BOGOR,– Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Barisan Relawan Jalan Perubahan (DPC Bara JP) Bogor Raya meminta DPP Bara JP segera mengambil langkah terkait pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Pengurus DPC BaraJP Bogor Raya, Mega Hernita berpendapat, substansi pernyataan “asal jangan teriak hidup Jokowi” yang terlontar dari mulut Dasco masih belum jelas motifnya.
“Hari ini sebenarnya kita sedang cek persiapan kegiatan Bara JP untuk hari Minggu nanti ya. Namun karena teman-teman (wartawan, red) menanyakan perihal pak Dasco Ahmad, saya jawab bahwa Bara JP Bogor Raya sudah menghubungi DPP Bara JP, tapi belum ada jawaban,” kata Mega, di Gunungputri, Jumat (22/5/2026).
Selain itu Mega juga berpendapat, insiden bocornya suara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat sidang paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026 itu harus diketahui pasti motifnya secara jelas.
“Jadi kita enggak berspekulasi apalagi men-justice atau menghakimi dengan cepat bahwa pernyataan itu salah. Saya kira harus tahu dulu motifnya, apakah itu bercanda atau apa, ‘kan kita tidak tahu ya. Namun juga pernyataan itu harus diluruskan, yang mana pak Dasco ini harus memberikan klarifikasi,” ujar Mega.
Oleh karenanya, Mega enggan berkomentar lebih jauh soal pernyataan Dasco tersebut sebelum ada langkah dari DPP Bara JP seperti melalui pleno dan fakta sebenarnya.
“Tadi saya juga sudah menghubungi Wasekjen DPP Bara JP Bang Jonny Sirait. Beliau berpesan jangan dulu berspekulasi, mengambil kesimpulan, namun tetap jaga marwah Bara JP, pak Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto atas pernyataan itu, termasuk menghormati klarifikasi dari pak Dasco,” tegas Mega.
Jadi Trending Topik
Seperti diketahui, dugaan bocornya suara mikrofon Dasco kini menjadi trending topik di media sosial karena menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berdasarkan rekaman siaran langsung TVR Parlemen, Dasco disebut mengucapkan “Asal jangan teriak hidup Jokowi,” kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang duduk di sebelah kanannya.
Hal itu terjadi usai Presiden Prabowo Subianto menuntaskan pidatonya yang mengulas Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan APBN 2027. ***












