CIAMIS, — Terlahir dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, tak pernah membuat dirinya berhenti untuk belajar dan tetap bermimpi untuk menyandang gelar Doktor.
Namun setelah selesainya ujian promosi Doktor tepatnya pada Selasa, 24 Mei 2022 lalu, hal yang tak pernah dimimpikan itu menjadi kenyataan, secara resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pendidikan dengan predikat memuaskan, di Universitas Islam Nusantara Bandung.
Dialah DR. Aar Masria, S.Pd., MM. yang notabene dirinya tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, sebagai salah seorang guru di sekolah dasar di Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, yang kini terbilang katagori sukses telah menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3) Ilmu Pendidikan di Uninus Bandung.
Sosoknya menjadi bukti, bahwa latar belakang ekonomi keluarga bukan sebuah persoalan besar bagi setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak, demi masa depan yang cerah.
Terpenting lagi adalah, memiliki niat dan kemauan tinggi serta sebuah kerja keras, kerja cerdas guna memotivasi diri untuk menggapai hal-hal yang tidak mungkin dalam dunia pendidikan.
Seperti perjalanan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SPG yang Ia jalani di tengah serba kekurangan dengan background kedua orang tuanya adalah buruh tani. Dan melanjutkan studi strata satu (S1) PGSD di UPI Bandung, Strata Dua (S2) Megister Management dengan tidak mudah, kini Srata Tiga (S3) yang Ia jalani di tengah kesibukan sebagai PNS Guru Sekolah Dasar di daerah.
Di tengah suasana haru dan bahagia, kelulusan dirinya dalam ujian promosi Doktor Ilmu Pendidikan membuat dirinya tak bisa berkata-kata. Bahkan sempat membuat dirinya meneteskan air mata, teringat akan perjuangan panjang yang sangat tidak mudah dirinya lalui.
“Saya tak mampu berkata-kata, pada saat ini dinyatakan telah lulus sebagai Doktor dengan predikat memuaskan. Dan ini satu hal membanggakan dan tidak mudah untuk mencapai pendidikan tertinggi di republik ini dan derajat starta 3 membutuhkan perjuangan yang terbilang sangat panjang,” ungkapnya.
“Saya sebagai orang biasa dan sebagai orang yang berasal dari keluraga yang tidak mampu, sejak sekolah mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah tingkat pertama dan tingkat atas sampai masuk perguruan tinggi baik S1 maupun S2 sampai skarang ini S3 gelar Doktor tertinggi,” tambahnya.
“Suatu hal bagi saya, tentunya tidak pernah saya mimpikan. Karena dari sisi kemampuan ekonomi, tentunya saya sulit untuk mencapai itu. Karena didorong oleh kamuan yang tinggi, kerja keras, kerja cerdas, saya berusaha untuk bisa mencapai cita-cita itu,” jelasnya.
“Dan Alhamdulillah, bisa berdiri di hadapan para guru besar dan penguji, promotor dan pendamping promotor serta bisa dinyatakan sebagai Doktor pada bidang Ilmu Pendidikan di Universitas Islam Nusantara,” ungkanya.sembari meneteskan air mata.
Ia akui kesuksesan dirinya menyelesaikan pendidikan Doktor di Universitas Islam Nusantara, tidak luput dari dukungan dan dorongan keluarga baik istri, dan kedua anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Ia pun memperkenalkan seluruh keluarganya baik istri, anak-anak kepada seluruh penguji sebagai bentuk ungkapan terima kasih.
Dukungan terhadap dirinya untuk menjalani pendidikan Doktor ini, juga datang dari seluruh jajaran rekan kerjanya di Lembaga Pendidikan Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis.
“Insaalloh rencana kedepan, kalau Tuhan YME mengijinkan dan tentunya ada kesempatan, saya ingin mutasi dan mengajar di universitas, itupun kalau prosedur memungkinkan, ucapnya kembali ke awak media.
“Semoga ilmu yang saya peroleh dari pendidikan Doktor ini, bisa memberikan manfaat besar untuk derah dan masyarakat termasuk di Intansi pendidikan dimana tempat saya bekerja. Serta memberikan taufik dan hidayah dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara tentunya di bidang pendidikan,” tukasnya. (Ajeng SZ)










