SULUT, – Kerusakan jalan di ruas vital Poigar–Kaiya–Maelang–Biontong–Attinggola kini ditangani secara agresif melalui pekerjaan patching dan preservasi yang dipercepat oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut).
Langkah percepatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen tanpa kompromi menjelang lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. BPJN Sulut memastikan seluruh titik prioritas dalam kondisi aman dan mantap sebelum puncak pergerakan masyarakat.
Seluruh kontraktor pelaksana dikerahkan tanpa menunggu waktu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) turut diturunkan langsung ke lapangan guna memastikan setiap kerusakan ditangani secara cepat, tepat mutu, dan sesuai target. Fokus utama ditegaskan: keselamatan dan kenyamanan pemudik tidak boleh terganggu.
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II, Rhismono, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawal langsung proses perbaikan.
“Tidak ada ruang untuk kelalaian. Seluruh PPK kami turunkan untuk memastikan kontraktor bekerja maksimal. Minimal tujuh hari sebelum Lebaran, jalan harus sudah siap dilalui masyarakat,” tegas Rhismono, Sabtu (23/02/2026).
Target yang ditetapkan pun jelas—H-7 Lebaran seluruh titik prioritas wajib dalam kondisi mantap dan aman. Perhatian difokuskan pada titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, seperti lubang, retak buaya, hingga deformasi permukaan.
Menurut Rhismono, masa mudik merupakan fase krusial yang menuntut kesiapan infrastruktur tanpa cela.
“Kami tidak ingin ada hambatan signifikan saat arus mudik. Karena itu, penanganan diprioritaskan agar kondisi jalan jauh lebih baik dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujarnya.
Meski penanganan menyeluruh dilakukan secara bertahap, progres pekerjaan di lapangan menunjukkan perkembangan positif dari hari ke hari. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai spesifikasi dan jadwal yang telah ditetapkan.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan preservasi telah berlangsung di sejumlah titik, khususnya pada ruas Poigar–Kaiya di Kabupaten Bolaang Mongondow hingga Maelang–Attinggola di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Paket preservasi tahun 2026 ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan tingkat kemantapan jalan nasional di Sulawesi Utara.
BPJN Sulut juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Potensi perlambatan arus kendaraan dimungkinkan terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Semua ini demi kepentingan bersama. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” tutup Rhismono. (Billy Ruaw)












