• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Sidang RTH, Penasihat Hukum Dadang Suganda Cecar Saksi KPK

Sidang RTH, Penasihat Hukum Dadang Suganda Cecar Saksi KPK

cyber by cyber
Desember 18, 2020
in Featured, Hukum
0
Mantan Kadistarcip Kota Bandung Rusjaf Adimenggala, saat memberikan kesaksian di PN Tipikor Bandung Jalan LL RE Martadinata. (Foto:DRY)

Mantan Kadistarcip Kota Bandung Rusjaf Adimenggala, saat memberikan kesaksian di PN Tipikor Bandung Jalan LL RE Martadinata. (Foto:DRY)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Penasihat hukum terdakwa Dadang Suganda, Anwar Djamaluddin SH MH, mencecar saksi Asep Tatang yang dihadirkan jaksa KPK pada sidang lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Kamis (17/12/2020).

Koordinator Seksi Pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung tersebut, didesak soal keterangannya terkait 54 bidang tanah pada peta penetapan lokasi (penlok).

“Yang saya pertanyakan darimana saudara saksi memperoleh data itu, apakah data tersebut diberikan oleh penyidik atau bagaimana,” cecar Anwar.

Terungkap, ternyata Asep Tatang tidak terlibat sejak awal dalam proses pengukuran terkait penlok yang dipermasalahkan penyidik KPK. Dia hanya dimintai bantuan oleh penyidik untuk menunjukkan mana saja lokasi tanah yang sesuai dengan peta penlok yang disodorkan oleh penyidik.

“Nah itu yang membuat kita heran, ternyata saksi Asep Tatang bukanlah juru ukur yang terlibat sejak proses awal dalam pembuatan penlok. Ketika dia (Asep Tatang-red) jawab dapat data itu dari penyidik, yah saya langsung bilang cukup,” ujar Anwar, usai sidang di halaman PN Tipikor Bandung Jalan LL RE Martadinata.

KPK hadirkan lima orang saksi pada sidang lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang Dadang Suganda (17/12/2020). FOTO: DRY

Sebelumnya, jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan lima orang saksi dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim T Benny Eko Supriyadi.

Baca juga :  Polsek Sumur Bandung Polrestabes Bandung Tempatkan Personil di Titik Rawan Kemacetan pagi

Kelima saksi itu, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen, mantan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip)  Rusjaf Adimenggala, Kasie Penanganan Sengketa DPKP3 Tris Tribudiarti Isnaningsih, Pelaksana DPKP3 Asep Supriatna, dan Koordinator Seksi Pengukuran BPN Kota Bandung Asep Tatang.

Jaksa KPK Putra Iskandar sempat mencecar Rusjaf terkait dengan empat buah penlok yang dikeluarkan dalam waktu nyaris bersamaan pada bulan November 2012. Jaksa mencurigai penlok untuk pengadaan lahan SDN Cikadut, Kantor Kecamatan Antapani, RTH Palasari dan RTH Cisurupan tersebut, menyimpang dari prosedur yang ditentukan.

“Kenapa untuk keempat penlok itu yang mengajukan surat penlok nya seorang Kepala Bidang Agus Slamet Firdaus bukan kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD)?” tanya Putra.

Sempat beberapa lama diam, Rusjaf menjawab bahwa pihaknya hanya melihat institusi (DPKAD) yang mengajukan.

Baca juga :  Ditengah Kondisi Covid-19 “Rina Salon“ Terus Potong Rambut

“Begitu dapat surat itu dari staf, saya langsung proses tanpa melihat siapa yang menandatanganinya,” ujar Rusjaf.

Menurutnya, prosedur penlok berdasarkan permintaan atau usulan dari dinas terkait. DPKAD membuat surat usulan ke Distarcip, lalu ditindaklanjuti sesuai dengan lokasi yg diusulkan.

“Secara administrasi, penlok ditetapkan oleh Sekretaris Daerah. Distarcip hanya mengurus administratifnya,” ungkap Rusjaf.

Tak urung Rusjaf mengakui bahwa lokasi tanah yang dibeli Pemkot Bandung harus berada di dalam peta penlok yg sudah disetujui.

Jaksa Putra Iskandar lalu mengingatkan Rusjaf pernah menandatangani penlok RTH Mandalajati seluas 8000 m2 pada bulan Desember 2011. Saat Jaksa mendesak apakah Rusjaf mengetahui siapa pemilik penlok dimaksud, Rusjaf mengaku tidak mengetahui bahwa seluruh lokasi tanah di peta penlok yang ditandatanganinya itu kepunyaan Dadang Suganda.

Saksi lainnya, Asep Supriatna, mengaku pernah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) senilai Rp 32 miliar untuk pembayaran 54 bidang tanah pada tanggal 9 Desember 2011 dari PPTK Hermawan.

Pembayaran dilakukan di Bank Jabar Taman Sari kepada Dadang Suganda, Imam Buchori,  dan Agus Sudirman.

“Saya tidak tahu kalau itu ada keterkaitan dengan Dadang Suganda. Saya tidak kenal, saya tidak pernah menerima pemberian apapun dari Dadang Suganda,” ujar Asep. (DRY)

Previous Post

Personil Brimob Polda Jabar Getol Ajak Masyarakat Patuhi 3M ia

Next Post

Keterangan Berbelit, Jaksa KPK ‘Semprot’ Kepala BPPD Kota Bandung

BeritaTerkait

Oplus_32
Featured

Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Proyek di Pemkab Bekasi, Terdakwa Sarjan Sampaikan Permohonan Maaf

April 20, 2026
oplus_0
Featured

Perkara Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bekasi, Sarjan Jelaskan Aliran Uang

April 20, 2026
Featured

Hari Jadi Ke-448, Bupati Sumedang Ziarah Ke Makam Raja Sumedanglarang

April 20, 2026
Featured

Komitmen HJS ke-448, Bupati Sumedang Fokuskan Program Pembangunan

April 20, 2026
Ekonomi

Penguatan Pengelolaan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan, BAZNAS Jabar dan Kanwil Kemenag Teken MoU

April 20, 2026
Featured

Upacara HJS Ke-448, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Cinta dan Kebanggaan Terhadap Sumedang

April 20, 2026
Next Post
Kepala BPPD Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen (batik coklat, red) di PN Tipikor Bandung Jalan LL RE Martadinata (17/12/2020). Foto: DRY

Keterangan Berbelit, Jaksa KPK 'Semprot' Kepala BPPD Kota Bandung

No Result
View All Result

Berita Terkini

Oplus_32

Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Proyek di Pemkab Bekasi, Terdakwa Sarjan Sampaikan Permohonan Maaf

April 20, 2026
oplus_0

Perkara Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bekasi, Sarjan Jelaskan Aliran Uang

April 20, 2026

Hari Jadi Ke-448, Bupati Sumedang Ziarah Ke Makam Raja Sumedanglarang

April 20, 2026

Komitmen HJS ke-448, Bupati Sumedang Fokuskan Program Pembangunan

April 20, 2026

Penguatan Pengelolaan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan, BAZNAS Jabar dan Kanwil Kemenag Teken MoU

April 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC