• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, November 3, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Ketika Aktivis Diserang, Publik Bertanya: Di Mana Negara?

Ketika Aktivis Diserang, Publik Bertanya: Di Mana Negara?

red cyber by red cyber
April 12, 2026
in Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus (AY) bukan sekadar kriminalitas. Ini adalah ujian telanjang: apakah negara benar-benar berdiri di atas hukum, atau justru tunduk pada kekuasaan?.

Empat pelaku yang diduga terlibat diketahui berasal dari unsur militer. Fakta ini langsung memantik kecurigaan publik akankah kasus ini diadili secara terbuka, atau berakhir dalam ruang tertutup yang sulit diawasi?

Diskusi publik yang digelar Basecamp Demokrasi di Bandung, Sabtu (11 April 2026), menjadi panggung kegelisahan itu. Satu per satu narasumber menyuarakan kekhawatiran yang sama: bayang-bayang impunitas.

Penggiat HAM, Yhodisman Sorata, mengingatkan bahwa reformasi 1998 tidak diperjuangkan untuk setengah jalan.

“Dulu kita menolak dominasi militer dalam kehidupan sipil. Kalau sekarang kasus pidana umum masih dibawa ke peradilan militer, lalu apa arti reformasi?” ujarnya tajam.

Baca juga :  KPU Kabupaten Bandung Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Menurutnya, membawa kasus ini ke peradilan militer bukan hanya soal prosedur, tetapi soal pesan politik: bahwa ada kelompok yang masih berada di atas hukum.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Peradilan militer selama ini kerap dianggap tertutup dan minim pengawasan publik.

“Kalau transparansi hilang, kepercayaan publik ikut runtuh,” tegas Yhodisman.
Sementara itu, akademisi komunikasi politik Vera Hermawan melihat kasus ini sebagai ancaman serius terhadap rasa aman warga.

“Ketika aktivis bisa diserang, itu bukan lagi soal individu. Itu pesan intimidasi,” katanya.

Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya konflik kepentingan atau relasi kuasa di balik peristiwa tersebut.

“Ini tidak bisa disederhanakan sebagai kecelakaan. Publik berhak tahu: siapa di balik ini semua?” ujarnya.

Direktur Eksekutif IPRC, Mochamad Indra Purnama, memperingatkan dampak yang lebih luas: runtuhnya kepercayaan terhadap demokrasi.

Baca juga :  Dandim 0703/ Cilacap Hadiri Rapat Pleno Terbuka KPU Tingkat Kabupaten Cilacap

“Impunitas melahirkan apatisme. Ketika rakyat tidak lagi percaya hukum, mereka juga berhenti percaya pada demokrasi,” katanya.

Ketua Basecamp Demokrasi, Nabil Rahim, menyampaikan sikap tegas: kasus ini harus diadili di peradilan umum.
“Kalau tidak, publik akan melihat ini sebagai perlindungan institusional. Dan itu berbahaya,” ujarnya.

Kini, sorotan publik tidak lagi hanya pada pelaku, tetapi pada negara itu sendiri.
Apakah hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu?

Atau justru kembali tajam ke bawah, tumpul ke atas?

Kasus AY telah berubah menjadi simbol. Bukan hanya tentang kekerasan, tetapi tentang keberanian negara menegakkan keadilan.

Jika transparansi gagal diwujudkan, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik tetapi juga fondasi demokrasi itu sendiri.

Previous Post

Dishub Percepat Penerangan Kawasan Taman Lalu Lintas

Next Post

Seleksi Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Generasi Muda Berkarakter, Disiplin dan Nasionalis

BeritaTerkait

Politik

OPINI: Menakar Putusan MA 742 K/TUN/2026

Oktober 31, 2026
Featured

Pleno BaraJP Tegaskan Satu Komando! Ketum Sebut Belum Ada Arahan Lain Selain Kawal Prabowo-Gibran JAKARTA,– Rapat Pleno ke-3 DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/10), menetapkan sikap politik tegas: satu komando di garis Jokowi. Pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP BaraJP, Willem Frans Ansanay tersebut menjadi penegas bahwa BaraJP tetap solid dan tidak terpecah. “Belum ada arahan lain selain tetap mendukung penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami tetap komit mendukung selama belum ada arahan baru dari Bapak Jokowi,” ujar Willem, dengan tegas. Willem menjelaskan, sikap ini diambil untuk menjawab spekulasi liar di luar yang mencoba membenturkan relawan Jokowi dengan pemerintah. Ia memastikan BaraJP tidak akan kemana-mana dan tidak ada manuver politik lain di luar arahan Jokowi. “BaraJP memastikan relawan Jokowi tetap satu barisan mengawal pemerintahan hasil perjuangan bersama. Ini adalah pemerintahan yang kita perjuangkan bersama Bapak Jokowi. Jadi kewajiban kita untuk kawal sampai tuntas,” lanjutnya. Lebih jauh, pleno menginstruksikan kepada seluruh DPD dan DPC BaraJP di seluruh Indonesia untuk tetap merapatkan barisan dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan, bukan terpancing isu-isu yang memecah belah. “BaraJP tetap dukung pemerintah, tetap di garis Jokowi, tidak ada manuver lain. Kami satu komando,” pungkasnya. (Ist)

Oktober 28, 2026
Jonny Sirait
Politik

OPINI: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Antara Konsistensi, Keberanian dan Keberpihakan pada Rakyat

Oktober 20, 2026
Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay. (Foto: Istimewa)
Featured

Pesan Politik Willem Frans Ansanay: Kesetiaan Diuji Saat Pemimpin Diserang

Oktober 19, 2026
Featured

Dua Sahabat Bertemu, Ahmad Sahroni Tegaskan Usul Pemakzulan Wapres Gibran Hoaks

Oktober 9, 2026
Featured

Kepada Jokowi, Ketum BaraJP Laporkan Perkembangan Politik Nasional

September 27, 2026
Next Post

Seleksi Paskibraka Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Generasi Muda Berkarakter, Disiplin dan Nasionalis

No Result
View All Result

Berita Terkini

500 Mahasiswa Unpad Manfaatkan Geoteater Rancakalong Sebagai Ruang Belajar

November 2, 2026

Semangat Berbagi, Dapur Kartika Grup Sajikan 250 Porsi

November 2, 2026

Petualangan Koki Cilik B2SA di Tanah Bumbu, Siswa TK Negeri Pembina Karang Bintang Belajar Panen dan Olah Sayuran

November 2, 2026

Bupati Andi Rudi Latif Raih Jamsostek Award 2025, Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Perlindungan Pekerja

November 2, 2026

Pemkab Tanah Bumbu Berangkatkan 52 Peserta Ikuti Program Komcad di Kalimantan Selatan

November 1, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC