TANAH BUMBU, – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola destinasi wisata melalui pelatihan peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Sebanyak 18 anggota Pokdarwis dan 2 pegawai Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Destinasi Pariwisata yang berlangsung di Batulicin, Selasa (28/07/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat peran Pokdarwis dalam mengelola destinasi wisata yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan.
Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., melalui Kepala Disbudporapar Tanah Bumbu H. Samsuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola wisata menjadi faktor penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
Samsuddin mengatakan, Pokdarwis memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata di tingkat masyarakat.
“Keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya agar mampu menjadi penggerak pariwisata yang profesional, kreatif, dan memiliki daya saing.
Dengan peningkatan kompetensi tersebut, diharapkan Pokdarwis mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kalimantan Selatan secara umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovanie, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mempersiapkan Pokdarwis sebagai garda terdepan dalam menyambut dan melayani wisatawan.
Menurut Yovanie, interaksi langsung antara pengelola wisata dan wisatawan sangat menentukan pengalaman berkunjung. Karena itu, salah satu materi penting yang diberikan adalah penerapan Sapta Pesona, khususnya aspek keramahan dalam memberikan pelayanan.
“Pokdarwis ini adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan wisatawan. Salah satu materi yang diajarkan adalah bagaimana bersikap kepada wisatawan sesuai Sapta Pesona, yaitu ramah. Sebagus apa pun pemandangan, kalau pelayanannya kurang ramah maka kesan wisatawan akan buruk,” jelasnya.
Ia berharap setelah mengikuti pelatihan, kesiapan Pokdarwis semakin meningkat sehingga wisatawan yang berkunjung memperoleh pengalaman positif dan turut membantu promosi destinasi melalui ulasan maupun media sosial.
Pelatihan tersebut menghadirkan empat narasumber dengan berbagai materi pengembangan pariwisata. Materi penguatan kelembagaan Pokdarwis dan kisah sukses destinasi berbasis masyarakat disampaikan oleh Roni, Ketua Pokdarwis Angsana.
Selanjutnya, materi membangun budaya hospitality berbasis Sapta Pesona disampaikan oleh Puja Mandela, optimalisasi media sosial serta pembuatan konten kreatif oleh Muhammad Rizqi Ramadhani, serta materi public speaking pariwisata dan teknik menjadi pemandu wisata lokal yang menarik oleh Ilham Bahari.
Melalui kegiatan ini, Disbudporapar Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kelembagaan, serta mengoptimalkan promosi digital untuk mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (Ag)












