• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Kemiskinan, Catatan Khusus Kabupaten Sumedang di Tahun 2021

Kemiskinan, Catatan Khusus Kabupaten Sumedang di Tahun 2021

red cyber by red cyber
Desember 30, 2021
in Featured, Pemerintahan
0
Drg Rahmat Juliadi

Drg Rahmat Juliadi

Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG,– Pergantian tahun baru 2022 menjadi animo tersendiri bagi kalangan umum. Demikian juga di pemerintahan. Sejumlah peristiwa di tahun 2021 menjadi topik menarik untuk dibahas.

Seperi bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang, selama setahun ini banyak penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional yang diraih. Terakhir, Kota Tahu menyabet penghargaan dari Kemendagri sebagai Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Goverment Award (IGA) Tahun 2021.

Sebelumnya sebagai kabupaten yang menerapkan aplikasi serba digital, banyak mengolekasi penghargaan lain di tahun 2021. Prestasi itu pun seolah menjadi kado istimewa penutup tahun.

Akan tetapi, berbagai penghargaan itu tak berpengaruh terhadap indeks pendapatan masyarakat (IPM) dan kesejahteraan masyarakat Sumedang sesuai visi misi Bupati Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan semasa kampanye. Hal itu dikatakan Anggota Komisi III DPRD Sumedang dari PKS, Drg Rahmat Juliadi kepada wartawan Kamis 30 Desember 2021.

“Penghargaan yang saya tahu terkait layanan berbasis elektronik. Penghargaan-penghargaan yang selama ini didapatkan oleh pemerintah daerah itu memang hasil kerja keras dari pemerintah daerah, kita tidak bisa menafikan, kita juga patut apresiasi. Hanya pemerintah daerah jangan lantas berpuas diri dengan berbagai penghargaan yang didapatkan karena penghargaan yang didapatkan itu juga tetap harus berbanding lurus dengan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rahmat menilai penghargaan-penghargaan yang selama ini diraih belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hanya target-target yang disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati disaat kampanye termasuk juga di dalam visi misi itu ada sebagian yang sudah mulai tergaraf, ada yang belum.

Baca juga :  Pj. Bupati Maybrat Hadiri Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Papua Barat Daya

“Contoh, visi misi yang belum tercapai terkait peningkatan masyarakat diantaranya membuat semacam rumah besar fakir miskin. Di rumah fakir miskin itu ada upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Sumedang. Ya supaya memang terjadi penurunan yang signifikan tapi itu hanya di awal-awal saja, gaungnya sudah hampir tidak terdengar lagi Bagaimana upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dengan konsep rumah besar fakir miskin itu,” ungkapnya.

Politisi senior PKS ini menilai seolah sekarang Pemkab Sumedang seperti ingin mengejar target penghargaan tersebut. Padahal sebetulnya semua penghargaan yang diperoleh ini tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita juga paham bahwa itu juga faktornya diantaranya adanya pandemi Covid 19, kita tidak bisa nafikan. Tapi tetap upaya-upaya pemerintah daerah ini belum maksimal untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. Sumedang untuk membuka lapangan lapangan kerja baru termasuk juga menyalurkan tenaga kerja Sumedang keluar Sumedang itu dinilai masih sangat kecil, baik upaya pemerintah dalam dorongan membuka lapangan kerja di Sumedang sendiri, maupun mendorong bekerja keluar,” papar Rahmat.

Oleh karenanya, sebagai anggota DPRD yang fungsinya mengawasi dan mengontrol, mengingatkan kepada bupati dan wakil bupati bahwa jangan sampai target kerja itu fokus ke arah pencapaian prestasi saja. Karena penghargaan itu efek, sebetulnya adalah bonus dari kerja-kerja yang selama ini dilakukan.

Baca juga :  Diberitakan Jadi Suplier, Ini Penjelasan Kades di Jatiwaras

“Meskipun sekali lagi kita pun sebetulnya apresiasi juga untuk mendapatkan penghargaan tersebut juga tidak mudah dengan penghargaan-penghargaan yang didapatkan ini,” tambahnya.

“Target yang sebetulnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, yakni pengentasan kemiskinan dan termasuk juga mengurangi pengangguran,” tutur dia.

Kemudian, target kabupaten parawisata itu juga salah satu yang harus juga dipikirkan dengan serius. Sebab, jargon Sumedang Destinasi Wisata baru, realisasinya belum dirasakan. Contoh, prakteknya upaya-upaya ke arah sana juga tidak maksimal, belum terjadi peningkatan jumlah wisatawan padahal banyak tempat wisata baru di Sumedang.

“Jadi jangan hanya saja berpikir untuk menumbuhkan destinasi wisata yang baru, sedangkan destinasi wisata yang ada saat ini juga tidak terperhatikan. Contoh, aksesbilitasnya (Jalan, sarana prasarana, penunjuk arah). Destinasi wisata yang sudah ada sebetulnya tinggal di Poles aja. Yang terjadi meningkatkan destinasi baru sementara akses ke tempat wisatanya belum ada,” ujarnya.

Artinya, lanjut Rahmat, Sumedang ini masih belum menjadi tujuan wisata, kenapa karena memang sarana prasarana pendukungnya seperti akses masih sangat sangat minim. Contoh yang kemarin sempat dilontarkan anggaran cukup besar digelontorkan Kampung buricak burinong. Berapa miliar yang dikuncurkan ke sana. Karena aksesbilitas jalannya sempit dan segala macamnya, akhirnya kan sekarang mati.

“Coba pikirkan bagaimana akses ke sana lebih nyaman, perluasan aksesibilitas, arah jalan fasilitas-fasilitas yang lain yang diperlukan itu menjadi harus fokus pemerintahan daerah dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata,” tandasnya. (abas)

Previous Post

Pengesahan Raperda Inisiatif Ponpes dan Prokes Jadi Kado Akhir Tahun

Next Post

Selama Tahun 2021, Ini Capaian Kinerja KPK

BeritaTerkait

Pemerintahan

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Konser Musik Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis

Mei 1, 2026
Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.
Featured

Sempurnakan Sistem Kependudukan Hingga Kesejahteraan Warga, DPRD Kota Bandung Sahkan Dua Raperda

Mei 1, 2026
Featured

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026
Featured

Dishub Kebut Penerangan Jalan Umum di 17 Ruas Jalan Prioritas

April 30, 2026
Featured

Wabup Sumedang Salurkan Bantuan untuk Petani Tembakau di Sukasari

April 30, 2026
Featured

Kepala Dinas di Sumedang Dilatih AI, Dorong Pengambilan Keputusan Berbasis Data

April 30, 2026
Next Post

Selama Tahun 2021, Ini Capaian Kinerja KPK

No Result
View All Result

Berita Terkini

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Konser Musik Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB Ciamis

Mei 1, 2026

Polemik Rekrutmen Relawan MBG di Ciamis Berujung Penganiayaan, Satu Warga Terluka

Mei 1, 2026
Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 30 April 2026.

Sempurnakan Sistem Kependudukan Hingga Kesejahteraan Warga, DPRD Kota Bandung Sahkan Dua Raperda

Mei 1, 2026

Warga Binaan Lapas Ciamis Tampilkan Lagu Karya Sendiri, Musisi Donasikan Gitar

April 30, 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Gubernur Salurkan Santunan bagi Korban Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo

April 30, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC