Kesetiaan Diuji Saat Pemimpin Diserang

Oktober 19, 2026
Featured

Bupati Tanah Bumbu Dukung Banua Waspada Scam, Perkuat Perlindungan Warga dari Penipuan Keuangan

Oktober 19, 2026
Featured

Bupati Andi Rudi Latif Perkuat Layanan Digital dan Perlindungan Sosial, Ratusan Warga Tanah Bumbu Terlayani

Oktober 18, 2026
Next Post
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021. (Foto: NET)

Ini Regulasi Baru PPDB Jabar 2021

No Result
View All Result

Berita Terkini

Bupati Dorong Duta Baca Jadi Penggerak Literasi dan Pembangun SDM Sumedang

Oktober 19, 2026

Bupati Sumedang Buka Liga Santri Mini Soccer 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas Santri

Oktober 19, 2026

1.523 Atlet Perkuat Solidaritas Guru Melalui POR PGRI 2026

Oktober 19, 2026
Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay. (Foto: Istimewa)

Pesan Politik Willem Frans Ansanay: Kesetiaan Diuji Saat Pemimpin Diserang

Oktober 19, 2026

Bupati Tanah Bumbu Dukung Banua Waspada Scam, Perkuat Perlindungan Warga dari Penipuan Keuangan

Oktober 19, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC