• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Wagub Jabar Tinjau Kesiapan AKB di Pontren Al-Falahiyah Cikoneng

Wagub Jabar Tinjau Kesiapan AKB di Pontren Al-Falahiyah Cikoneng

red cyber by red cyber
Juni 17, 2020
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG,– Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi Pondok Pesantren Al-Falahiyah Cikoneng, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang dalam rangka memonitor kesiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di lingkungan Pondok Pesantren menjelang dimulainya aktivitas kegiatan belajar mengajar, Selasa (17/6/2020).

Wagub hadir bersama Kabag Keagamaan Biro Pelayanan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat dan diterima Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir di kediaman pimpinan Pontren Al-Falahiyah, K.H Adlo Murtado.

Hadir pula Kapolres Sumedang Dwi Indra Laksmana, Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Idad Istidad yang juga pengasuh Pontren Al-Falahiyah, Kepala kantor Kemenag Sumedang H Hasen, dan Ketua Baznas Sumedang Ayi Subhan Hafas.

Wagub dalam keterangannya menyampaikan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sudah memberikan izin kepada pondok pesantren untuk melaksanakan aktivitas dengan syarat harus memenuhi SOP yang SK-nya ditandatangani oleh Gubernur.

“Sebelumnya banyak (pesantren) yang meminta izin untuk membuka kembali kegiatannya. Jadi kunjungan kami selain untuk silaturahmi, juga untuk memonitor kesiapan (AKB) di pesantren. Pesantren yang akan membuka harus membuat pernyataan kesiapan,” ujarnya.

Menurutnya, berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain, Pontren Al-Falahiyah lebih memilih untuk menunggu arahan pemerintah untuk memulai aktivitas belajarnya. Meskipun demikian, semua protokol kesehatan Covid-19 sudah disiapkan oleh pengurus pesantren seperti penggunaan thermal gun, tempat cuci tangan, physical distancing, serta penggunaan masker dan hand sanitizer.

“Kami menghormati dan menghargai keputusan pimpinan Pontren yang sampai dengan hari ini belum mengadakan aktivitas belajar mengajar karena ikut kepada arahan pemerintah.  Padahal pesantren lain yang saya kunjungi sudah melaksanakan kegiatan,” katanya.

Baca juga :  Samsat Jabar Segera Luncurkan Program Pengesahan STNK di Polsek

Ia juga berharap kepada para kepala daerah untuk membantu penyempurnaan protokol Covid-19 di Pontren sesuai dengan SK Gubernur jawa Barat tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren.

“Alhamdulillah, Kabupaten Sumedang sudah menyatakan siap membantu kebutuhan pesantren sepenuhnya dalam pelaksanaan SOP ini. Tentunya ini suatu kebanggaan bagi kami. Artinya gayung pun bersambut. Ternyata para bupati pun telah memperhatikan dan melaksanakan,” imbuhnya.

Sebagaimana disampaikan Wagub, Bupati H Dony Ahmad Munir menyatakan bahwa Pemda Kabupaten Sumedang sudah berkomitmen untuk membantu penyediaan sarana prasarana Protokol Kesehatan di lingkungan pondok pesantren secara proporsional.

“Semua kebutuhan Protokol Kesehatan seperti keperluan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), thermal gun, hand sanitizer, desinfektan, dan vitamin untuk pesantren kita akan penuhi. Semuanya diperhitungkan berdasarkan luas pesantrennya, jumlah santrinya, dan kebutuhan lainnya,” kata bupati.

Pihaknya juga telah beberapa kali melaksanakan pertemuan berkaitan dengan AKB di pondok pesantren yang intinya mematangkan pentahapan AKB mulai dari fase sosialisasi, edukasi, dampai simulasi.

“Terakhir kemarin (Rabu,16 Juni 2020) saya memimpin langsung rapat yang diikuti para kepala Perangkat Daerah terkait, FPP (Forum Pondok Pesantren), FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), FKPQ (Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’ an), BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), dan (RMI/NU Rabhitah Ma’ahid Islamiyah Nahdhatul Ulama),” ucapnya.

Baca juga :  Bantu UMKM, Pemkot dan Gofood Gelar Festival Kuliner

Ia meminta agar pembukaan kembali aktivitas pondok pesantren di Kabupaten Sumedang harus benar-benar matang kesiapannya agar tidak menjadi potensi munculnya kasus Covid-19 yang baru.

“Sekarang lagi dimatangkan lagi tahapannya. Beberapa tahapan pengkondisian (conditioning) harus ditempuh sebelum pembukaan kembali pondok pesantren. Jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Misalnya untuk anak-anak jangan dulu. Majelis taklim hanya desa dulu yang mulai. Tentunya semua berjalan dengan protokol kesehtan,” tuturnya.

Sementara itu, pengasuh Pontren Al-Falahiyah K H Idad Isti’dad mengemukakan alasan pihaknya belum membuka kegaiatan belajar mengajar.

“Pertama, dari 400 an orang lebih santri, baru 25 orang yang sudah masuk pondok. Itu juga baru pengurus dan santri yang tidak mudik. Kedua, karena pesantren lebih riskan dalam penyebaran virus dibandingkan sekolah,” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan di pesantren yang segalanya dilaksanakan bersama-sama oleh santri harus diatur kembali menjelang permberlakuan AKB.

“Sebenarnya pesantren itu lebih berisiko dibandingkan dengan sekolah karena sehari-hari para santri tidur bersama, makan bersama, dan belajar bersama. Mengingat  kapasitas kamar dan pondok terbatas, cukup sulit untuk mengaturnya kalau (santri) harus dipisah-pisah sesuai aturan jaga jarak,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan operasional pondok pesantren dari BAZNAS Kabupaten Sumedang senilai Rp. 10 juta secara simbolis oleh Bupati Sumedang kepada Pimpinan Pontren Al-Falahiyah K H Ado Murtadlo. (Abas)

Previous Post

Dinkes Kabupaten Sumedang Selesaikan Rapid Test Sebanyak 3.445

Next Post

Polrestabes dan Kodim Bagikan 1.000 Paket Sembako

BeritaTerkait

Oplus_32
Featured

Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Proyek di Pemkab Bekasi, Terdakwa Sarjan Sampaikan Permohonan Maaf

April 20, 2026
oplus_0
Featured

Perkara Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bekasi, Sarjan Jelaskan Aliran Uang

April 20, 2026
Featured

Hari Jadi Ke-448, Bupati Sumedang Ziarah Ke Makam Raja Sumedanglarang

April 20, 2026
Featured

Komitmen HJS ke-448, Bupati Sumedang Fokuskan Program Pembangunan

April 20, 2026
Ekonomi

Penguatan Pengelolaan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan, BAZNAS Jabar dan Kanwil Kemenag Teken MoU

April 20, 2026
Penjabat (PJ) Kepala Desa Persiapan Pandanwangi, Rosyid, S.Pd., M.M.,
Pemerintahan

Hari Jadi Kabupaten Bandung Ke-385 dan Asa Pj Kades Pandanwangi

April 20, 2026
Next Post

Polrestabes dan Kodim Bagikan 1.000 Paket Sembako

No Result
View All Result

Berita Terkini

Oplus_32

Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Proyek di Pemkab Bekasi, Terdakwa Sarjan Sampaikan Permohonan Maaf

April 20, 2026
oplus_0

Perkara Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bekasi, Sarjan Jelaskan Aliran Uang

April 20, 2026

Hari Jadi Ke-448, Bupati Sumedang Ziarah Ke Makam Raja Sumedanglarang

April 20, 2026

Komitmen HJS ke-448, Bupati Sumedang Fokuskan Program Pembangunan

April 20, 2026

Penguatan Pengelolaan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan, BAZNAS Jabar dan Kanwil Kemenag Teken MoU

April 20, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC